Transkrip wawancara Mata Najwa dengan Prof. Djohar
Jumat, 13 April 2012
Yah..kita merasa rugi dan PSSI merasa rugi..kekuatan kita jadi terbagi. Pemain inti kita memang benar banyak di ISL, di level senior. Dan ini memang bukan larangan dari PSSI. PSSI tidak ada ketentuan, tidak ada larangan, tidak ada aturan pemain untuk bermain di Timnas. Saya katakan dari awal siapapun dia, asal dia bagus menurut pelatih, akan diambil, apakah dia punya klub ataupun tidak punya klub. Tetapi yang melarang ini adalah FIFA melalui surat tanggal 21 Desember 2011. FIFA melarang semua pemain yang berkompetisi di luar federasi tidak boleh memperkuat tim nasional, ini FIFA yang melarang.
Dan PSSI tidak berkeinginan melobi FIFA..? Bukankah ada cara untuk membujuk atau mengupayakan supaya tidak..... karena inikan semuanya masih tahap negosiasi ni pak, jangan-jangan memang dijadikan alasan juga oleh PSSI supaya betul-betul tunduk kepada PSSI..
Ooo...tidak ada yang untung dalam keributan ini. Yang paling rugi adalah pemain. Pemain yang paling menderita dalam perselisihan ini. Pemain yang punya potensi untuk bermain di Timnas tidak bisa memperkuat Timnas, kemudian karier juga terhambat, dan kita (PSSI) cari sponsor juga susah, klub-klub yang di luar kompetisipun cari sponsor susah, inikan semuanya rugi. Sponsor mau membantu, tapi "ini ah lagi ribut-ribut...waduuh tunggu dulu dong"..tidak ada yang untung. Dan Timnas kita tidak untung. Oleh karena itulah paling mudah mari kita duduk, mari kita berdamai, ini rumah kita, PSSI rumah besar, organisasi PSSI yang diakui yakni yang kami pimpin inilah yang kita besarkan. Mari pemain-pemain, mari kita kumpul, mari kita sambut bersama..
Tapi Anda masih melihat ada harapan untuk rekonsiliasi?
Sangat besar ya..
Dua kali diundang tidak ada yang datang pak Djohar?
Saya, saya terharu dengan teman di AFC, saya ikut rapat waktu di Kuala Lumpur, saya jelaskan kepada mereka, mereka tahu,, bagaimana tentang Indonesia, mareka tahu.... saya jelaskan gini, gini, gini. Dan di rapat exco mereka setelah selesai dikatakan President Djohar, kami akan bela matian Indonesia agar tidak dihukum. Artinya Orang asing sendiri tidak ingin Indonesia dihukum, tapi anehnya ada sekelompok orang di Indonesia ini sangat semangat agar Indonesia dihukum. Bagaimana nasionalismenya? tanggung jawabnya terhadap bangsa ini. Dia ingin Indonesia dihukum, yang dihukum itu bukan Djohar, bukan pengurus PSSI, tapi INDONESIA.
Oke pak, tapi dalam prakteknya, real/kenyataanya dua kali diundang yang datang cuma satu, Persib. Yang kedua tidak ada yang datang sama sekali...
Yah...jadi kita terus berusaha ya. Kita akan terus undang, kita akan tanyakan sekarang satu persatu, tim kita ada, maunya ketemunya dimana, mau ketemu rame-rame atau sendiri-sendiri, mau ketemunya di rumah Anda atau gimana itu akan kita teruskan...
Pak Djohar, saya berbincang dengan salah satu manager klub yang bergabung di ISL, e...Sriwijaya FC, e...tepatnya. Dan dia mengatakan hanya mau rekonsiliasi kalau kompetisi dikembalikan ke jaman awal ketika masih ada hanya 18 klub yang bertanding, bukan dalam sistim yang sekarang karena itu dia tadi merasa tidak fair, sudah berdarah-darah, tiba-tiba diganti sama sekali kompetisinya. Mungkinkah itu dilakukan?
e...ini, e...cara pandang yang berbeda. Kita kan berpandang dari apa yang diinginkan oleh kemajuan sepak bola dunia. Kita ingin mengangkat sepak bola Indonesia ini go up ke atas, dengan cara sistem yang lama kemarin kita gak dapat apa-apa, prestasi kita gak dapat apa-apa, pembinaan juga kita juga dapat apa-apa. Nah, sekarang ada model yang diserahkan oleh AFC untuk kita ikuti, maka kita ikutilah model yang sedang berkembang di seluruh dunia.
Najwa: PSSI bersedia duduk bersama dengan KPSI atau hanya dengan klub-klub?
no...KPSI kelompok yang tidak kami kenal. Kami bermasalah hanya dengan klub.
Anda tidak menganggap KPSI ada?
Itu tidak kami kenali. Organisasi sepak bola di Indonesia hanya satu, diakui FIFA, diakui AFC. Kami bermasalah hanya dengan klub.
Kalau klubnya menginduknya atau menurut ke KPSI, tidak mau diajak ngomong juga KPSI?
Anggota kami hanya klub, kami berbicara hanya dengan anggota kami. Kami hanya menjalankan statuta, kami tidak boleh keluar dari statuta, tidak boleh keluar dari yuridiksi. FIFA melarang kami berhubungan dengan orang-orang yang dihukum atau dari organisasi yang tidak dikenal.
Anda ingin berhubungan dengan klub, tapi klub sekarang hubungannya dengan KPSI dan ISL-nya. Agak sulit melihat, kalau tidak mau berhubungan sama sekali, mulai rekonsiliasinya darimana?
Klub kan juga harus tunduk kepada statutanya PSSI. Klub kan anggota PSSI, statuta PSSI harus dihormati oleh klub, mereka tidak boleh lari dan keluar dari statuta, makanya kita maennya di statuta. Supaya apa yang kita bicarakan semua dalam role (peran), dalam rel yang benar.
Jadi tidak memperdulikan yang namanya KPSI?
No...
No..? berhenti disitu, no..
(Metro TV)
Foto: TribunSport
Rekomendasi untuk Anda:IPL
