Cara Mencegah Erosi dan Contoh Erosi

  • Whatsapp
Dampat gelombang laut membuat abrasi bebatuan karang
Dampat gelombang laut membuat abrasi bebatuan karang

Pada halaman sebelumnya kita telah mempelajari warna, tekstur dan struktur tanah serta lapisan-lapisan tanah. Nah, di halaman ini kita akan membahas tentang Cara Mencegah Erosi dan Contoh Erosi secara umum.

Pengertian Erosi

Erosi adalah proses berpindahnya massa batuan dari satu tempat ke tempat lain yang dibawa oleh tenaga pengangkut yang bergerak di muka muka bumi. Secara umum erosi terdiri atas tiga tahapan antara lain sebagai berikut:

a) detachment yaitu pelepasan batuan dari massa induknya
b) transportasi yaitu pemindahan batuan yang terkikis dari suatu tempat ke tempat lain;
c) sedimentasi yaitu pengendapan massa batuan yang terkikis.

Macam-Macam atau Jenis Erosi

Jenis erosi berdasarkan kecepatan terjadinya erosi dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

a) Erosi geologi

Erosi geologi adalah bentuk pengikisan proses pengikisan atau penghancuran tanahnya relatif seimbang dengan proses pembentukannya. Gejala alam ini dapat dikatakan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

b) Erosi tanah

Erosi tanah atau dinamakan pula erosi yang dipercepat (accelerated erosion) yaitu bentuk erosi yang proses penghancuran tanah (batuan) jauh lebih cepat dibandingkan dengan pem bentukannya.

Erosi tanah biasanya dipercepat oleh aktivitas manusia dalam mengelola lahan tanpa memperhatikan unsur-unsur kelestarian alam misalnya penebangan hutan sembarangan dll.

Selain berdasarkan kecepatannya, erosi dapat pula diklasifikasikan berdasarkan zat pelaku atau pengikisnya, yaitu:

a) Erosi Air

Massa air yang mengalir, baik gerakan air di dalam tanah maupun di permukaan Bumi berupa sungai atau air larian permukaan selamban apapun pasti memiliki daya kikis. Sedikit demi sedikit, air yang mengalir itu mengerosi batuan atau tanah yang dilaluinya.

Tekanan arus sungai membuat erosi di wilayah persawahan warga
Tekanan arus sungai membuat erosi di wilayah persawahan warga

Semakin cepat gerakan air mengalir, semakin tinggi pula daya kikisnya. Oleh karena itu, sungai-sungai di wilayah perbukitan atau pegunungan yang alirannya deras memiliki lembah yang lebih curam dan dalam dibandingkan dengan sungai di wilayah dataran yang alirannya relatif tenang.

Secara umum dilihat dari tahapan kerusakan tanah yang terkikis, erosi air terdiri atas empat tingkatan, yaitu sebagai berikut.

a. Erosi Percik (Splash Erosion)

Erosi alur dan erosi parit
Erosi alur dan erosi parit

Erosi ini berupa percikan partikel-partikel tanah halus yang disebabkan oleh tetes hujan pada tanah dalam keadaan basah. Tanda-tanda nyataadanya erosi percik pada musim hujan dapat kamu lihat pada permukaan daun yang terdapat partikel tanah, adanya batuan kerikil di atas lapisan tanah.

b. Erosi Lembar (Sheet Erosion)

Erosi ini memecah partikel tanah pada lapisan tanah yang hampir seragam, sehingga erosi ini menghasilkan kenampakan yang seragam.

c. Erosi Alur (Riil Erosion)

Erosi ini menghasilkan alur-alur yang mempunyai kedalaman kurang dari 30 cm dan lebar kurang dari 50 cm. Sering terjadi pada tanah-tanah yang baru saja diolah.

d. Erosi Parit (Gully Erosion)

Erosi ini menghasilkan alur-alur yang mempunyai kedalaman lebih dari 30 cm dan lebar lebih dari 50 cm.

b) Erosi Gelombang Laut

Erosi oleh gelombang laut dinamakan pula abrasi atau erosi marin. Gelombang laut yang bergerak ke arah pantai mampu mengikis bahkan memecahkan batu-batu karang di pantai, kemudian diangkut ke tempat tempat lain di sekitarnya atau ke arah laut dan samudra.

Erosi oleh gelombang laut dinamakan pula abrasi atau erosi marin. Gelombang laut yang bergerak ke arah pantai mampu mengikis bahkan memecahkan batu-batu karang di pantai, kemudian diangkut ke tempat tempat lain di sekitarnya atau ke arah laut dan samudra.

Dampat gelombang laut membuat abrasi bebatuan karang
Dampat gelombang laut membuat abrasi bebatuan karang

Baca juga: Klarifikasi dan jenis-jenis tanah

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kekuatan abrasi antara lain sebagai berikut.

(1) Kekerasan batuan, semakin keras jenis batuan yang ada di pantai, semakin tahan terhadap erosi.

(2) Gelombang laut, semakin besar gelombang yang bergerak ke arah pantai, semakin besar kemungkinannya untuk mengerosi wilayah pantai.

(3) Kedalaman laut di muka pantai, jika laut yang terletak di muka pantai merupakan laut dalam, gelombang laut yang terjadi lebih besar dibandingkan dengan laut yang dangkal, sehingga kekuatan erosi akan lebih besar.

(4) Jumlah material yang dibawa gelombang terutama kerikil dan pasir, semakin banyak material yang diangkut semakin kuat daya abrasinya.

Artikel terkait: Proses pengikisan, pengendapan dan denudasi

Bentang alam khas yang sering kita jumpai sebagai akibat adanya abrasi antara lain sebagai berikut.

(1) Cliff, yaitu pantai yang berdinding curam sampai tegak.

(2) Relung, yaitu cekungan-cekungan yang terdapat pada dinding cliff.

(3) Dataran Abrasi, yaitu hamparan wilayah dataran akibat abrasi. yang dapat dilihat dengan jelas saat air laut surut.

(4) Gua laut (Sea Cave).

c) Erosi Angin

Erosi oleh pengerjaan angin (deflasi) banyak terjadi di daerah gurun beriklim kering yang sering terjadi badai pasir yang dikenal dengan istilah harmattan atau chamsina. Pada saat kejadian angin kencang tersebut, butiran-butiran kerikil dan pasir yang terbawa angin akan mengikis bongkah batuan yang dilaluinya.

Baca: Peta resiko bencana erosi di Indonesia dari BNPB

d) Erosi Glasial

Erosi glasial adalah bentuk pengikisan massa batuan oleh gletser, yaitu massa es yang bergerak. Gletser terdapat di wilayah kutub atau di pegunungan tinggi yang puncaknya senantiasa tertutup oleh lembaran salju dan es, seperti Pegunungan Jayawijaya, Rocky, dan Himalaya.

Massa gletser yang bergerak menuruni lereng pegunungan akibat gaya berat maupun pencairan es akan mengikis daerah-daerah yang dilaluinya. Massa batuan hasil pengikisan yang diangkut bersamasama dengan gerakan gletser dinamakan morain.

Ciri khas bentang alam akibat erosi glasial adalah adanya aluralur yang arahnya relatif sejajar pada permukaan batuan sebagai akibat torehan gletser. Jika erosi gletser ini terus-menerus berlangsung dalam waktu yang sangat lama, akan terbentuk lembah-lembah yang dalam, memanjang, dan searah dengan gerakan gletser.

Cara Mencegah Erosi atau Abrasi

Berikut beberapa cara menanggulangi atau mencegah erosi atau abrasi

  • Penanaman tumbuhan bakau di pinggir pantai atau sepanjang sungai
  • Membuat alat pemecah gelombang air laut
  • Menanam tanaman kelapa atau bambu untuk memecah arah angin
  • Membuat tembok besar diepanjang aliran sungai
  • Melestarikan hutan

Nah, apabila ada pertanyaan terkait Cara Mencegah Erosi dan Contoh Erosi bisa ditulis di bawah ini.

Daftar Pustaka

Anjayani,Eni.2009.Geografi: Untuk Kelas X SMA/MA.Jakarta:PT. Cempaka Putih.
Utoyo,Bambang.2009.Geografi 1 Membuka Cakrawala Dunia : untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.Jakarta:PT. Pribumi Mekar.

Apa artikel di atas bermanfaat?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Artikel ini belum dinilai! Jadilah yang pertama memberi peringkat pada artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *