Sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara

Sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara dimulai pada abad ke-5 M di Lembah Sungai Mahakam, Kalimantan Timur dimana kerjaan ini mulai berdiri. Nama Kutai diambil dari nama tempat dimana ditemukannya tujuh buah prasasti yang berbentuk Yupa. Yupa ini merupakan sumber informasi tentang kerajaan Kutai. Yupa merupakan tugu untuk menambatkan lembu saat upacara kurban. Adapun aksaranya berupa huruf Pallawa yang berbahasa Sanskerta. Prasasti ini dibuat pada saat jaman pemerintahan Mulawarman, raja terbesar di Kerajaan Kutai.

Peta Wilayah Kerajaan Kutai Kartanegara

Gambar: Peta Wilayah Kerajaan Kutai Kartanegara (Sumber: yourownindonesia.blogspot.com)

Berikut isi prasarti Kerajaan Kutai;

“Sang Maharaja Kudungga yang amat mulia, mempunyai putra mahsyur, Sang Aswawarman namanya, yang seperti Ansuman (dewa matahari) menumbuhkan keluarga yang sangat mulia. Sang Aswawarman mempunyai putra tiga, seperti Api (yang suci) tiga. Yang terkemuka dari ketiga putra ialah Sang Mulawarman raja yang berperadaban baik, kuat, dan kuasa. Sang Mulawarman telah mengadakan kenduri (selamatan) emas amat banyak. Buat peringatan kenduri itulah tugu batu didirikan oleh para brahmana.”

“Sang Mulawarman, raja yang mulia dan terkemuka telah memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada para brahmana yang seperti api di dalam tanah yang suci bernama Waprakeswara buat peringatan akan kebaikan budi sang raja itu, tugu ini telah dibuat oleh brahmana yang datang di tempat ini.”

Dari isi prasasti di atas bisa diketahui silsilah raja-raja kerajaan Kutai sebagai berikut; Kudungga memiliki putra yang bernama Aswawarman. Kemudian Aswawarman memiliki putra Mulawarman. Pada saat pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Bahkan Raja ini mampu memberikan sedekah 20.000 ekor sapi kepada para brahmana (pemuka agama) sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa Raja Mulawarman merupakan orang yang taat pada ajaran agama Hindu, kaya serta tangguh.

Dari sisi keagamaan, Raja Kudungga masih menganut kepercayaan asli nenek moyang Indonesia namun pada saat kerajaan diperintah oleh Aswawarman, pemerintahan kerajaan Kutai berubah menjadi beragama Hindu. Ini bisa dilihat dari adanya upacara Vratyastoma (pencucian diri) yang merupakan upacara khas agama Hindu. Selain itu dilihat dari namanya yang dianggap sebagai Wamsakarta, ini merupakan ciri khas nama Hindu.

Kehidupan masyarakat Kerajaan Kutai dinilai sudah dinamis, ini bisa dilihat dari sistem pemerintahannya yang notabene pada saat itu mayoritas masih bersifat kesukuan namun kerajaan ini sudah terbentuk kerajaan. Selain itu dilihat dari berbagai upacara adatnya yang mampu melakukan berbagai bentuk korban, ini menandakan status ekonomi masyarakatnya sangat tinggi. Pendapat ini diperkuat dengan melihat wilayah kekuasaan kerajaan yang berada di tepi sungai dan telah mengenal sistem pelayaran.

[color-box]Wardaya.2009.Cakrawala Sejarah 2 : untuk SMA / MA Kelas XI (Program Bahasa).Solo:PT. Widya Duta Grafika.[/color-box]

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Bung NKRI berkata:

    Sejarah kerajaan kutai kertanegara ternyata lama juga yah… Nabi Muhammad saw saja ada pada abad ke-6 Masehi 🙄

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *