Manfaat Karbohidrat

  • Whatsapp
Manfaat Karbohidrat
Manfaat Karbohidrat dapat kita peroleh dari nasi (Foto: Nursetyabudi)

Manfaat Karbohidrat – Nasi, jagung, sagu, ataupun roti merupakan salah satu contoh makanan yang banyak mengandung karbohidrat, sebagian besar dari makann di atas adalah mengandung karbohidrat 100%. Karbohidrat sangat bermanfaat bagi keberlangsungan hidup kita yaitu sebagai cadangan energi. Tanpa adanya energi, tubuh kita tidak akan mampu bekerja atau melakukan aktivitas-aktivitas lainnya. Oleh karena itu kita membutuhkan karbohidrat untuk asupan energi setiap hari.

Karbohidrat adalah golongan senyawa oganik yang terjadi secara alamiah dan ketersediaannya dalam jumah yang besar. Potensi keberadaan karbohidrat di wilayah Indonesia tersebar hampir merata di seluruh penjuru negri, hal ini dikarenakan iklim Indonesia yang sangat cocok untuk tanaman penghasil karbohidrat seperti, padi, jagung, gandum, dan sagu. Misalnya padi banyak dihasilkan di pulau Jawa, Propinsi Riau, Sumatra Utara, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Jagung banyak di hasilkan di Propinsi Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggarat Timur, Maluku, Daerah Istimewa Jogjakarta, dan Pulau Jawa. Adapun sagu banyak dihasilkan di Propinsi Sulawesi Selatan, Papua, Maluku, dan Riau.

Manfaat Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber kalori utama yang dibutuhkan utama bagi hampir seluruh penduduk di dunia. Karbohidrat dalam tubuh manusia dapat di bentuk dari beberapa asam amino san sebagian dari gliserol dan lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat  diperoleh dari bahan makanan yang kita makan sehari-hari, terutama bahan makan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Baca juga: Klasifikasi karbohidrat beserta contohnya

Istilah karbohidrat pertama kali diciptakan oleh ahli kimia Prancis pada abad ke -19 dengan memperhatikan bahwa senyawa karbon ini terdiri dari hidrogen dan oksigen. Senyawa ini awalnya dijuluki dengan hydtare de carbon atau dalam bahasa Indonesia adalah karbohidrat.

Karbohidrat juga biasa disebut degan sakarida karena mengandung gula, sedangkan karbohidrat yang paling sederhana adalah gula, dan gula yang paling sederhana adalah monosakarida. Gula yang tersusun dari dua unit sakarida di sebut dengan disakarida, sedangkan karbohidrat yang komplek yang terdiri atas banyak unit monosakarida disebut polisakarida.

Manfaat monosakarida

Berikut beberapa monosakarida dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

  • Glukosa 

Glukosa merupakan dekstrosa, gula anggur atau darah. Glukosa mempunyai peran yang sangat penting dalam proses biologis, semua karbohidrat dalam tubuh di ubah menjadi glukosa. Glukosa berasal dari makanan yang berenergi yang kemudian nantinya akan di oksidasi menjadi karbon dan air.

Fungsi utama dari glukosa yaitu semua jaringan tubuh menggunakan glukosa sebagai bahan bakar untuk pertumbuhan dan kegiatan. Glukosa banyak ditemukan dalam buah-buahan yang sudah masak salah satu contohya adalah anggur, anggur banyak mengandung glukosa. Glukosa mempunyai rasa yang khas yaitu rasa manis namun tidak semanis  gula tebu, glukosa dapat difermentasikan oleh ragi menjadi etil alkohol dan karbon dioksida.

  • Galaktosa

Galaktosa merupakan suatu senyawa aldoheksosa yang terdapat pada gula susu dalam kombinasi dengan glukosa. Berbagai ikatan dari galaktosa yaitu galaktosida terdapat dalam otak dan jaringan saraf manuisa.

  • Fruktosa

Fruktosa dapat disebut juga dengan levulosa atau gula buah, fruktosa merupakan satu-satunya ketoheksosa yang sangat penting bagi kehidupan. Fruktosa merupakan gula termanis yang terdapat bebas bersama-sama dengan glukosa dalam buah-buahan dan madu, dan dalam bentuk kombinasi karbohidrat tingkat tinggi. Fruktosa banyak terdapat bersama dalam madu dan buah-buahan yag memiliiki rasa manis yang sangat tinggi, rasa manis melebihi glukosa dan sukrosa.

Sifat pereduksi monoskarida: pada kenyataannya semua monosakarida baik aldosa (glukosa, galaktosa) maupun ketosa (fruktosa) dapat mereduksi larutan fehling atau tollens sehingga disebut sebagai gula pereduksi. Monosakarida dapat mereduksi larutan fehling biasanya ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata pada larutan dan dapat mereduksi larutan tollens yang ditunjukkan oleh terbentuknya cermin perak.

Contoh reaksi larutan tembaga(II) sulfat dan aldosa

Contoh reaksi larutan tembaga (II) sulfat dan ketosa

Manfaat disakarida

Berikut beberapa disakarida dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

  • Sukrosa

Disakarida komersial yang paling penting ialah sukrosa atau yang biasa kita ketahui dengan gula tebu. Lebih dari 100 juta ton diproduksi setiap hari di seluruh perusahaan yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Sukrosa terdapa dalam semua jenis tumbuhan yang berfotosintetik, yang dapat berfungsi sebagai sumber energi. Sukrosa diperoleh secara komersial dari batang tebu dan bit gula, kadar sukrosanya sekitar 14 samapi 20 % dari cairan tumbuhan tersebut.

Sukrosa dapat diperoleh dengan cara hidrolisis sukrosa, dalam proses hidrolisis nya pengaruh enzim invertase mengakibatkan perubahan arah putaran bidang polarisasi dari positif (ke kanan) menuju negatif (ke kiri).  Pada peristiwa ini disebut inversi gula tebu, campuran yang terjadi disebut gula invert. Sukrosa tidak besifat reduktor, tetapi dapat diragikan.

  • Laktosa

Laktosa tersusun atas satu molekul D-glukosa dan 1 molekul D-galaktosa, karena itu pada hisrolisis laktosa menghasilkan glukosa dan galaktosa (pada hidrolisi ini terjadi karena pengaruh asam atau enzim laktase). Laktosa merupakan gula utama yang terdapat dalam ASI dan susu sapi, kadar nya sekitar 4 sampai 8 % laktosa.

Laktosa digunakan secara langsung oleh bayi pada proses menyusui. Hidrolisis laktosa dapat dilakukan dengan bantuan enzim laktase akan menghasilkan satu satuan glukosa dan galaktosa dengan reaksi sebagai berikut:

  • Maltosa

Maltosa tersusun atas 2 molekul D (+) glukosa dengan melepas air, oleh karena itu hidrolisis maltosa dengan enzim maltase akan dihasilkan glukosa. Maltosa merupakan disakarida yang diperoleh melalui melalui cara  hidrolisis parsial pati. Maltosa biasanya disebut juga dengan gula malt dan diperoleh dari hasil sintesis dari proses hidrolisis aluminium.

Maltosa banyak digunakan dalam prosuk pembuatan minuman bir, wiski malt, dan makanan bayi. Hidrolisis maltosa akan menghasilkan 2 satuan glukosa dengan menggunakan katalis enzim maltase atau katalis asam seperti reaksi berikut:

  • Polisakarida

Polisakarida terdiri dari banyak satuan monosakarida. jika satuan monosakarida tersebut merupakan gula pentosa, C5H10O5 maka polisakarida tersebut dikelompokan sebagai pentosa. Pentosa terdapat dalam tongkol jagung, sekap gandum, dan jaringan kayu. Jika satuan monosakarida tersebut adalah satuan gula heksosa, C6H12O6 maka polisakarida tersebut dikelompokkan sebaga heksosa (C5H10O5)n. Polisakarida penguat tekstur ini tidak semerta merta dapat dicerna dengan cepat oleh tubuh, tetapi merupakan serat-serat (dietary fiber) yang dapat menstimulasi enzim-enzim pencernaan. 

Baca juga: Perbedaan lemak dan minyak

Beberapa polisakarida yang penting dalam kehidupan:

  • Amilum

Amilum adalah zat tepung yang merupakan gudang energi karbohidrat yang terdapat dalam tanaman yang terbentuk melalui proses fotosintetis dalam klorofil daun.

  • Selulosa

Selulosa adalah struktur polisakarida utama tanaman yang terbentuk serabut atau serat, bersifat kenyal dan tidak larut dalam air. Selulosa banyak terdapat dalam sel pelindung tanaman seperti batang, dahan, dan daun, seperti pada jerami, bambu, dan pohon pinus.

  • Glikogen

Glikogen adalah karbohidrat yang menjadi gudang energi pada sel manusia dan hewan yang disimpan dalam hati dan otot. Dalam tubuh, glikogen dipecah untuk memelihara kadar gula dalam darah dan memberi energi pada aktivitas otot.  

Baca juga: Manfaat Benzena

Demikian pembahasan kita pada materi manfaat karbohidrat ini, semoga tulisan ini bisa memberi manfaat untuk teman-teman, adik- adik atau yang lainya. Apabila ada yang tidak kalian pahami atau ingin bertanya lebih lanjut bisa isi dolom komentar

Referensi:

Lustiyati Deta E, dkk. (2009). Aktif Belajar Kimia untuk SMA dan MA KELAS XII. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.

Pangajuanto Teguh dan Harmidi Tri. (2009). Kimia 3 Untuk SMA/MA Kelas XII. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.

Utami Budi, dkk. (2009). Kimia Untuk SMA/MA Kelas XII Program Ilmu Alam. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *