Contoh Tahapan atau Skema Respirasi Aerob dan Anaerob

  • Whatsapp
tahapan respirasi aerob dan anaerob
tahapan respirasi aerob dan anaerob

Contoh Tahapan atau Skema Respirasi Aerob dan Anaerob – Proses di mana energi yang ada di dalam glukosa dilepas oleh sel disebut respirasi sel. Respirasi sel ini terjadi di hewan, manusia, ataupun tumbuhan yang proses berlangsungnya dalam beberapa tahap.

Respirasi yang terjadi di dalam sel yang memerlukan gas O2 disebut respirasi aerob. Sedangkan respirasi di dalam sel yang terjadi tanpa gas O2 disebut respirasi anaerob.

Baca juga: Pengerian dan Tahapan Katabolisme

Pada prinsipnya respirasi merupakan reaksi redoks, karena dalam proses terjadinya dibutuhkan akseptor untuk menerima elektron. Untuk mengetahui lebih detail terkait respirasi anaerob dan respirasi aerob. Dapat Anda simak penjelasan berikut.

Pengertian Respirasi Anaerob

Respirasi anaerob merupakan salah satu proses katabolisme yang tidak memerlukan oksigen bebas, namun menggunakan senyawa tertentu seperti etanol ataupun asam laktat. Asam piruvat yang diperoleh dari glikolisis dapat di metabolisme menjadi senyawa berbeda baik dalam keadaan ketersediaan oksigen maupun tidak.

Apabila dalam kondisi tersedia oksigen atau aerobik, maka enzim mitokondria bisa mengkatalisis oksidasi asam piruvat menjadi H2 maupun CO2 dan menghasilkan energi dalam bentuk ATP.

Sedangkan pada keadaan tanpa ada oksigen atau anaerob yaitu pada sebuah sel dapat mengubah asam piruvat menjadi karbondioksida dan etil alkohol serta membebaskan ATP. Kemudian oksidasi asam piruvat pada sel otot dapat menjadi CO2 dan asam laktat serta membebaskan ATP.

Proses reaksi tersebut disebut fermentasi. Pada proses fermentasi beberapa enzim terlibat dalam sitoplasma sel.

Baca juga: Glikogenesis, Glikogenolisis dan Glukoneogenesis

perbedaan tahapan respirasi aerob dan anaerob

Pengertian Respirasi Aerob

Respirasi aerob adalah suatu reaksi katabolisme yang memerlukan suasana aerobik yang membutuhkan adanya oksigen yang sangat dibutuhkan demi menghasilkan energi pada skala yang besar. Energi yang disimpan adalah energi dalam bentuk kimiawi yang seringkali disebut ATP.

Energi dalam bentuk ATP tersebut kemudian dimanfaatkan oleh sel dalam tubuh makhluk hidup sebagai sistem gerak transportasi reduksi, untuk menunjang kebutuhan serta kegiatan yang lainnya. Secara sederhana respirasi aerob dapat dirumuskan C6H12 + 6O2 = 6HCO2 + 6H2O.

Ciri-Ciri Respirasi Anaerob

  1. Apabila tidak terdapat gas oksigen, maka sel tidak akan memiliki akseptor alternatif guna memproduksi ATP, sehingga elektron yang didapatkan dari proses glikolisis dibawa oleh senyawa organik.
  2. Proses pada poin nomor 1 disebut dengan fermentasi alkohol, yang mana proses tersebut dilakukan oleh ragi dengan cara melepas gugus karbon dioksida dari asam piruvat yang dilakukan melalui dekarboksilasi dan mendapatkan molekul 2 karbon asetildehida.
  3. Asetildehida tersebut kemudian menggunakan elektron yang didapat dari NADH, dengan demikian dapat merubah menjadi etanol.
  4. Proses fermentasi alkohol dilakukan oleh tanaman, sedangkan proses fermentasi asam laktat terjadi pada sel hewan dengan cara melakukan transfer elektron dari NADH lalu kembali ke piruvat lagi.

Ciri-Ciri Respirasi Aerob

  1. Respirasi aerob ini memerlukan gas O2 maupun oksigen sebagai akseptor elektron.
  2. Proses respirasi aerob terjadi di dalam matriks mitokondria.
  3. Untuk dapat memecah senyawa organik menjadi anorganik didapatkan energi pada jumlah yang lumayan besar yaitu sekitar 36 ATP.
  4. Untuk respirasi aerob terbagi menjadi 4 tahapan utama yaitu glikolisis, siklus krebs , dekarboksilasi oksidatif, serta proses transpor elektron.

Dalam proses tersebut, bakteri aerob memerlukan oksigen supaya dapat bertahan hidup. Serta apabila tidak terdapat oksigen, maka bakteri yang terlibat akan mati. Selain hal tersebut, bakteri aerob juga menggunakan glukosa maupun zat organik lainnya seperti etanol untuk diubah menjadi H2O, CO2, serta berbagai energi lainnya.

Contoh bakteri yang digunakan dalam respirasi aerob yaitu Nitrosocoocuc, Nitrosomonas, Nitrobacter, Mycobacterium Tuberculosis, Bacillus, Nocardia dan beberapa yang lainnya.

Kemudian bakteri yang digunakan dalam respirasi anaerob yaitu Clostridium Tetani, Micrococcuus Denitrificans, Clostridium Botulinum, Shigella, dan beberapa yang lainnya.

Tabel perbedaan respirasi aerob dan anaerob

Baca juga: Proses dan tahapan glikolisis

Nah, bila ada pertanyaan terkait Contoh Tahapan atau Skema Respirasi Aerob dan Anaerob bisa ditulis di bawah ini.

Daftar Pustaka

Campbell. (2008). Biologi Jilid 1 Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga

Suharsono dan Egi Nuryadin. (2018). Biologi Sel. Tasikmalaya: LPPM Universitas Siliwangi.

Suryo. (2008). Genetika Manusia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *