Tips Sukses Diterima Sebagai Penyiar di Televisi maupun Radio

Berikut Beberapa Tips Sukses Diterima Sebagai Penyiar di Televisi maupun Radio

Setelah beberapa minggu ini kita telah belajar teori-teori tentang kepenyiaran. Sekarang kini tiba saatnya untuk kalian unjuk diri. Cobalah dengan keterampilanmu yang baru itu dimanfaatkan untuk berkarir di dunia jurnalistik.

Kalian bisa ikuti seleksi penerimaan news anchor di TV lokal, maupun penyiar radio yang ada di kota kalian. Hanya saja seleksi penerimaan news achor di sebuah program TV maupun penyiar radio sangat ketat.

Hanya orang-orang yang punya kemampuan tinggi, dan terlihat meyakinkan saja yang akan diterima. Nah, lewat artikel kali ini saya akan paparkan hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi seleksi penerimaan calon penyiar.

Surat Lamaran

Untuk melamar di sebagai news achor, maupun sebagai penyiar radio. Tentu saja kalian harus melampirkan persyaratan utama buat melamar. Persyaratan utama yang harus disertakan tentu saja surat lamaran. Untuk membuat surat lamaran yang menarik, cobalah ikuti saran berikut.

Pertama, tulislah surat lamaran sekreatif mungkin. Lalu berusahalah keluar dari patron penulisan surat lamaran. Tujuannya agar terlihat beda dengan surat lainya.

Kedua, sertakanlah semua piagam yang kalian miliki. Atau prestasi-prestasi mentereng yang kita dapatkan semasa duduk dibangku sekolah.

Ketiga, sertakanlah foto model postcard yang berukuran besar. Foto harus full body, dimana dari ujung rambut hingga ujung kaki semuanya terlihat.

Dunia penyiaran tidak hanya bertumpu pada kualitas suara, dan keindahan dalam merangkai kata-kata saja. Tapi penampilan dan tampang juga jadi pertimbangan utama. Jadi foto yang dikirimkan harus semenarik mungkin.

Keempat, sediakanlah sample voice (contoh suara) kalian saat sedang siaran ke dalam bentuk CD, atau kaset. Usahakanlah benar-benar berkualitas. Kalau perlu sewalah jasa rekaman di studio.

Agar tampak profesional. Tulislah script siaran seperti halnya seorang penyiar siaran untuk mempermudah kita ngomong selama kurang lebih 2.5 menit.

Waktu Ujian

Setelah CV kita dianggap menarik, dan dinyatakan lolos mengikuti seleksi berikutnya. Tibalah waktunya untuk ujian.

Sebelum ujian berlangsung. Pastikanlah kita benar-benar sudah matang melakukan persiapan. Jangan sampai hal-hal kecil menjadi penghambat. Berikut beberapa pesiapan yang harus dilakukan sebelum ujian.

Pertama, tontonlah program TV, atau siaran radio yang sedang membutuhkan penyiar. Catatlah gelombang chanelnya, nomor telepon, nomor SMS, serta yang paling penting kata kunci penyebutan pendengar (call listener : Kawula muda, dimas diajeng, boys dan girls, dan lain-lain). Atau kata-kata kunci lainya.

Kedua, Jika pada media cetak kita mengenal istilah style house dimana kita harus tunduk dengan aturan kepenulisan artikel pada sebuah media cetak. Maka dalam dunia jurnalistik visual ada style-nya juga. Berikut contoh penampilan secara visual Cak Lontong dalam acara Little VIP di Mtero TV.

Cak lontong saat membawakan acara Little VIP yang merupakan program Metro TV tentang anak-anak berbakat di Indonesia

Gambar. Cak lontong saat membawakan acara Little VIP yang merupakan program Metro TV tentang anak-anak berbakat di Indonesia (Foto: Metro TV)

Maka dari itu, coba kalian perhatikanlah gaya siaran pada program TV maupun radio yang lagi ngrekrut penyiar baru itu. Setelah kalian sudah perhatikan betul-betul gaya suaranya.

Sekarang tinggal tirukan saja gaya siarannya gimana. Mengusung gaya yang berbeda boleh, tapi jangan sampai terlalu jauh dari style siaran TV atau radio bersangkutan.

Ketiga, untuk memperkaya wawasan kita terhadap isu-isu baru. Siapa tau juga wawasan diluar kepenyiaran diteskan juga saat ujian. Cobalah kalian rajin-rajin baca-baca koran.

Dari mulai berita politik, sosial, ekonomi, maupun budaya kalau lagi viral kalian baca saja. Karena seorang penyiar itu biasanya harus mengetahui isu-isu yang sedang hot.

Penampilan Diri

Persiapan berikutnya yaitu penampilan. Dunia kepenyairan tidak seperti saat kita sedang kerja di pabrik, atau di kantor biasa yang tak menuntun penampilan kinclong.

Di dunia penyiaran, yang notabene hampir sama dengan dunia entertainment. Kita harus mempunyai penampilan yang klimis, baju rapi, dan tentu saja sepatu mengkilap. Oleh karenanya penampilan itu sangat penting sekali.

Cobalah deh kalian ikuti cara ini. Pasti kalian bisa diterima jadi penyiar.

Lutfi Aminuddin

Lutfi Aminuddin

Lutfi Aminuddin merupakan kolumnis dibeberapa media lokal dan nasional. Tulisan Lutfi bisa dijumpai pada Harian Pemalang, Geotime, Hipmee, Pressiwa, Solopos, dan masih banyak yang lainya lagi. Lutfi telah mengeluarkan buku berjudul Negeri Bahagia Skandinavia tahun 2017 yang diterbitkan oleh penerbit Asrifa. Lutfi mengenyan Studi S1 nya di IAIN Purwokerto dengan Jurusan Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam. Ia juga mengambil S1 di IAIN Surakarta pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *