9 Penyebab Tanah Longsor

9 penyebab tanah longsor

Penyebab tanah longsor sangatlah beragam namun secara garis besar terjadi karena material-material yang ada di dalam tanah mengalami pergeseran menuju daerah yang lebih rendah.

Gaya gravitasi bumi secara alamiah akan menarik material bebatuan dan partikel tanah menuju inti bumi atau kalau dalam sudut pandang kita yang ada di permukaan bumi, maka arahnya ke bawah.

Jika struktur tanah ini tidak kuat menopang beban di atasnya atau tanahnya sendiri telah rapuh, maka material-material yang ada di dalam tanah akan mengalami pergerakan. Nah peristiwa ini kita namakan sebagai tanah longsor.

Mengenal tanah rawan longsor

Menurut Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO), terdapat enam wilayah yang sangat rentan terjadinya tanah longsor, yakni:

  1. Medan yang terjal
  2. Lahan hutan yang sebelumnya telah terjadi kebakaran
  3. Tanah yang telah dialihfungsikan oleh manusia tanpa pertimbangan keamanan lingkungan
  4. Tanah hasil penggundulan hutan dan konstruksi
  5. Wilayah di sepanjang aliran sungai atau bantaran sungai
  6. Wilayah manapun yang aliran air permukaannya telah diarahkan atau tanah yang sudah sangat jenuh terhadap air.

Keenam wilayah ini dinilai sangat berpotensi terjadinya tanah longsor sehingga diharapkan masyarakat bisa lebih memperhatikan aktivitasnya bila dilakukan di wilayah ini.

9 Penyebab tanah longsor

Berikut sembilan penyebab terjadinya tanah longsor.

1. Erosi atau Abrasi

Erosi merupakan proses pengikisan tanah yang disebabkan oleh aliran air permukaan di sepanjang bantaran sungai. Sedangkan abrasi merupakan pengikisan tanah di pinggir pantai akibat terjangan ombak.

Kedua peristiwa ini dapat mengikis material tanah dalam jangka waktu yang lama sehingga jika struktur tanahnya telah menjadi tidak stabil, maka akan menimbulkan bencana tanah longsor.

2. Terjadinya gempa bumi

Peristiwa gempa bumi, melalui getarannya dapat merusak struktur tanah sehingga membuatnya menjadi tidak kuat dan tidak stabil.

Selain itu dapat pula menyebabkan teradinya tanah longsor di daerah yang sebelumnya struktur tanahnya tidak kuat seperti daerah-daerah tebing yang curam namun tanahnya gembur.

Getaran gempa bumi dapat membuat partikel-partikel di dalam tanah ikut pula bergetar dan saling memberikan tekanan satu dengan yang lainnya. Tekanan ini akan membuat sejumlah partikel yang tidak saling terikat kuat akan bergerak. Secara alami, gerakan ini akan menuju ke wilayah yang permukaannya lebih rendah akibat tarikan gaya gravitasi bumi,

3. Pelapukan bebatuan di bawah tanah

Jika kita amati, daerah yang di bawah tanahnya terdapat struktur bebatuan yang kuat akan lebih sulit untuk terjadinya longsor daripada daerah yang tanahnya gembur atau lembek.

Kita bisa melihat betapa kuatnya bebatuan ini ketika kita mengunjungi area pegunungan yang dijadikan sebagai area penambangan batu pondasi rumah. Terkadang dibutuhkan alat berat hanya untuk memecahkan batu.

Akan tetapi kuatnya struktur tanah ini akan melemah ketika terjadi proses pelapukan di bawah tanah yang berangsur dalam kurun waktu yang sangat lama.

Batu yang tadinya kuat akan menjadi lebih lunak untuk dihancurkan. Bahkan jika hal ini berada di daerah yang curam, tarikan gravitasi bisa saja menariknya ke bawah sehingga mengakibatkan longsor.

4. Curah hujan yang sangat tinggi

Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lama dapat menyebabkan tanah menjadi lebih lunak daripada ketika dalam kondisi kemarau. Dalam kondisi ini, tanah yang berada di daerah miring akan lebih berpotensi untuk terjadi longsor.

5. Penggundulan hutan

Penyebab tanah longsor selanjutnya yakni yang disebabkan oleh ulah tangan-tangan manusia yang melakukan penebangan hutan tanpa diimbangi dengan penanaman kembali.

Penggundulan hutan dapat mempengaruhi struktur tanah sehingga membuatnya menjadi lebih longgar akibat tidak adanya ikatan atau cengkraman yang kuat dari akar-akar pepohonan.

Selain itu, tidak adanya pohon itu berarti tidak ada yang akan menyerap air di dalam tanah. Jika kandungan air di dalam tanah terlalu banyak saat musim hujan, maka tananhya akan menjadi sangat lunak sehingga mudah mengalami pergerakan.

6. Aktivitas gunung berapi

Ada tiga aktivitas gunung berapi sangat berpotensi menyebabkan terjadinya tanah longsor yaitu getaran gempa yang dihasilkan, luapan debu yang strukturnya renggang menutupi tanah dan aliran lava yang meluncur deras.

7. Penumpukan sampah

Tumpukan sampah meskipun itu telah menggunung atau dipendam dalam jumlah yang banyak tetaplah merupakan tumpukan dengan struktur yang sangat rapuh karena sampah-sampah tidak bisa saling mengikat satu dengan yang lainnya.

Hal ini dapat menyebabkan longsor sebagaimana yang telah terjadi di TPA Leuwigajah yang menyebabkan banyaknya korban jiwa.

8. Teknis pertambangan yang salah

Daerah pertambangan merupakan daerah yang sangat rawan longsor karena aktivitas ini merubah struktur tanah. Hal ini dapat diperparah bila terjadi kelalaian dalam teknis penambangannya, maka dapat menjadi sebuah kesalahan yang fatal.

Telah banyak terjadi peristiwa longsor di daerah pertambangan, misalnya di Tambang Bayan Obo (China) yang menghilangkan 47 nyawa, Tambang emas Xinjiang (China) yang membuat 18 penambang harus terjebak saat melakukan penambangan.

Penanaman perkebunan di daerah lereng yang dapat berpotensi mengakibatkan tanah longsor

9. Kesalahan penataan pertanian di lereng gunung

Banyak sekali aktivitas perkebunan atau pertanian masyarakat di lereng gunung yang tidak mempertimbangkan keselamatan dan keamanan lingkungan. Mereka menanam sayuran, jagung, singkong begitusaja di daerah yang permukaannya miring.

Seharusnya daerah lereng tidak boleh digunakan untuk berkebun, kalaupun memang harus digunakan untuk pertanian atau perkebunan hendaknya permukaan tanahnya dibuat menjadi terasering atau berundak-undak untuk meminimalisir terjadinya longsor.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *