Petunjuk dan Bukti Adanya Evolusi

  • Whatsapp
Petunjuk dan bukti adanya evolusi

Evolusi menjadi suatu ilmu yang penting dipelajari oleh manusia karena membahas mengenai asal-usul terjadinya makhluk hidup juga lingkungannya. Meskipun sulit dibuktikan, terdapat banyak fakta yang bisa dijadikan petunjuk adanya evolusi.

Fakta atau bukti sangatlah penting untuk mendukung atau membantah suatu teori dan meyakinkan bahwa teori tersebut memang benar adanya. Di bawah ini adalah uraian mengenai petunjuk evolusi yang memang terjadi di dunia ini.

Pengertian Evolusi

Evolusi berasal dari kata evolve yang merupakan salah satu kata dalam bahasa Latin dengan makna perubahan. Secara harfiah evolusi dapat didefinisikan sebagai perkembangan atau perubahan struktur makhluk hidup dari sederhana menjadi lebih adaptif dalam jangka waktu yang lama secara perlahan.

Teori evolusi yang sangat populer dikemukakan oleh Charles Darwin dalam bukunya yang berjudul Origin of Species. Dalam buku tersebut tertulis banyak bukti yang secara tidak langsung dapat menjadi bukti bahwa evolusi memang terjadi.

Salah satunya adalah catatan mengenai fosil yang menunjukkan kehidupan lain pernah ada di permukaan bumi. Lantaran suatu evolusi terjadi dalam jangka waktu yang lama, evolusi tersebut sangat tidak mungkin melihat dan mengamati perubahan yang terjadi.

Teori tersebut ternyata mampu menarik perhatian ilmuwan lain. Teori dari Charles Darwin juga dilanjutkan oleh para ahli dan sudah didapatkan banyak informasi baru yang menjadi pendukung teori evolusi.

Baca juga: Teori evolusi Darwin dan Lamarck

Bukti Petunjuk Adanya Evolusi

1. Fosil

Kata fosil diserap dari bahasa Latin yaitu fodere yang berarti menggali. Fosil dapat didefinisikan sebagai sisa-sisa makhluk hidup yang terperangkap di dalam permukaan bumi dalam waktu yang lama dan telah membatu.

Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fosil. Umumnya fosil yang ditemukan berupa tulang-tulang bisa juga tumbuhan atau jejak lain yang sudah membatu. Fosil hewan dan tumbuhan yang ditemukan pada batuan sedimen dapat menjadi informasi tentang peristiwa di masa lampau.

Bukti berupa fosil ini menjadi fakta bahwa variasi makhluk hidup telah terjadi. Sederet fosil yang ditemukan dalam lapisan permukaan bumi tua ke lapisan muda menjadi teori evolusi yang menunjukkan adanya perubahan yang berangsur-angsur pada makhluk hidup.

Fosil jarang ditemukan dalam keadaan utuh, karena:

  • Pengaruh air, angin, dan bakteri pembusuk
  • Terdapat bagian yang tidak dapat membatu
  • Terjadi lipatan batuan bumi akibat tanah longsor, letusan gunung berapi, dan gempa bumi
  • Hewan pemakan bangkai yang kerap membawa bagian tubuh mangsanya ke tempat lain

Tetapi adapula fosil yang ditemukan dalam keadaan utuh dan lengkap, salah satunya adalah fosil kuda. Fosil ini ditemukan di hampir seluruh periode Geologi. Kuda diperkirakan hidup sejak zaman Eosin sekitar 60 juta tahun yang lalu.

Kuda yang pertama kali ditemukan diberi nama Hyracotherium atau Eohippus. Fosil kerangka kuda tersebut menunjukkan bahwa kuda pertama hanya berukuran sebesar kucing kemudian berevolusi hingga menjadi kuda yang berukuran sekarang.

Bacca juga: Jenis-jenis evolusi

2. Homologi Analogi

Struktur morfologi makhluk hidup dapat menjadi petunjuk dari struktur fisik nenek moyangnya. Makhluk hidup yang memiliki persamaan struktur bisa saja berasal dari keturunan yang sama.

Saat suatu spesies berevolusi, seleksi alam menghasilkan modifikasi yang teradaptasi dengan lingkungan yang berbeda. Jika struktur tubuh memiliki bentuk asal yang sama tetapi fungsi berbeda, hal ini disebut dengan homolog.

Sebaliknya, jika suatu makhluk hidup memiliki asal-usul yang berbeda tetapi organ-organnya memiliki fungsi yang sama, hal ini disebut dengan analog.

3. Embriologi Perbandingan

Bukti lain yang bisa menjadi petunjuk dari evolusi adalah perkembangan pada beberapa organisme dari waktu ke waktu. Perkembangan tentang organisme dibahas dalam suatu ilmu yang disebut dengan embriologi.

Contoh embriologi sebagai bukti evolusi adalah perkembangan ikan dari awal hingga dewasa. Saat berbentuk embrio, ikan memiliki bentuk yang mirip dengan bentuk embrio hewan lain. Namun setelah dewasa, bentuk ikan ternyata berbeda dengan hewan lainnya.

Hal ini menunjukkan bahwa ada kesamaan nenek moyang pada hewan tersebut. Kesamaan embrio bisa dijadikan petunjuk adanya evolusi. Semakin banyak kesamaan yang ada pada embrio, bisa dikatakan bahwa semakin dekat hubungan kekerabatannya.

Apabila dua spesies atau lebih berasal dari keturunan yang sama maka spesies tersebut kemungkinan mempunyai kesamaan dalam perkembangannya.

4. Biokimia dan Genetika

Bukti kuat adanya evolusi dapat ditunjukkan oleh genetika modern yang terjadi pada makhluk hidup. seluruh makhluk hidup pasti memakai kode genetika yang serupa atau sama dalam menyintesis protein.

Kode genetik yang sama tersebut menjadi bukti bahwa semua makhluk hidup melakukan evolusi dari satu organisme menggunakan kode genetik yang sama. Ahli biokimia pun sudah melakukan perbandingan antara urutan asam amino dari protein yang ada pada organisme berbeda.

Biasanya, jika memiliki urutan asam amino yang sama berarti organisme tersebut mempunyai hubungan kekerabatan yang dekat. Begitupun sebaliknya, jika urutan asam aminonya berbeda, organisme tersebut memiliki kekerabatan yang jauh.

5. Seleksi Alam yang Teramati

Evolusi memang sulit diamati karena terjadi dalam ribuan hingga jutaan tahun. Namun petunjuk evolusi yang bisa diamati saat ini adalah seleksi alam yang terjadi di alam liar. Salah satu kasus yang tercatat sebagai seleksi alam sangat baik ialah evolusi sayap pada spesies ngengat Betularia.

Sebelum terjadi revolusi industri di Inggris, jumlah ngengat Betularia bersayap putih lebih banyak jumlahnya disbanding ngengat berwarna hitam. Akan tetapi, semenjak timbulnya polusi akibat revolusi industri populasi ngengat bersayap putih semakin menurun lama-kelamaan.

Hal ini disebabkan perubahan lingkungan atau habitat dari ngengat, yang mana ngengat bersayap putih lebih mencolok keberadaannya sehingga banyak dimangsa burung. Sedangkan ngengat bersayap hitam dapat berkamuflase dengan lingkungan berpolusi tersebut.

6. Perbandingan Fisiologi

Makhluk hidup dari tingkat paling rendah sampai paling tinggi pastinya tersusun atas sel-sel. Meskipun morfologi dan jumlah sel setelah organisme dewasa berbeda-beda, tetapi bentuk dan susunan fisiologi di dalamnya mempunyai kemiripan.

Contoh perbandingan fisiologi sebagai petunjuk evolusi adalah sintesis protein, sintesis ATP, respirasi, metabolisme.

7. Variasi Individu Dari Satu Keturunan

Meskipun berada dalam garis keturunan yang sama, tidak ada dan tidak pernah ditemukan makhluk hidup yang sama persis. Perbedaan-perbedaan yang terjadi tersebut menimbulkan adanya variasi.

Varian adalah sebutan untuk individu atau makhluk hidup yang mengalami variasi. Darwin mengungkapkan pendapat bahwa variasi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal seperti suhu, makanan, dan tanah.

Apabila suatu individu mengalami perubahan karena berada di tempat yang berbeda dari asalnya, maka individu tersebut akan mengalami perubahan yang mutlak dan semakin berbeda dengan nenek moyangnya dalam perkembangan dan pertumbuhannya.

Itulah beberapa Petunjuk dan Bukti Adanya Evolusi yang bisa menjadi tambahan edukasi untuk Anda mengenai evolusi. Tidak ada salahnya untuk mempelajari evolusi walaupun sulit dibuktikan. Akan tetapi, petunjuk-petunjuk yang ada saat ini rasanya sudah cukup menjadi bukti bahwa evolusi memang terjadi.

Referensi:

Starr, Cecie dkk. 2012. Biologi Kesatuan dan Keragaman Makhluk Hidup Edisi 12. Jakarta: Salemba Teknika.

Arumingtyas, Laras Estri, Sri Widyarti, dan Sri Rahayu. 2011. Biologi Molekular Prinsip Dasar Analisis. Jakarta: Erlangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *