Pengertian Majas Perbandingan dan Contohnya

Pengertian Majas Perbandingan dan Contohnya – Majas perbandingan merupakan gaya bahasa (majas) yang menggunakan kata perbandingan baik secara eksplisit maupun implisit sehingga memberikan efek penghayatan dan nilai sastra yang tinggi pada sebuah kalimat bagi pembacanya atau lawan bicara.

Macam-Macam Majas Perbandingan

Majas perbandingan memiliki berbagai macam pengelompokan. Akan tetapi di halaman ini, bersama Siswapedia kita akan membahas sebanyak lima belas macam majas perbandingan beserta contohnya. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada uraian berikut ini.

A. Majas Metafora

Majas metafora ini semacam analogi yang membandingkan secara langsung dua hal yang memiliki sifat yang sama, tetapi dalam bentuk yang singkat seperti bunga bangsa, buaya darat, buah hati, cindera mata dan sebagainya. Makna sebuah metafora dibatasi oleh sebuah konteks. Selain itu, yang harus kita ketahui bahwa majas ini tidak menggunakan kata pembanding, dengan kata lain perbandingannya disampaikan secara implisit.

Contoh majas metafora :

  • “Perahu itu menggergaji ombak” (maksunya: ujung perahu yang lancip dapat membelah gelombang laut ke sisi kanan dan kiri perahu)
  • “Kita semua ini adalah tiang di negeri ini” (maksudnya: berdirinya dan kemajuannya sebuah negara ditentukan oleh rakyatnya)
  • “Bahkan cemara pun akan gugur daunnya” (maksudnya: kehidupan tidaklah abadi)
  • “Dewi malam barusan pulang dari peraduan” (maksudnya: bulan mulai kelihatan)
  • “Sayangilah buah hatimu” (maksudnya: sayangilah anakmu)
  • “Wanita itu adalah bunga desa di daerahku” (maksudnya: gadis tercantik di daerahku)
  • “Dasar kamu buaya darat!!” (maksudnya: pria hidung belang)

B. Majas Personifikasi

Majas personifikasi merupakan kiasan yang menggambarkan benda-benda mati seolah-olah memiliki sifat-sifat kemanusiaan. Personifikasi (penginsanan) merupakan suatu corak khusus dari metafora yang mengiaskan benda-benda mati bertindak, berbuat, berbicara seperti layaknya manusia.

Contoh majas personifikasi :

  • “Angin yang meraung di tengah malam yang gelap itu menambah lagi ketakutan kami” (maksudnya: angin yang bertiup kencang menerpa pepohonan atau tebing-tebing akan memunculkan suara)
  • “Kata-katanya tajam seperti mata pisau” (maksudnya: kata-katanya menyakitkan hati)
  • “Batu-batu karang itu melihat dan menjadi saksi cinta kita”
  • “Daun kelapa yang melambai-lambai menambah sahdu saat kami beranjak pergi” (maksudnya: daun kelapa yang tertiup angin akan bergerak-gerak)

C. Majas Sinekdoke

Semacam bahasa figuratif yang mempergunakan sebagian dari sesuatu hal untuk menyatakan keseluruhan (pars pro toto) atau mempergunakan keseluruhan untuk menyatakan sebagian (totem pro parte).

Contoh majas pars pro toto :

  • “Setiap kepala dikenakan sumbangan sebesar Rp 1.000,-” (maksudnya: setiap orang)
  • “Baru siang ini dia menunjukan batang hidungnya” (maksudnya: orangnya baru datang siang ini)

Contoh majas totem pro parte :

  • “Pertandingan sepak bola antara Indonesia melawan Malaysia berakhir dengan kemenangan Indonesia” (maksudnya: bukan orang Indonesia secara keseluruhan tapi tim sepak bola yang ada di lapangan)
  • “Siswa kami menjuarai lomba bulu tangkis tunggal putra tingkat Kabupaten Bantul” (maksudnya: bukan satu orang siswa)

D. Majas Persamaan atau simile

Majas persamaan ini mengandung perbandingan yang bersifat eksplisit. Yang dimaksud dengan perbandingan yang bersifat eksplisit adalah langsung menyatakan sesuatu sama dengan hal yang lain sehingga lawan bicara tidak perlu memikirkan atau mencari-cari maknanya. Untuk itu, ia memerlukan upaya yang secara eksplisit menunjukkan kesamaan itu, yaitu kata-kata: seperti, sama, sebagai, bagaikan, laksana, dan sebagainya.

Contoh majas simile :

  • “Sifatnya keras seperti batu” (maksudnya: susah diberi masukan, nasehat atau kritikan)
  • “Mukanya merah laksana kepiting rebus” (maksudnya: kemerah-merahan)
  • “Wajahmu bersinar laksana rembulan” (maksudnya: wajahnya enak dipandang, tidak gelap dan tidak terlalu putih)
  • “Kita berdua susah menyatu seperti air dan minyak” (maksudnya: memiliki banyak perbedaan sehingga sulit menyatu baik itu pikirannya, perasaannya)

E. Majas Metonimia

Majas metonomia ini mempergunakan sebuah kata untuk menyatakan suatu hal lain karena mempunyai pertalian yang sangat dekat. Misalnya sifat benda, ciri khas atau nama benda.

Contoh majas metonimia :

  • “Pena lebih berbahaya dari pedang” (maksudnya: sebuah tulisan dapat membunuh karakter seseorang, merusak nama baiknya, menebarkan fitnah dan sebagainya)
  • “Jangan kau patahkan kuntum bunga itu” (maksudnya: jangan mematahkan semangat seseorang remaja yang sedang menggapai cita-citanya)
  • “Saya pergi ke Australia tempo hari naik garuda” (maksudnya: naik pesawat garuda)
  • “Ayahku pergi ke Bali naik Safari Dharma Raya” (maksudnya: naik bus Safari Dharma Raya)

F. Majas Eufimisme

Majas eufimisme merupakan gaya bahasa yang menyatakan sesuatu dengan ungkapan yang lebih halus. Tujuannya agar tidak menyakiti hati orang lain atau menjaga nama baik orang lain.

Contoh majas eufimisme :

  • “Untuk menjaga kestabilan ekonomi, pemerintah menetapkan kebijakan penyesuaian harga BBM” (maksudnya: kenaikan harga).
  • “Untuk mengatasi masalah keuangan, perusahaan itu merumahkan sebagian karyawannya” (maksudnya: memecat atau mem-PHK).
  • “Dia agak sedikit mengalami gangguan kejiwaan” (maksudnya: Dia gila)
  • “Tono saya lihat agak lambat dalam memahami pelajaran” (maksudnya: Tono orangnya bodoh)

G. Majas Asosiasi atau perbandingan

Majas asosiasi itu hampir mirip dengan majas simile. Hanya saja, pada majas asosiasi perbandingannya diungkapkan secara implisit sehingga pembaca atau lawan bicara dipaksa untuk memahami sendiri kalimat yang diungkapkan.

Contoh majas asosiasi :

  • “Sifatnya seperti batu” (disini pembaca dipaksa berfikir, dalam hal apa kok sifatnya disamakan dengan batu?)
  • “mukanya laksana kepiting rebus” (disini pembaca dipaksa berfikir, dalam hal apa kok mukanya disamakan dengan kepiting rebus?)

H. Majas Alegori

Majas alegori merupakan gaya bahasa yang menggunakan beberapa kiasan dimana satu kiasan dengan kiasan lainnya saling berhubungan sehingga mengandung sebuah kesatuan makna.

Contoh majas alegori :

  • “Ternyata ada seekor tikus di ruangan ini, sukanya memakan apa saja yang bisa dimakan, mengambil apa yang bisa diambil. Tingkah laku si tikus ini suatu saat akan menjadi fitnah yang sangat berbahaya bagi kita. Dia akan beraksi ketika kpak direktur pergi”

I. Majas Sinestesia

Majas sinestesia merupakan gaya bahasa yang masuk ke dalam golongan majas metafora. Hanya saja disini dibatasi yaitu membandingkan maksud tujuan sebenarnya dengan sesuatu yang bisa ditangkap oleh panca indera.

Contoh majas sinestesia :

  • “Wajahmu manis sekali, enak di lihat”
  • “Nama kedua orang tuanya sangat harum di mata masyarakat”
  • “Senyuman hangat dapat meredam suasana panas yang tak mengenakkan”
  • “Hampir semua karyawan tidak suka dengan bos yang suka mengeluarkan kata-kata pedas”

J. Majas Disfemisme

Majas disfemisme merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang tabu, kurang beradab atau kurang pantas.

Contoh majas disfemisme :

  • “Jokowi sedang mengunjungi pasar tradisional di daerah Bima, NTB” (Lebih beradab jika di tulis Bapak Jokowi, Bapak Presiden Jokowi)
  • “Coba lihat wanita itu, dia bunting akibat efek negatif dari pergaulan bebas” (Lebih beradab jika aib seseorang itu ditutupi atau menggunakan inisial lain (nama samaran) yang tidak menunjuk ke orangnya langsung)

K. Majas Fabel

Majas fabel merupakan gaya bahasa yang membandingkan perilaku atau sifat hewan untuk mengkiaskan perilaku atau sifat manusia.

Contoh majas fabel :

  • “Jangan sampai tertipu dengan orang yang bicaranya seperti ular berbisa” (bisa ular yang ada di mulutnya dikiaskan untuk orang yang suka menipu dan mencelakakan orang lain)
  • “Tingkah wanita itu gatal seperti ulat keket” (perilaku ulat keket yang berjalan lenggak-lenggok dikiaskan untuk wanita yang suka menggoda)
  • “Dasar tikus berdasi, banyak sekali uang rakyat yang diambil” (sikap tikus yang gemar mencuri dan merusak dikiaskan untuk menggambarkan perilaku koruptor)

L. Majas Parabel

Majas parabel merupakan kiasan yang dibuat dalam sebuah cerita sehingga dalam rentetan cerita tersebut dapat menjadi pelajaran yang berharga atau mendidik.

Contoh majas parabel :

cerita malin kundang, cerita bawang merah dan bawang putih, cerita timun mas, cerita cinderela dll.

M. Majas Eponim

Majas eponim merupakan gaya bahasa yang menjadikan nama seseorang sebagai nama tempat atau pranata.

Contoh majas eponim :

  • “Sebentar lagi kita akan melewati perempatan yang ada bundaran Gusdur di tengah, lalu belok ke kanan”
  • “Kita sekarang sedang berhenti di Jalan Gajah Mada”
  • “Jangan lupa, nanti kita ke rumah Ahmad”

N. Majas Perifrasa

Majas perifrasa merupakan sebuah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu yang panjang sebagai pengganti suatu ungkapan yang pendek.

Contoh majas perifrasa :

  • “Kita pernah dijajah oleh negeri matahari terbit selama 3,5 tahun” (maksudnya: negera Jepang)
  • “Tahun depan saya dan istri akan mengunjungi negeri 1001 malam” (maksudnya: negera Iraq)

O. Majas Simbolik

Majas simbolik merupakan gaya bahasa yang menggunakan simbol-simbol untuk menjelaskan tujuan atau maksud yang sebenarnya.

Contoh majas simbolik :

  • “Rumah Anang Hermansyah tadi malam habis dilahap si jago merah” (maksudnya: api dijuluki sebagai si jago merah)
  • “kita harus korbarkan semangat merah membara!!” (warna merah simbol keberanian)
  • “Kalau perlu kita meja hijaukan sekarang” (meja hijau maksudnya yaitu pengadilan)

Nah, sudah selesailah pembahasan kita tentang pengertian majas perbandingan dan contohnya serta macam-macam majas perbandingan yang jumlahnya ada lima belas. Jika masih ada pertanyaan atau kritik bisa ditulis di bawah ini.

Daftar Pustaka
Suratno dan Wahono. 2010. Bahasa Indonesia Jilid 1 untuk SMA dan MA Kelas X. Semarang: CV Buana Raya.
Utami, Sri, dkk. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 1 untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan