Mengenal Konsep Magnitudo Mutlak

       
Planet Bumi

Gambar. Planet Bumi (Sumber: planetsun.org)

Mengenal Konsep Magnitudo Mutlak – Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya bahwa konsep magnitudo semu tidak dapat digunakan untuk menentukan sifat fisis suatu bintang kecuali hanyalah terang-redupnya bitang tersebut relatif terhadap permukaan bumi.

Nah, agar magnitudo bintang dapat menunjukan sifat fisis suatu bintang, maka diperkenalkanlah konsep magnitudo mutlak yang disingkat M. Magnitudo mutlak adalah magnitudo suatu bintang bila posisinya sejauh 10 pc dari bumi. Ingat: 1 parsec (parallax second) sama dengan jarak sejauh 2,063 x 105 AU.

Nilai magnitudo mutlak dapat kita peroleh dari magnitudo semu. Jika kita menggunakan persamaan Pogson, maka diperoleh persamaan:

Persamaan Pogsonatau yang bisa kita tulis sebagai

Persamaan Pogson

Maka nilai magnitudo mutlak diperoleh:

Persamaan Magnitudo Mutlak

Sehingga nilai untuk jarak bintang (d) dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan:

Persamaan jarak bintang

Keterangan:
d = jarak bintang relatif terhadap bumi (pc)
m = magnitudo semu
M = magnitudo mutlak

Oleh karena besaran m-M sangat menentukan jarak bintang, maka besaran ini lebih sering dikenal sebagai modulus jarak.

Persamaan Modulus Jarak

Agar lebih jelas, perhatikan contoh perhitungan magnitudo di bawah ini.

Contoh:
Diketahui bahwa magnitudo matahari sebesar – 26,81 dan jaraknya sebesar 1 AU = 4,848 x 10-6 pc. Berapa besar magnitudo mutlak dan modulus jaraknya ?

Jawab:
Magnitudo mutlak dapat diperoleh dengan perhitungan berikut ini:

Contoh soal menghitung nilai magnitudo mutlak

Sedangkan modulus jaraknya dapat diperoleh dengan perhitungan berikut:

Contoh soal menghitung modulus jarak

Tim Siswapedia

Siswapedia.com merupakan situs yang dibuat untuk menyediakan informasi pendidikan dan pengetahuan umum berbahasa Indonesia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *