Faktor Pendorong Perubahan Sosial
Follow me

Siswa Team

Siswapedia at Siswa Indonesia
Melalui siswapedia.com, kami ingin ikut serta dalam menyediakan informasi pendidikan dan pengetahuan umum gratis di Indonesia. Dukung kami agar kami mampu mewujudkan impian itu.
Tentang Kami | Kebijakan Privasi | Ketentuan Layanan | Kontak
Follow me

Latest posts by Siswa Team (see all)

Bersponsor
Tersedia berbagai model Tas fashion, sport, Casual, Ransel, Selempang, Jinjing, Dompet, Accessories, Dll. Dengan produk Model kualitas

Bersponsor
Aneka produk Herbal,100 % berasal dari ekstraksi bahan-bahan alami. Berkhasiat ampuh untuk menyembuhkan segala macam jenis penyakit & tidak berbahaya bagi tubuh.

Faktor Pendorong Perubahan Sosial

Faktor pendorong perubahan sosial – Ada beberapa faktor pendorong perubahan sosial yang tentunya dapat mempengaruhi kehidupan sosial itu sendiri. Dalam pemikirannya, Margono Slamet menjelaskan bahwa faktor-faktor pendorong perubahan sosial meliputi empat hal, yakni:

1. Adanya rasa ketidakpuasan kepada situasi yang ada saat ini sehingga seseorang memiliki keinginan untuk mendapatkan situasi yang lain.

2. Adanya pengetahuan tentang sesuatu yang ada saat ini dengan sesuatu yang seharusnya bisa ada. Seorang manusia cenderung mengharapkan situasi dan kondisi yang ideal namun dalam kenyataannya, tidak semua bisa tercapai. Hal ini, tentu akan mendorong manusia untuk berusaha yang lebih sehingga terciptalah sebuah perubahan.

3. Adanya tekanan dari luar dapat membuat perubahan pada jiwa seseorang sehingga dapat merubah keinginan seseorang untuk melakukan perubahan sosial.

4. Adanya kebutuhan dari dalam untuk mencapai efisiensi dan peningkatan kualitas hidup.

Selain empat hal di atas, faktor pendorong perubahan sosial juga dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu:

a. Kontak dengan budaya masyarakat Lain

Adanya proses penyebaran kebudayaan suatu daerah ke daerah yang lain (difusi) yang kemudian diikuti dengan adanya kontak kebudayaan satu dengan yang lainnya. Kontak kebudayaan ini dapat memodifikasi kebudayaan yang telah ada atau membuat sesuatu kebudayaan yang baru. Hal ini menyebabkan keaneragaman budaya semakin melimpah.

b. Sistem pendidikan yang maju

Sistem pendidikan misalnya jenjang pendidikan SD, SMP, SMA dan Perkuliahan dapat membuat seseorang untuk bisa menerima sesuatu yang baru. Selain itu, seseorang juga bisa lebih selektif untuk menerima kebudayaan yang sesuai dengan dirinya sendiri. Melalui pengetahuan ini seseorang dapat terdorong untuk melakukan suatu perubahan guna meraih impian dan tujuan hidupnya.

c. Sikap untuk menghargai karya orang lain

Sikap untuk menghargai karya orang lain dapat membuat seseorang selalu memiliki semangat dan enovasi untuk menciptakan sesuatu yang baru, sesuatu yang berbeda dari karya orang lain. Sikap seperti ini harus dikembangkan di dalam masyarakat dan harus mendapatkan apresiasi yang layak misalnya hadiah pengembangan, nobel dan sebaginya.

d. Toleransi

Sikap toleransi merupakan sikap untuk menghargai pendapat dan keyakinan orang lain. Sikap ini harus kita kembangkan di kehidupan sosial masyarakat dalam rangka menciptakan tatanan kehidupan masyarakat yang dinamis. Sesuatu yang baru jangan kita langsung vonis sebagai sesuatu yang salah melainkan harus saling dihormati dan dipahami bersama sehingga kebudayaan yang baru akan senantiasa dapat tercipta.

e. Sistem stratifikasi sosial terbuka

Sistem terbuka memungkinkan seseorang untuk bergerak maju sesuai kemauan dan kemampuan dirinya sendiri. Adanya kesempatan untuk menaiki sistem stratifikasi yang lebih tinggi membuat seseorang terpacu untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

f. Penduduk yang heterogen

Masyarakat yang heterogen dapat dengan mudah terpicu dengan suatu pertentangan-pertentangan sehingga seringkali suatu yang baru akan muncul ketika sebuah upaya penanganan dilakukan. Pertentangan yang terjadi dengan disertai sesuatu yang baru tentu akan membuat sebuah perubahan sosial masyarakat.

g. Orientasi ke masa depan

Memiliki orientasi ke masa depan dapat membuat suatu masyarakat terpicu untuk membuat sesuatu perubahan yang baru. Misalnya karena pentingkan kebutuhan transportasi, maka dikembangkanlah alat transportasi yang baru dan lebih modern. Alat-alat transportasi modern tersebut diharapkan dapat mempermudah manusia dalam memenuhi kehidupannya.

Mobil merupakan salah satu alat transportasi modern

Gambar: Mobil sedikit banyak merubah gaya hidup sosial (Foto : Siswa Team)

h. Disorganisasi Keluarga

Kehidupan keluarga yang penuh konflik dan percekcokan dapat menyebabkan kurangnya keharmonisan. Pada umumnya, anak merupakan korban yang paling banyak terkena dampaknya sehingga sering kali kita temui anak yang berada dalam situasi dan kondisi yang seperti ini akan melakukan pelarian di luar rumah sehingga bisa terjerumus ke pergaulan yang negatif.

Dwi Laning, Vina. 2009. Sosiologi untuk SMA/MA kelas X. Jakarta: PT. Cempaka Putih.
Wrahatnala, Bondet. 2009. Sosiologi 3 untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Artikel Terbaru
Bersponsor
MBC Clothing maker in Solo
Terima pembuatan : Order kaos Desain Pribadi- Kaos Polos- Kaos angkatan -Jersey Futsal- kemeja pdh- Partai Besar, menerima reseller, buktikan dan order barang kami !!
Kaos Bola Distro Artis Murah
Kaos Bola Artis Brand Distro Termurah se- Indonesia. Kualitas ekspor, Terpercaya 100% harga Mulai 40rb ( Grosir - Eceran ) Menerima Reseller / Dropship | 085251142235 | Pin:7CB9A02F Order Sekarang !

Kritik & Saran | Buat Iklan

Komentar Terbaru