Pengertian Frasa dan Macam-Macam Frasa

Halaman ini membahas tentang Pengertian Frasa dan Macam-Macam Frasa dimana pada halaman sebelumnya kita telah membahas beberapa topik yaitu:

A. Pengertian Frasa

Frasa adalah kesatuan yang terdiri atas dua kata atau lebih yang masing-masing mempertahankan makna dasar katanya. Sebuah frasa mempunyai suatu unsur inti atau pusat, sedangkan unsur lain disebut penjelas.

Contoh:

petani muda, tepi sawah, dan lereng gunung. Kata petani, tepi dan lereng adalah unsur inti sedangkan muda, sawah, dan gunung disebut penjelas.

B. Macam-Macam Frasa Berdasarkan Kelas Kata

Selain klasifikasi berdasarkan inti atau pusat, frasa juga dapat dibedakan berdasarkan kelas kata yang menjadi inti frasa tersebut.

  • Frasa Nominal, inti frasanya adalah kata benda.
    Contoh: rumah besar, pengetahuan umum, dan guru baru.
  • Frasa Verbal, inti frasanya adalah kata kerja.
    Contoh: bertanam sayur, menerima tamu, dan membaca berita.
  • Frasa Adjektival, bila inti frasanya ber-bentuk kata sifat.
    Contoh: sangat tinggi, sangat menakjubkan, dan cantik sekali.
  • Frasa Preposisional, bila intinya di bawah pengaruh sebuah preposisi.
    Contoh: dengan senjata tajam, ke sekolah, bagi ayah saya, dan dari pasar.

Pengertian Frasa dan Macam-Macam Frasa

Selain contoh di atas, frasa juga dapat dibedakan atas:

  • Frasa setara, bila kedudukan kata-katanya sederajat.
    Contoh: ayah ibu, kakak adik, dan suami istri.
  • Frasa bertingkat, bila gabungan kata itu ada yang menjadi inti.
    Contoh: rumah itu, petani muda, dan sangat nakal.

Berikut ini frasa Nominal yang diperluas.

  • Diperluas dengan meletakkan kata penggolong di depannya.
    Contoh: lima ekor ayam, beberapa butir telur, dan sepucuk surat.
  • Diperluas dengan kata penunjuk ini atau itu.
    Contoh: baju merah itu, rumah mewah ini, dan mobil bagus ini.
  • Diperluas dengan kata “yang”
    Contoh:
    – Orang yang malas itu akhirnya kehilangan pekerjaan.
    – Celana dia yang kuning dibeli di Singapura.
  • Diperluas dengan menambahkan aposisi.
    Contoh:
    – Indonesia, negara yang kita cintai, sedang dilanda musibah.

C. Macam-macam frasa berdasarkan kelompok kata

Penggolongan frasa berdasarkan kelompok kata dapat dibedakan menjadi dua.

a. Frasa Endosentris

1) Frasa Endosentris atributif terdiri atas inti dan penjelas.
Contoh:
Pelaku peledakan / sedang tersenyum
inti penjelas / penjelas inti

Frasa pelaku peledakan disebut juga frasa atribut berimbuhan karena penjelasnya merupakan kata berimbuhan.

Contoh:
Masyarakat Indonesia / sangat mengecam / tragedi berdarah tersebut.
inti penjelas / penjelas inti / inti penjelas
Tragedi berdarah disebut atribut berimbuhan karena penjelasnya merupakan kata yang berimbuhan.

2) Frasa endosentris koordinatif adalah frasa yang unsur pembentuknya merupakan kata yang sederajat kedudukannya.
Contoh:
Mereka menangis dan meratapi nasibnya.

3) Frasa endosentris apositif bersifat keterangan yang ditambahkan atau diselipkan.
Contoh:
Pak Andi, camat kami, sedang menghadiri pertemuan.

Artikel lainnya:

b. Frasa Eksosentris

Bila gabungan tersebut berlainan kelasnya dari unsur yang membentuknya. Kedua gabungan kata tersebut tidak dapat dipisahkan karena merupakan satu kesatuan.
Contoh :
– Ia pergi ke Bandung bersama ayah.
– Ia pergi ke sekolah tanpa pamit kepada ayah.
– Ia bekerja sebagai guru.

Daftar Pustaka
Euis Sulastri, dkk. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 2 untuk SMA/MA Kelas XI Program IPA-IPS. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.