Proyeksi Peta

Seperti yang telah kita pelajari bahwa peta merupakan gambaran permukaan bumi yang dituangkan dalam bidang datar namun kenyataan menerangkan bahwa muka bumi itu berbentuk bulat. Maka diperlukan sebuah sistem proyeksi yang merubah gambar muka bumi yang berbentuk bulat menjadi berbentuk datar.

Nah, agar Anda tidak bingung, perhatikan gambar di bawah ini.

Prinsip proyeksi

Gambar. Prinsip proyeksi (Sumber: e-dukasi.net)

Gambar di atas merupakan skema yang menjelaskan tentang perubahan bentuk muka bumi dari yang tadinya berbentuk bulat menjadi berbentuk segi empat datar. Dari gambar itu Anda bisa membahami bagaimana sebuah perubahan bentuk itu terjadi. Untuk lebih realistis, perhatikanlah gambar di bawah ini. Bayangkan bahwa bulatan tersebut adalah jeruk yang telah kita gambar dengan permukaan bumi kemudian kita potong-potong kulitnya menjadi beberapa bagian agar membentuk sebagai bidang datar.

Globe irisan jeruk

Gambar. Globe irisan jeruk (Sumber: e-dukasi.net)

Jika kita lihat pada irisan kulit jeruk di atas, maka kita akan mendapati wilayah yang terjadi distorsi(NB: Distorsi adalah perubahan bentuk yang tidak sempurna akibat tidak sesuainya ukuran dengan proporsi gambar pada awalnya). Besarnya distorsi kian bertambah besar ketika kita melihat daerah kutub. Dengan kata lain, semakin menuju kutub (utara/selatan), maka distorsinya akan semakin besar. Kenyataan ini membuat kita harus benar-benar memilih sistem proyeksi yang sesuai.

Nah, Anda dapat melihat macam-macam proyeksi dalam pembuatan peta di daftar katalog geografi, Bab 13 Keterampilan Dasar Peta dan Pemetaan.

[color-box]Anjayani, Eni.2009. Geografi untuk Kelas XII SMA/MA. Klaten: PT.Cempaka Putih.[/color-box]

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *