Ada banyak teori terkait pembentukan alam semesta namun yang paling banyak diakui adalah teori big bang dimana alam semesta berasal dari sebuah ledakan besar. Dentuman besar tersebut terjadi sekitar 13,7 miliar tahun lalu.
Para ilmuwan baru-baru ini menemukan sisa-sisa sinyal dari langit yang berasal dari permulaan terciptanya alam semesta. Sinyal tersebut menjalar keseluruh alam semesta tepat sesaat segalanya ada dari sebuah ketiadaan. Sinyal tersebut berupa simpul khusus yang berada di cahaya paling tua di jagad raya. Kita bisa mendeteksinya melalui teleskop manusia.
Gambar. Ilustrasi Ilmuwan menemukan bukti baru terkait penciptaan alam semesta
Dilansir dari BBC News, 18 Maret 2014, Profesor Marc Kamionkowski dari Johns Hopkins University mengungkapkan bahwa ini merupakan penemuan yang spektakuler.
“Aku telah melihat riset itu, argumennya sangat persuasif, dan para ilmuwan yang terlibat di dalamnya adalah orang-orang paling teliti, hati-hati, dan konservatif yang saya ketahui”, terangnya.
Peneleitian ini tergabung dalam sebuah proyek yang dikenal sebagai BICEP2, menggunakan teleskop yang terpasang di kutub selatan. Tujuannya adalah untuk mencari sisa-sisa dari proses ‘inflasi’ (inflation) yakni sebuah gagasan bahwa alam semesta mengalami percepatan pertumbuhan dalam seper-triliun pertama dari triliun per triliun dari sedetik.
Teori ini menyatakan bahwa alam semesta berasal dari ukuran yang tak terbayangkan sebelumnya yakni hanya sebesar ukuran kelereng yang kemudian mengalami pengembangan sekitar 14 miliar tahun sejak peristiwa big bang.








