1. Pengertian Frasa

    Frasa adalah kesatuan yang terdiri atas dua kata atau lebih yang masing-masing mempertahankan makna dasar katanya. Sebuah frasa mempunyai suatu unsur inti atau pusat, sedangkan unsur lain disebut penjelas. Contoh: petani muda, tepi sawah, dan lereng gunung. Kata petani, tepi dan lereng adalah unsur inti sedangkan muda, sawah, dan gunung disebut penjelas.

2. Penggolongan Frasa atau Kelompok

    Kata Penggolongan frasa berdasarkan kelompok kata dapat dibedakan menjadi dua.
    a. Frasa Endosentris
    1) Frasa Endosentris atributif terdiri atas inti dan penjelas.
    Contoh:
    Pelaku peledakan / sedang tersenyum
    inti penjelas / penjelas inti
    Frasa pelaku peledakan disebut juga frasa atribut berimbuhan karena penjelasnya merupakan kata berimbuhan.
    Contoh:
    Masyarakat Indonesia / sangat mengecam / tragedi berdarah tersebut.
    inti penjelas / penjelas inti / inti penjelas
    Tragedi berdarah disebut atribut berimbuhan karena penjelasnya merupakan kata yang berimbuhan.
    2) Frasa endosentris koordinatif adalah frasa yang unsur pembentuknya merupakan kata yang sederajat kedudukannya.
    Contoh:
    Mereka menangis dan meratapi nasibnya.
    3) Frasa endosentris apositif bersifat keterangan yang ditambahkan atau diselipkan.
    Contoh:
    Pak Andi, camat kami, sedang menghadiri pertemuan.
    b. Frasa Eksosentris
    Bila gabungan tersebut berlainan kelasnya dari unsur yang membentuknya. Kedua gabungan kata tersebut tidak dapat dipisahkan karena merupakan satu kesatuan.
    Contoh :
    - Ia pergi ke Bandung bersama ayah.
    - Ia pergi ke sekolah tanpa pamit kepada ayah.
    - Ia bekerja sebagai guru.

Euis Sulastri, dkk. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 2 untuk SMA/MA Kelas XI Program IPA-IPS. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.