Macam-Macam Sistem Ekonomi

Pasar tradisional
Gambar. Pasar tradisional (Sumber: bandung.bisnis.com)
Pasar tradisional
Gambar. Pasar tradisional (Sumber: bandung.bisnis.com)

Pada halaman ini kita akan membahas tentang Macam-Macam Sistem Ekonomi setelah sebelumnya kita membahas tentang pengertian sistem ekonomi. Nah, seperti yang telah kita ketahui bahwa sistem ekonomi yang diterapkan atau dianut oleh suatu negara, itu dipengaruhi oleh hasil dari perkembangan sejarah yang terjadi di negara tersebut. Selain itu, ini juga dipengaruhi oleh tanggapan yang dilakukan oleh para ahli ekonomi di negara tersebut atas adanya pergolakan zaman.

Bila dilihat dari sudut organisasi perekonomian, macam-macam sistem ekonomi yang biasa dianut oleh suatu negara dapat kita bedakan menjadi tiga macam yakni sistem ekonomi perencanaan terpusat (government planned economy), sistem ekonomi pasar (market system) dan sistem ekonomi campuran (mixed economy system).

A. Sistem ekonomi perencanaan terpusat (government planned economy)

Sistem ekonomi terpusat sangat erat hubungannya dengan komunisme dan sosialisme. Anda tahu apa itu komunisme dan sosialisme? nah, pada awalnya komunisme dan sosialisme itu mengandung arti yang sama namun seiring perkembangan zaman kata komunisme ditujukan untuk gerakan sosialisme yang bersifat radikal dimana gerakan ini menuntut atas terhapusnya semua hak-hak pribadi.

Dengan dihapusnya hak-hak pribadi, maka segala kegiatan ekonomi diatur dan ditentukan oleh pemerintah. Adapun ciri-ciri sistem ekonomi sosialis antara lain seluruh kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah pusat, hak milik barang-barang modal ada di tangan pemerintah, tidak adanya kebebasan bagi rakyat untuk menguasai hasil produksinya dan semua pekerja seperti buruh, petani dll pada hakekatnya merupakan pegawai negeri.

B. Sistem ekonomi pasar (market system)

Sistem ekonomi pasar (market system) erat hubungannya dengan sistem ekonomi kapitalis (liberal). Berbeda dengan sistem ekonomi sosialisme dimana pemerintah menguasai kegiatan ekonomi, sistem ekonomi kapitalis justru tidak membolehkan campur tangan pemerintah.

Sistem ekonomi kapitalis yaitu sistem perekonomian yang menghendaki adanya kebebasan tiap individu untuk melakukan segala kegiatan ekonomi tanpa adanya campur tangan pemerintah. Sistem ini menghendaki setiap individu agar dapat mengambil keuntungan sebesar-besarnya. Sering dalam kehidupan sehari-hari, sistem ini memaksa suatu perusahaan untuk dapat menghemat pengeluaran terutama pengeluaran perusahaan yang datang dari sektor gaji karyawan akibatnya karyawan dipaksa kerja keras dengan upah minim.

Sistem ekonomi kapitalis selalu menargetkan pendapatan yang besar sehingga pada umumnya akan terjadi persaingan yang sengit antar perusahaan di bidang yang sama. Siapa yang kuat, dialah yang akan memenangkan pasar. Tak heran, jika suatau negara menerapkan sistem ini, maka akan terjadi jurang pemisah yang sangat tinggi antara si miskin dan si kaya bahkan kecurangan dalam berbisnis untuk menghancurkan lawan bisnisnya akan terjadi.

C. Sistem ekonomi campuran (mixed economy system)

Sistem ekonomi campuran merupakan gabungan dari sistem ekonomi sosialis dan kapitalis dimana pemerintah memiliki peran penting dan masyarakatnya juga memiliki kebebasan (kebebasan tidak mutlak, tapi masih dalam koridor sesuai aturan yang berlaku).

Pada dasarnya, peran pemerintah dalam hal ekonomi yaitu agar dapat melindungi masyarakatnya yang lemah dan tidak mampu sehingga kesejahteraan dapat dinikmati bersama. Selain itu pemerintah juga berfungsi untuk melindungi kegiatan ekonomi yang sifatnya fluktiatif sehingga mampu memberikan solusi terhadap setiap permasalahan yang ada. Nah, peran ini dapat dinyatakan dalam pembentukan pasal-pasal yang mengatur semua pelaku ekonomi. Jadi meskipun penggerak ekonomi dilakukan oleh pihak swasta, tapi ada aturan-aturan tertentu yang harus dipatuhi oleh semua pelaku ekonomi.

Daftar Pustaka
Indriayu, Mintasih.2009. Ekonomi : Untuk SMA/MA Kelas X.Solo: CV Teguh Karya.
Nur Mulyani, Sri dkk.2009. Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X.Jakarta: Cakra Media.

Pos terkait