Beberapa Kemampuan yang Harus Dikuasai Oleh Reporter Infotainment

Berikut ini beberapa kemampuan yang harus dikuasai oleh reporter infortaiment

Reporter infotainment berperan sebagai pengganti produser pelaksana di lapangan. Selain meliput, ia juga bertugas men-direct kameraman untuk mengambil gambar sesuai dengan kebutuhan liputan yang ia peroleh atau diinginkan.

Setelah mendapat penugasan Korlip, reporter langsung menghubungi narasumber untuk meminta waktu wawancara. Namun jika liputan dilakukan dalam format hunting, tim liputan biasanya langsung menuju lokasi tanpa harus membuat janji terlebih dahulu dengan narasumber.

Oleh karena itu, wartawan harus memiliki beberapa kemampuan. Berikut beberapa kemampuan yang harus dimiliki seorang wartawan.

1. Kepekaan alias Tajam Dalam Penciuman Berita

Reporter dituntut memiliki indera keenam yang akan membantunya menentukan mana yang termasuk berita dan mana yang termasuk bukan. Di sini juga dibutuhkan kemampuan untuk mengenali informasi menarik atau bukan, dan memiliki kemampuan menelisik berita lain di balik berita yang sedang diliputnya.

Sebagai contoh, reporter mengetahui rencana perceraian artis senior. Tentu saja ia harus mempertimbangkan terlebih dahulu apakah berita itu akan menarik perhatian atau tidak.

Di sinilah naluri si reporter bermain berdasarkan pengalaman dia menayangkan berita serupa tentang artis senior yang satu generasi dengannya. Apakah pemirsa masih mengingat nama si artis itu atau tidak. Ini juga yang harus jadi pertimbangkan sebelum menurunkannya menjadi tayangan infotainment atau tidak.

2. Harus Memiliki Jaringan Terhadap Sumber Informasi dan Berita

Dengan memiliki jaringan yang luas, ia niscaya selalu unggul dalam melakukan peliputan, baik dari sisi kecepatan maupun informasi yang diperoleh. Contohnya, reporter yang memiliki hubungan baik dengan polisi memiliki akses lebih cepat mendapatkan informasi seputar penangkapan artis terkenal.

Seorang reporter harus memiliki jaringan pertemanan yang luas

Gambar Ilustrasi. Seorang reporter harus memiliki jaringan pertemanan yang luas (Foto: Siswapedia)

3. Pengetahuan Tentang Berita dan Narasumber

Pengetahuan tentang latar belakang peristiwa maupun peristiwa itu sendiri, akan sangat memudahkan wartawan melakukan wawancara ataupun saat kegiatan peliputan. Reporter juga wajib mengenali siapa dan apa latar belakang narasumbernya, sehingga ia dapat lebih banyak informasi seputar narasumber.

Adanya cerita banyak reporter diusir narasumbernya biasanya karena gara-gara ia tidak memiliki pengetahuan latar belakang si narasumber. Kejadian seperti ini biasanya dialami oleh reporter yunior yang malas mencari informasi tentang narasumbernya.

4. Kemampuan Lobi

Melobi adalah seni tersendiri dalam pergaulan. Kepiawaian melobi menentukan keberhasilan reporter dalam mendapatkan liputan seperti yang diinginkannya.

Dengan lobi personal, narasumber yang semula bersikeras tidak mau diwawancara bisa dengan mudah di interview.

Urusan melobi adalah hal yang tidak boleh diremehkan, yang sangat membantu kesuksesan dalam melakukan peliputan. Contoh yang paling sering dilakukan adalah membawa bunga atau bingkisan untuk artis yang baru saja melahirkan, atau yang sedang berulang tahun.

5. Sikap Skeptis

Sikap tidak mudah percaya terhadap pernyataan narasumber adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh seorang reporter. Dengan bersikap skeptis terhadap informasi narasumber, reporter dituntut selalu melakukan proses cek dan ricek.

Contohnya, produser film mengatakan film yang menjadi box office di bioskop- bioskop. Reporter yang baik tidak begitu saja mengutip keterangan tersebut, melainkan melakukan cek silang ke bioskop-bioskop atau lembaga terkait seperti berkunjung langsung ke PPFI.

6. Selalu Ingin Tahu

Keingintahuan yang tinggi terhadap suatu informasi menjadi langkah awal bagi reporter untuk menelusuri lebih lanjut, atau mendalami berita. Rasa ingin tahu membuat reporter tidak berhenti mencari, dan terus menggali apa yang ada di balik peristiwa.

Reporter tidak pernah puas dengan fakta yang tersaji di depan matanya. Ia akan mencari apa dibalik fakta tersebut. Bagaimana relasi atau kaitan dengan peristiwa lain yang serupa.

Lutfi Aminuddin

Lutfi Aminuddin

Lutfi Aminuddin merupakan kolumnis dibeberapa media lokal dan nasional. Tulisan Lutfi bisa dijumpai pada Harian Pemalang, Geotime, Hipmee, Pressiwa, Solopos, dan masih banyak yang lainya lagi. Lutfi telah mengeluarkan buku berjudul Negeri Bahagia Skandinavia tahun 2017 yang diterbitkan oleh penerbit Asrifa. Lutfi mengenyan Studi S1 nya di IAIN Purwokerto dengan Jurusan Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam. Ia juga mengambil S1 di IAIN Surakarta pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *