Planet Bumi (Earth)

Planet Bumi (Earth) merupakan planet ketiga terdekat dari matahari dan termasuk urutan kelima terbesar di tata surya kita dengan massa sebesar 5.9722 x 1024 kg dan diameter sebesar 12.756,3 km. Ukuran bumi lebih kecil dari -planet gas- Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus namun lebih besar dari -planet batu- Merkurius, Mars dan Venus.

Gambar: Bumi (earth) merupakan planet ketiga terdekat dari matahari. Foto: Nasa/JPL

Gambar: Bumi (earth) merupakan planet ketiga terdekat dari matahari. Foto: Nasa/JPL

Bumi memiliki bentuk bulat (meski tidak bulat sempura), tekanan gravitasi yang menyebabkan hal ini terjadi. Gerak rotasi bumi menyebabkan bagian kutub tergencet dan bagian khatulistiwa membengkak.

Sekitar 71% dipermukaan bumi mengandung air, sebagian besar berada di lautan. Sedangkan seperlima di atmosfer bumi mengandung oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan.

A. Gerak Orbital
Bumi berputar mengelilingi garis imajiner yang membentang dari kutub utara ke kutub selatan, garis ini dinamakan sebagai sumbu rotasi bumi. Selain itu bumi juga melakukan gerakan mengelilingi matahari yang dinamakan sebagai gerak revolusi matahari. Dibutuhkan waktu 24 jam untuk melakukan satu gerakan rotasi dan waktu 365 hari untuk melakukan gerak mengelilingi matahari.

1. Rotasi
Rotasi adalah perputaran suatu benda mengitari porosnya (sumbunya). Bukti bumi berotasi sebagai berikut. Selain itu, atmosfer yang menyelubungi bumi juga ikut berotasi. Hal ini tentunya mengakibatkan beberapa akibat, diantaranya:
a. peredaran semu,
b. pergantian siang dan malam,
c. perbedaan waktu,
d. perbedaan percepatan gravitasi di permukaan bumi,
e. pembelokan arah angin, dan
f. pembelokan arus laut.

2. Revolusi
Revolusi adalah perputaran suatu benda mengitari benda lainnya. Bukti bumi berevolusi adalah
a. terjadinya paralaks bintang (beda lihat bintang),
b. terjadinya aberasi cahaya bintang.

Adapun akibat-akibat revolusi bumi, antara lain;
a. gerak semu matahari,
b. perubahan lamanya siang dan malam,
c. pergantian musim, dan
d. terlihatnya rasi bintang yang berbeda dari bulan ke bulan.

B. Sejarah Pembentukan Bumi

Menurut hasil penelitian para ahli astronomi dan geologi, Bumi terbentuk atau terlepas dari tubuh Matahari sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Perkiraan kelahiran Bumi ini didasarkan atas penelaahan Paleontologi -ilmu yang mempelajari fosil-fosil sisa makhluk hidup purba di masa lampau- dan stratigrafi -ilmu yang mempelajari struktur lapisan-lapisan batuan pembentuk muka Bumi (Bambang Utoyo, 2009, Membuka Cakrawala Dunia).

Bumi terbentuk bersama dengan peristiwa Big Bang. Pada fase terakhir terbentuklah gumpalan kabut materi yang di dalamnya terjadi proses konsentrasi, artinya partikel-partikel saling bergabung pada pusat-pusat terdekat sesuai dengan gaya gravitasi. Ketika bumi masih dalam keadaan cair (panas), sambil terjadi proses pemuaian suhu karena makin jauh dari pusat ledakan terjadilah diferensiasi batuan secara gravitasional. Unsur-unsur berat tenggelam ke pusat bumi, sedangkan yang dingin menyembul ke atas. Dengan demikian, terbentuklah planet bumi yang berlapis-lapis dan padat (Saptanti Rahayu, 2009, Nuansa Geografi).

Ed Suess (1831 – 1914), berpendapat bahwa India, Amerika Serikat, Antartika, dan Australia dahulu menjadi satu sehingga memiliki corak geologis yang sama. Kesatuan tersebut membentuk suatu benua yang disebut Gondwana.

Alfred Lothar Wegener (1880 – 1930) -seorang ahli cuaca dari Jerman- memiliki pendapat yang serupa dengan Ed Suess, Ia mengemukakan Teori Pengapungan Benua (Continental Drift Theory). Teori tersebut mengemukakan bahwa sampai sekitar 200 juta tahun yang lalu, di Bumi baru ada satu benua dan samudra yang maha luas. Benua raksasa ini dinamakan Pangea, sedangkan kawasan samudra yang mengapitnya dinamakan Panthalasa. Kemudian Sekitar 180 juta tahun yang lalu, benua raksasa tersebut pecah menjadi dua, yaitu pecahan benua di sebelah utara dinamakan Laurasia dan di bagian selatan dinamakan Gondwana. Kedua benua itu dipisahkan oleh jalur laut sempit yang dinamakan Laut Tethys. Sisa Laut Tethys pada saat ini merupakan jalur cebakan minyak Bumi di sekitar laut-laut di kawasan Timur Tengah.

Gambar:Teori Pengapungan Benua oleh Alfred Wegener mengenai terbentuknya massa daratan Bumi (www.wisegeek.org).

Gambar:Teori Pengapungan Benua oleh Alfred Wegener mengenai terbentuknya massa
daratan Bumi (www.wisegeek.org).

[color-box]Rahayu, Saptanti.2009. Nuansa Geografi. Solo: PT Widya Duta Grafika.
Utoyo, Bambang. 2009.Geografi: Membuka Cakrawala Dunia. Bandung: PT. Pribumi Mekar.[/color-box]

Tim Siswapedia

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *