Komplek Wisata Pantai Parangtritis

Komplek wisata pantai Parangtritis meliputi pantai parangtritis, paralayang, pandai parangkusumo, gumuk pasir dan pantai depok. Tempat wisata ini terletak dalam satu kawasan yakni di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bila dari kota Yogyakarta, kita perlu menempuh perjalanan sekitar 27 km ke arah selatan.

Letaknya yang tidak terlalu jauh, membuat pengunjung yang akan menuju ke kompleks wisata ini cukup melewati jalanan lurus yakni jalan parangtritis. Kita bisa menggunakan alat transportasi bus, mobil atau sepeda motor. Untuk transportasi bus umum akan beroperasi dari waktu subuh hingga pukul 17.00 wib. Bila dari kota Yogya, kita bisa naik dari terminal Giwangan Yogyakarta dan berakhir di terminal Parangtritis.

A. Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis

Gambar. Pantai Parangtritis

Pantai parangtritis merupakan salah satu pantai yang menjadi tujuan utama bagi para wisatawan lokal maupun manca negara yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan letak demografisnya, pantai parangtritis menghadap ke arah selatan sehingga mendapatkan efek hembusan angin yang keras dari Samudera Indonesia. Hal ini mengakibatkan pantai parangtritis memiliki gelombang air laut yang besar sehingga sangat berbahaya bagi perenang karena dapat terseret oleh arus balik. Selain itu di dasar laut parangtritis juga terdapat palung laut sebanyak 15 titik yang terletak sekitar tujuh meter dari bibir pantai. Untuk itu tidak disarankan bagi pengunjung untuk berenang terlalu menjorok ke selatan dari bibir pantai.

Pantai parangtritis termasuk pantai yang eksotis dimana disebelah utara hingga disebelah timurnya terdapat tebing dan pegunungan kapur yang banyak ditumbuhi lumut dan pepohonan hijau. Hamparan pasir hitam yang lembut dan landai (datar) juga dapat memberikan kesan tersendiri bagi kita yang hendak berjemur, bermain di pantai atau sekedar duduk menunggu sunset (matahari terbenam). Wisata pantai parangtritis juga menyediakan berbagai macam fasilitas hiburan antara lain penyewaan dokar beroda dua, menunggang kuda, ATV (All Terrain Vechile) dan kolam renang anak. Di malam hari kita juga bisa duduk-duduk untuk menikmati deburan suara ombak, minum wedhang ronde (minuman khas Yogyakarta), jagung dan ubi bakar serta kita dapat juga membuat api unggun untuk menghangatkan udara malam.

1. Sejarah dan Mitos Pantai Parangtritis

Sosok Nyai Roro Kidul dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai seorang jin wanita yang menyukai warna hijau. Bahkan dalam pakaian adat yang digunakannya selalu didominasi dengan warna hijau. Nah, untuk menghormati sosok Nyai Roro Kidul ini kemudian muncul mitos di kalangan masyarakat terkait pelarangan penggunaan pakaian yang didominasi warna hijau.

2. Tarif biaya masuk

Tarif tiket masuk untuk mengunjungi objek wisata ini sebesar Rp 3000,-/orang dan biaya asuransi Rp 250,-/orang. Untuk kendaraannya akan dikenakan tarif pajak Rp 500,-/motor, Rp 1000,-/mobil dan Rp 2000,-/bus pariwisata. Adapun harga parkir untuk sepeda motor sekitar Rp 2000,-/motor.

3. Kuliner, Aksessoris dan Infrastruktur

Di sepanjang jalan parangtritis, kita akan menjumpai aneka penjaja kuliner dan aksessoris. Ada masakan kuliner yang umum di masyarakat Indonesia seperti bakso, mie ayam, soto, sate, tongseng, gulei, nasi goreng, aneka masakan laut dll. Namun terdapat juga makanan khas yogyakarta seperti gudeg, geplek, bakpia dan aneka jajanan pasar. Untuk Anda yang suka mengkoleksi aksessoris terdapat juga berbagai macam aksesoris dan pernak-pernik yang bertema seputar pantai parangtritis seperti baju batik, aneka kaos dll.

B. Paralayang

Bukit Paralayang

Gambar. Bukit Paralayang

Paralayang terdapat di atas tebing sebelah timur pantai Parangtritis yakni di bukit Parang Endog. Untuk mencapai ke tempat ini dapat ditempuh dengan menggunakan mobil, motor atau berjalan kaki ke arah timur sepanjang jalan dari depan terminal parangtritis. Sekitar 300 meter (dari terminal), jalan akan menanjak hingga ada pertigaan pertama kemudian ambilah jalur sempit ke arah selatan. Setelah itu kita akan menempuh jarak berliku dan tanjakan sekitar 200 meter. Pada saat tertentu tempat ini sering digunakan untuk olahraga paralayang dan gantole nasional. Tempatnya yang tinggi membuat kita dapat melihat keindahan kompleks wisata pantai parangtritis dari atas hingga mampu ke batas cakrawala. Di tempat ini kita dapat melihat keindahan sunset dari atas.

1. Tarif biaya masuk

Tidak ada biaya tiket masuk, hanya saja kita harus membayar uang parkir sekitar Rp 3000,-/motor, Rp 5000,-/mobil. Pelayanan jasa parkir berlaku dari pagi hari hingga sore hari pukul 18.00 wib.

2. Kuliner, Aksessoris dan Infrastruktur

Di tempat ini hanya ada warung penjual aneka makanan ringan dan minuman.

C. Pantai Parangkusumo

Pintu Gerbang Pantai Parangkusumo

Gambar. Pintu Gerbang Pantai Parangkusumo

Pantai Parangkusumo terletak di sebelah barat Pantai Parangtritis. Pantai ini merupakan pantai yang digunakan sebagai upacara adat dan pentas kesenian tradisional oleh masyarakat, terutama pada hari 1 Suro atau 1 Muharram (Catatan: upacara tidak serta merta pada tanggal 1 syuro, bisa tanggal 15 suro). Mitosnya, tempat ini merupakan pintu gerbang yang menghubungkan Keraton Yogyakarta dengan Kerajaan Gaib Pantai Selatan milik Nyai Roro Kidul. Selain itu masyarakat penganut agama Hindu juga sering melakukan upacara melasti pada hari-hari sebelum hari besar Nyepi.

Pantai parangkusumo terkenal dengan nuansa mistis dimana terdapat dua batu yang disakralkan. Batu tersebut terdapat dua macam yakni ukuran 1 ukuran besar dan 1 ukuran kecil. Konon, batu yang berukuran besar dulunya merupakan tempat duduknya Senopati saat melakukan pertapaan namun dirasa tidak nyaman kemudian Senopati berpindah duduk di batuan kecil.

Batu tempat Senopati melakukan semedi

Gambar. Batu tempat Senopati melakukan semedi

Pada saat bertapa di batu kecil inilah kemudian Senopati didatangi oleh Nyai Roro Kidul yang ingin membantu mengamankan dan mengayomi Kerajaan beserta keturunannya. Nah, darisinilah kemudian ritual doa bersama yang diakhiri dengan acara labuhan menjadi upacara adat tradisional yang terus dilestarikan. Upacara ini ditujukan untuk membina hubungan baik antara sesama makhluk Tuhan yakni antara manusia dan jin.

D. Gundukan Pasir/Gumuk pasir

Gumu Pasir di Parangtritis

Gambar. Gumuk Pasir di Parangtritis

Gundukan pasir atau gumuk pasir merupakan salah satu keajaiban dari fenomena alam dimana terdapat gundukan pasir seperti halnya yang terdapat di padang pasir, daerah timur tengah. Disini kita dapat melihat suasana padang pasir yang terjadi akibat dari luapan pasir gunung merapi yang hanyut terbawa oleh sungai opak menuju pantai. Kemudian pasir tersebut akan terbawa oleh ombak menuju tepi pantai dan bila telah mengering, maka pasir akan tertiup angin menuju ke suatu tempat tertentu sehingga menjadi gundukan pasir. Peristiwa ini terjadi dalam waktu yang sangat lama.

Di gumuk pasir ini pemerintah juga membuat laboratorium geospasial pesisir seluas 2 ha sebagai museum sekaligus tempat penelitian terkait fenomena gumuk pasir. Bangunan tersebut terdiri dari 1 unit kantor, 1 unit ruang Aula dan tempat penyuluhan, 1 unit museum, 1 unit mess dan 1 unit kantin.

Tempat yang eksotis membuat wisata gumuk pasir sering digunakan sebagai tempat foto pra nikah, video klip musik dan latihan manasik haji.

E. Pantai Depok

Pintu gerbang Pantai Depok

Gambar. Pintu gerbang Pantai Depok

Berbeda dengan pantai parangtritis dan parangkusumo, Pantai depok lebih mengunggulkan sisi kuliner yang didominasi oleh hasil laut. Pantai depok berada di sebelah barat pantai Parangkusumo yaitu sekitar 3 kilometer. Disini banyak terdapat warung masakan laut dan terdapat 1 unit tempat pelelangan ikan. Jalan menuju pantai depok sudah beraspal halus dengan ukuran sedang sehingga bisa dilalui oleh motor, mobil dan bus. Tarif biaya yang dikenakan adalah tarif biaya parkir yakni sekitar Rp 3000,-/motor dan Rp 5000,-/mobil.

Dokumen Penulis

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *