Pengertian dan Macam-Macam Majas Pertentangan

Pengertian dan Macam-Macam Majas Pertentangan – Majas pertentangan merupakan gaya bahasa yang mempunyai ciri khas unik yaitu makna yang disampaikan berbeda 180 derajat dengan kalimat yang diutarakan. Dengan kata lain, makna sesungguhnya bertentangan dengan kalimat yang diungkapkan.

Bagi kita yang tidak memahami gaya bahasa ini, maka bisa saja mengakibatkan timbulnya salah tafsir atau salah pemahaman. Akan tetapi, efek sebaliknya justru akan timbul bila kita memahami majas yang satu ini. Apa itu? yaitu efek penekanan makna. Nah, dengan majas pertentangan ini akan dapat menimbulkan efek penekanan makna dari kalimat yang diutarakan sehingga orang yang mendengar kalimat yang mengandung majas ini akan tertarik dan terkesan.

Macam-Macam Majas pertentangan

Majas pertentangan memiliki empat macam yakni majas litotes, majas paradoks, majas hiperbola dan majas antitesis

A. Majas Litotes

Majas litotes merupakan majas yang dipakai untuk menyatakan sesuatu kurang dari keadaan yang sebenarnya atau suatu pikiran dinyatakan dengan menyangkal lawan katanya. Tujuan penggunaan majas ini yaitu untuk menunjukan sikap rendah diri, menjaga sopan santun, menghindari sifat sombong sehingga lawan bicaranya akan merasa dihormati.

Contoh majas litotes :

  • “Kedudukan saya ini tidak ada artinya sama sekali” (makna: orang tersebut sebenarnya memiliki kedudukan yang tinggi dan termasuk orang yang berpengaruh).
  • “Apa yang kami berikan sebenarnya tidak ada artinya sama sekali untukmu” (maknanya: sesuatu yang telah diberikan sebenarnya memiliki arti dan nilai yang tinggi atau berharga).
  • “Coba sekali-kali mampir ke gubukku walau hanya sebentar” (maknanya: gubuk disini arti sebenarnya adalah rumah mewah)
  • “Aduh, maaf ya. Rumahku jelek sekali, mari silahkan masuk!” (maknanya: kotor disini arti sebenarnya adalah bersih)
  • “Ah, dari awal aku cuma iseng-isengan aja ikut lomba ini” (makanya: dari awal dia sudah mempersiapkan dengan serius untuk mengikuti lomba)
  • “Aku cuma bocah ingusan di devisi ini” (maknanya: padahal orang tersebut termasuk senior)
  • “Maaf cuma ada makanan ala kadarnya, silahkan dinikmati!” (maknanya: makanan tersebut sebenarnya lebih dari cukup untuk menyambut tamu)
  • “Hanya barang sederhana ini yang bisa aku berikan untukmu” (maknanya: barang tersebut sebenarnya bernilai tinggi)
  • “Perkenankanlah saya yang bodoh ini untuk bisa menyampaikan pendapat” (maknanya: orang tersebut sebenarnya menguasai bidang yang sedang di diskusikan)
  • “Maaf jika ada salah-salah kata” (maknanya: padahal bahasanya tersusun dengan baik)
  • “Bolehkan saya menyampaikan sebuah pemikiran kecil?, barang kali bisa jadi solusi” (maknanya: orang tersebut sebenarnya sudah memikirkan hal yang ingin disampaikan dengan matang)
  • “Apa yang telah kami perbuat hanyalah sebesar embun di samudera” (maknanya: orang tersebut telah memberikan sumbangsih yang sangat besar)

B. Majas Paradoks

Kata paradoks berasal dari bahasa Yunani yaitu “para” yang berarti pertentangan dan “doxa” yang artinya pendapat/pemikiran. Sehingga majas paradoks dapat kita pahami sebagai gaya bahasa yang mengandung kata yang bertentangan dengan fakta-fakta yang ada. Nah, gaya bahasa ini dapat memberikan kesan “aneh” bagi lawan bicara namun memiliki makna yang benar.

Contoh majas paradoks :

  • “Ia mati kelaparan di tengah-tengah kekayaan yang berlimpah-limpah” (kondisi bertentangan: kelaparan dan kekayaan. Dengan kekayaan orang itu sebenarnya bisa membeli makanan sehingga tidak kelaparan).
  • “Dina merasa kesepian di tengah-tengah keramaian kota” (kondisi bertentangan: rasa kesepian di situasi yang ramai)
  • “Dibalik senyumnya yang ramah, ada luka di hatinya” (kondisi bertentangan: orang yang terluka hatinya biasanya akan cemberut, tapi ini masih bisa tersenyum ramah seolah-olah tidak terjadi sesuatu yang buruk)
  • “Setiap melanggar hukum, ia selalu jatuh ke atas sehingga selalu lolos dari hukuman” (kondisi bertentangan: jatuh itu ke atas bukan ke bawah)
  • “Bersabarlah! karena selalu ada hikmah disetiap musibah yang terjadi” (kondisi bertentangan: orang yang terkena musibah secara manusiawi akan mengeluh, tapi ini justru tetap bersabar)
  • “Meskipun suasana panas, kita harus tetap berpikiran dingin” (kondisi bertentangan: panas dan dingin)
  • “Di kehidupan ini selalu ada orang jahat di antara orang-orang yang baik” (kondisi bertentangan: jahat dan baik)
  • “Dibalik sikap cueknya, selalu ada perhatian yang tersimpan” (kondisi bertentangan: cuek dan perhatian)
  • “Dibalik kemarahannya, ada kasih sayang yang mendalam di hatinya” (kondisi bertentangan: orang yang marah secara umum akan diliputi rasa benci, dendam namun dalam kasus ini justru diliputi rasa kasih sayang)
  • “Penampilan orang itu mirip preman, tapi hatinya sangat baik” (kondisi bertentangan: preman dan hatinya baik)

C. Majas Hiperbola

Majas yang mengandung suatu pernyataan yang berlebihan dengan membesar-besarkan sesuatu hal. Terkadang penggunaan gaya bahasa ini menjadikan sebuah kalimat menjadi tidak masuk akal bahkan lebay.

Contoh majas hiperbola :

  • “Kemarahanku sudah menjadi-jadi hingga hamper meledak kepalaku” (kata hiperbola: meledak kepalaku)
  • “Gantunglah cita-citamu setinggi langit agar bila kamu terjatuh, kamu terjatuh bersama bintang-bintang” (kata hiperbola: digantung setinggi langit dan terjatuh bersama bintang)
  • “suara nyanyianmu keras sekali, sampai gempa bumi ini ” (kata hiperbola: sampai gempa bumi)
  • “Luar biasa!, suaramu menggelegar membelah angkasa” (kata hiperbola: suaramu menggelegar membelah angkasa)
  • “capek bener hari ini, rasanya seperti dipukuli orang satu kampung” (kata hiperbola: rasanya seperti dipukuli orang satu kampung)
  • “Enak bener masakan ini, semua saya makan sampai piring-piringnya” (kata hiperbola: makan sampai piring-piringnya)
  • “Cepet sekali larinya anak itu, wuuuushhh!! seperti jet” (kata hiperbola: larinya secepat pesawat jet)
  • “Oke, sekarang saya sudah kembali semangat…. semangat 45!!” (kata hiperbola: semangatnya seperti semangat pejuang kemerdekaan 1945)
  • “mendengar ceritanya, aku jadi sedih seperti hatiku seperti tersayat” (kata hiperbola: hati tersayat)
  • “Air mataku sudah habis untuk menangisi dirimu” (kata hiperbola: habisnya air mata)
  • “Akan ku arungi semua samudera dan ku panjati semua gunung demi menemukanmu” (kata hiperbola: mengarungi semua samudera dan memanjat semua gunung)

D. Majas Antitesis

Majas antitesis merupakan majas yang menggunakan dua kata berlawanan yang disandingkan dalam satu kalimat sehingga terlihat kontras.

Contoh majas antitesis :

  • “Hidup matiku tergantung diriMu ya Tuhanku”
  • “Bapak ibu yang saya hormati, anak-anakku sekalian yang saya cintai”
  • “Semua orang baik tua muda akan merasakan kematian yang waktunya tidak diketahui”
  • “Disaat suka maupun duka, kamu selalu ada untukku”
  • “Bagi saya besar kecil tetap sama saja”
  • “Gak peduli, apa dia seorang wanita cantik atau tidak, yang penting hatinya baik”
  • “Jangan membedakan orang berdasarkan warna kulit, baik putih atau hitam”
  • “Maju mundurnya suatu negara dipengaruhi oleh kwalitas generasi mudanya”
  • “Tinggi rendahnya martabat suatu bangsa tergantung kedaulatan yang dimilikinya”
  • “Bagus atau jelek itu sifatnya relatif, tergantung sudut pandang orang yang menilainya”

Nah, bersama Siswapedia kita sudah sama-sama membahas tentang pengertian dan macam-macam majas pertentangan yang meliputi majas litotes, majas paradoks, majas hiperbola dan majas antitesis. Bila ada pertanyaan atau saran bisa di sampaikan kolom komentar di bawah ini.

Daftar Pustaka
Suratno dan Wahono. 2010. Bahasa Indonesia Jilid 1 untuk SMA dan MA Kelas X. Semarang: CV Buana Raya.
Utami, Sri, dkk. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 1 untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *