Pengertian Rawa & Jenis-Jenis Rawa

       

Baca halaman 1 tentang perairan darat disini

A. Pengertian Rawa dan Jenis-Jenis Rawa

Rawa (swamp/marsh) merupakan daerah bertanah basah yang selalu digenangi air secara alami karena sistem drainase (pelepasan air) yang jelek atau letaknya lebih rendah dari daerah sekelilingnya. Air yang masuk ke dalam rawa dapat berasal dari air hujan, air sungai atau air tanah. Nah, ukuran daerah rawa sendiri ada berbagai macam mulai dari ukuran kecil (biasanya di darah Jawa) maupun yang berukuran besar (di Kalimantan).

Berdasarkan kondisi air dan tumbuh-tumbuhan yang hidup, rawa dibedakan menjadi beberapa jenis, yakni:

a) Rawa Swamp
Swamp merupakan daerah lahan bahan basah yang selalu digenangi oleh air. Pada umumnya daerah ini ditumbuhi flora seperti lumut, rumput – rumputan, semak-semak, dan tumbuhan jenis pohon.

b) Rawa Marsh
Rawa jenis marsh merupakan daerah lahan basah (sama seperti swamp). Perbedaannya ada pada jenis flora yang hidup di daerah tersebut. Adapun jenis floranya seperti jenis lumut-lumutan, rumput-rumputan, dan alang-alang.

c) Rawa Bog
Lahan basah yang permukaan tanahnya relatif kering, tetapi lahan bagian dalamnya penuh air (bersifat basah).

d) Rawa Pasang Surut
Rawa pasang surut merupakan rawa yang jumlah kandungan airnya selalu berubah-ubah (pasang-surut), hal ini dikarenakan oleh adanya pengaruh pasang surutnya air laut. Oleh karena airnya selalu berganti dalam beberapa waktu, hal ini mengakibatkan kondisi air di wilayah rawa menjadi tidak terlalu asam sehingga beberapa spesies hewan maupun tumbuhan mampu beradaptasi dengan lingkungan. Bakau, rumbia dan nipah merupakan tanaman yang sering ada di daerah ini.

Rawa pasang surut memiliki keadaan yang berbeda dengan daerah rawa yang airnya selalu tergenang seperti rawa swamp dan marsh dimana pada dua jenis rawa ini airnya bisa sangat masam dan warnanya kemerah-merahan karena terjadi reaksi oksida besi (pH tanahnya berkisar antara 4–4,5) sehingga airnya sulit digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Nah, agar lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut ini.

Jenis rawa berdasarkan kondisi airnya

Jenis rawa berdasarkan kondisi airnya

Berdasarkan letaknya, rawa bisa dibedakan menjadi 3 macam, yakni:

a) Rawa Dataran Rendah
Rawa dataran rendah terjadi di daerah depresi yang membentuk permukaan datar dan cekung. Air rawa ini berasal dari air hujan, air tanah, dan air sungai, serta kaya akan mineral. Rawa ini ditumbuhi oleh tumbuhan autotrophic. Gambut yang terbentuk di daerah ini berasal dari sisa-sisa tumbuhan autotrof.

b) Rawa Dataran Tinggi
Rawa jenis ini terletak di daerah tinggi (daripada daerah disekitarnya) dan memiliki permukaan cekung. Sumber air rawa jenis ini berasal dari air hujan dan airnya tidak begitu asam.

c) Rawa Peralihan
Rawa jenis ini sebagian tanahnya bisa digunakan sebagai lahan pertanian.

B. Manfaat Rawa

Daerah rawa memiliki beberapa manfaat diantaranya.

1) Daerah rawa bermanfaat untuk dijadikan daerah komersil seperti tempat pariwisata.

2) Daerah rawa dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian (terutama rawa pasang surut) dan perikanan.

3) Daerah rawa dapat dimanfaatkan sebagai tempat pengendalian banjir. Misalnya bila daerah perkotaan mengalami banjir, maka air dapat dialirkan menuju rawa.

[color-box]Anjayani, Eni. 2009. Geografi : Untuk Kelas X SMA/MA. Surakarta: PT. Cempaka Putih.
Hartono. 2009. Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta. Bandung: CV. Citra Praya.
Sumber gambar berasal dari situs www.shutterstock.com, korea.panduanwisata.id, cybex.pertanian.go.id dan www.beforeiforget.co.uk yang diakses tanggal 28 Juli 2016.[/color-box]

loading...

Tim Siswapedia

Siswapedia.com merupakan situs yang dibuat untuk menyediakan informasi pendidikan dan pengetahuan umum berbahasa Indonesia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *