Bidang Percetakan Pada Penerbitan Pers

Ayo, kita kenalan dengan alur pembuatan berita di bidang percetakan pada penerbitan pers , bagaimana sih alur kerjanya?

Bidang percetakan pada penerbitan pers merupakan bagian terpenting dalam suatu proses usaha di bidang penerbitan pers, namun demikian, keberadaan percetakan ini tidak secara mutlak harus ada.

Artinya perusahaan penerbitan tidak secara mutlak harus memiliki percetakan sendiri. Ada kalanya penerbitan pers tidak memiliki percetakan sendiri, tetapi mencetakkan pada perusahaan lainya. Tetapi ada juga perusahaan penerbitan pers yang memiliki mesin-mesin cetak sendiri bahkan melayani pencetakan penerbitan pers lainnya.

Harian pagi Jawa Pos misalnya, memiliki percetakan sendiri yang khusus untuk mencetak penerbitan pers dari group Jawa Pos sendiri. Artinya, Jawa Pos tidak melayani pencetakan penerbitan lainnya.

Harian sore Surabaya Post memiliki percetakan sendiri, tetapi sampai lahir tahun 1999 Surabaya Post tidak melayani pencetakan penerbit lain, kecuali dalam keadaan tertentu. Artinya, Surabaya Post Printing mau mencetakkan penerbitan lain jika sifatnya membantu sementara, atau ketika penerbit yang bersangkutan mesin cetaknya mengalami kerusakan.

Unit percetakan pada masing-masing penerbit pers mempunyai pemimpin tersendiri. Ada yang disebut direktur percetakan, atau pemimpin percetakan dengan beberapa manajer dan staf. Berikut beberapa bagian yang ada dalam percetakan.

Bagian Setting dan Korektor

Korektor adalah bagian yang menerima naskah luar. Ada kalanya pemberi order dari luar hanya menyerahkan naskah yang masih mentah. Artinya, naskah cetak itu baru berupa ketikan manual. Jika asa order seperti ini, bagian setting dan korektor harus mengerjakan dengan mengetik ulang pada komputer. Tetapi jika order tersebut sudah berupa naskah matang (sudah di layout), maka naskah itu langsung ditangani bagian reproduksi untuk dibuatkan film dan plate cetaknya.

Bagian Design (Desain)

Bagian Desain adalah satu pekerjaan yang menggabungkan antara seni dengan teknologi komputer guna menghasilkan suatu karya seni yang dapat menunjang perwajahan dari suatu penerbitan pers. Umumnya, dalam perusahaan penerbitan pers, desain banyak dimanfaatkan oleh bagian iklan, untuk membuat gambar-gambar yang melatarbelakangi penampilan pemuatan iklan.

Sebenarnya pekerjaan bagian desain bukan sekedar memberi ilustrasi pada pemuatan iklan saja, tetapi menyeluruh pada pekerjaan yang menyangkut tata letak dan perwajahan suatu produk penerbitan pers.

Designer, bertanggung jawab terhadap dap wajah dan penampilan koran majalah, tetapi dalam membuat dan menentukan wajah dan penampilan produknya, designer harus konsultasi lebih dulu dengan bidang redaksi.

Dalam perusahaan penerbitan pers, biasanya ada beberapa tenaga desain yang diperkerjakan seusai dengan kebutuhan produk penerbitannya. Ada designer khusus iklan, desginer halaman khusus, halaman depan, dan sebagainya.

Untuk surat kabar, kebutuhan tenaga desain banyak diperlukan di bagian iklan. Tetapi pada penerbitan majalah, selain untuk iklan, designer dibutuhkan untuk cover ( sampul), dan ilustrasi artikel di halaman dalam.

Untuk membuat gambar pemain sepak bola seperti di atas merupakan pekerjaan bagian desain yang kemudian penempatan posisinya merupakan tugas bagian layout

Gambar. Untuk membuat gambar pemain sepak bola seperti pada koran Tribun Jogja di atas merupakan pekerjaan bagian desain yang kemudian penempatan posisinya merupakan tugas bagian layout (Foto: Siswapedia)

Bagian Layout

Bagian layout (tata letak/perwajahan ) mempunyai peranan yang juga tak kalah pentingnya. Karena hasil kerja layout inilah yang berhadapan langsung dengan konsumen atau pembacanya.

Jika tata letak atau perwajahan dari produk penerbitan pers itu bagus dan menarik, maka akan menimbulkan daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk membacanya. Umumnya pembaca koran atau majalah, sebelum membeli terlebih dahulu melihat isi dari koran atau majalah tersebut melalui penampilan wajahnya. Jadi pekerja bagian layout sangat penting.

Bagian Reproduksi

Bagian reproduksi tugasnya membuat film dan plate cetak. Film dibuat dalam dua bagian, yaitu positif dan negatif. Film positif adalah film warna putih tulisan hitam, sedangkan film negatif adalah film negatif adalah film hitam dengan tulisan putih.

Film-film inilah yang kemudian diserahkan kepada bagian plate untuk dibuatkan master cetak berupa plate baja untuk diputar pada mesin cetak.

Untuk surat kabar ukurannya plano, atau broad sheet. Sedangkan untuk mahalah ukuran kuarto atau folio. Master cetak dari plate baja inilah yang akhirnya dipasang pada mesin cetak besar untuk diputar pada kertas rol.

Halaman ini telah memberi gambaran pada kita semua bahwa pekerjaan di bidang percetakan pada penerbitan pers sangatlah komplek yang melibatkan beberapa bagian pekerjaan. Ini belum termasuk bagian pembuatan naskahnya lho!. Semua ini dilakukan guna memberikan sebuah berita yang berkualitas bagi para pembaca.

Lutfi Aminuddin

Lutfi Aminuddin

Lutfi Aminuddin merupakan kolumnis dibeberapa media lokal dan nasional. Tulisan Lutfi bisa dijumpai pada Harian Pemalang, Geotime, Hipmee, Pressiwa, Solopos, dan masih banyak yang lainya lagi. Lutfi telah mengeluarkan buku berjudul Negeri Bahagia Skandinavia tahun 2017 yang diterbitkan oleh penerbit Asrifa. Lutfi mengenyan Studi S1 nya di IAIN Purwokerto dengan Jurusan Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam. Ia juga mengambil S1 di IAIN Surakarta pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *