Bentuk, Ukuran dan Struktur Bakteri

Bentuk, Ukuran dan Struktur Bakteri

Salah satu bentuk morfologi bakteri bila dilihat dari luar

Gambar. Salah satu bentuk morfologi bakteri bila dilihat dari luar (Sumber: kontrolhaber.com)

Tahukah teman-teman bahwa bakteri itu ada disekitar kita? bahkan di tubuh kita terdapat berjuta-juta bakteri yang hidup secara mutualisme, parasit atau saprofit. Mereka ada di kulit kita, sistem pencernaan kita bahkan bisa hidup di sisa-sisa makanan yang menempel di gigi kita. Bakteri dapat hidup di dalam tanah, air, maupun sebutir debu yang berterbangan di udara. Untuk itulah beberapa ilmuwan menamai bakteri sebagai kosmopolit karena sangat luasnya distribusi mereka di alam semesta.

Nah, pada halaman ini kita akan mempelajari tentang bakteri yang meliputi bentuk atau ukuran bakteri dan struktur sel bakteri.

A. Bentuk dan Ukuran Bakteri

Bakteri merupakan makhluk hidup bersel satu (tunggal) dengan ukuran yang sangat kecil dan bentuk yang sangat beragam. Bentuk tubuh bakteri bisa berbentuk bola, spiral maupun batang. Nah, dari bentuk inilah para ilmuwan memulai menggolongkan mereka. Penggolongan ini dimaksudkan agar mudah dalam mempelajarinya.

Bentuk bakteri bisa kita lihat pada gambar berikut ini.

 Berbagai ragam bentuk bakteri a) basillus b) coccus dan c) spiral

Gambar. Berbagai ragam bentuk bakteri a) basillus b) coccus dan c) spiral (Sumber: www.abdnn.ac dan Encarta)

Jika kita amati dari gambar di atas bahwa bentuk bakteri ada beraneka ragam, ada yang berbentuk bola atau peluru (kokus), seperti batang (bacillus), bengkok seperti koma/sekrup (vibrio) dan spiral (heliks).

Pada umumnya, bakteri berbentuk bulat dengan ukuran 0,7 – 1,3 mikron sedangkan sel bakteri berbentuk batang lebarnya sekitar 0,2 – 2,0 mikron dan panjangnya 0,7 – 3,7 mikron. Perlu diingat bahwa 1 mikron = 0,001 mm, nah dengan ukuran yang sangat kecil ini, maka bakteri ini hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop. Adapun ukuran bakteri yang lebih kecil dari 0,1 m hanya dapat diamati dengan mikroskop elektron.

Bakteri dapat hidup secara berkoloni. Temen-temen dapat melihat koloni ini pada makanan yang telah busuk, maka akan keluar cairan kental dan lengket, warnanya putih agak kekuning-kuningan. Bisa dikatakan, seperti lendir. Bakteri merupakan makhluk yang mempunyai sel prokariot yaitu dimana selnya belum mempunyai membran inti. Dia bersel tunggal (satu) dan umumnya tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof. Namun ada juga yang bersifat saprofit atau parasit yaitu tidak bisa membuat makanan sendiri. Ada juga bakteri yang bersifat autotrof karena memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanan sendiri, misalnya: bakteri hijau dan bakteri ungu.

Bakteri harus melakukan proses respirasi (pernapasan) agar tetap bisa mendapatkan energi. Ada bakteri yang membutuhkan oksigen yang dinamakan sebagai bakteri aerobik misalnya bakteri Nitrosomonas yang mampu memecah gula menjadi CO2, air dan energi namun ada pula bakteri yang tidak membutuhkan oksigen (bakteri anaerobik) misalnya bakteri asam susu.

Secara umum bentuk bakteri dapat dibagi kedalam tiga golongan yaitu kokus, basil dan bentuknya lain yang bervariasi. Bakteri kokus memiliki bentuk bulat seperti bola namun pada perkembangannya bakteri ini bentuknya bisa bervariasi. Bakteri basil memiliki bentuk batang atau silinder namun bisa juga memiliki beberapa variasi bentuk lainnya. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Macam-macam bentuk bakteri

Gambar. Macam-macam bentuk bakteri (Sumber: biodea.wordpress.com)

Nah, dari gambar di atas kita bisa mengetahui macam-macam bentuk bakteri. Tapi, bentuk di atas barulah gambaran dari luarnya saja. Untuk mengetahui bentuk sel yang sebenarnya dari bakteri diperlukan pengamatan menggunakan mikroskop elektron.

B. Struktur Sel Bakteri

Perhatikanlah gambar sel bakteri di bawah ini. Kita akan melihat bahwa susunan sel bakteri masih sangat sederhana dimana tersusun atas dinding sel dan isi sel. Pada permukaan luar bakteri terdapat kapsul yang berupa lendir yang berfungsi melindungi sekaligus sebagai cadangan makanan. Untuk kasus bakteri yang menyebabkan berbagai penyakit, kapsul ini berfungsi untuk menginfeksi sel inang. Lebih dalam lagi, maka akan terdapat dinding sel yang kaku dengan fungsi untuk melindungi isi sel. Dinding sel tersusun dari hemiselulosa dan senyawa pektin yang mengandung nitrogen.

Struktur sel bakteri

Gambar. Struktur sel bakteri (Sumber: Microsoft Encarta 2006)

Adapun susunan bagian-bagian utama dari struktur sel bakteri adalah sebagai berikut.

1. Membran sel

Membran sel merupakan selaput yang membungkus sitoplasma beserta isinya, terletak di sebelah dalam dinding sel, tapi tidak terikat erat dengan dinding sel. Membran sel merupakan batas antara bagian dalam bakteri dengan bagian luar (lingkungan) jadi perannya sangat vital. Andai mimbran sel rusak, maka bakteri bisa mati.

2. Ribosom

Ribosom merupakan bagian sel yang tersusun atas protein dan RNA dimana berfungsi sebagai tempat sintesa protein. Bentuknya berupa butir-butir kecil dan tidak diselubungi membran.

3. DNA (Deoxyribonucleic Acid)

DNA merupakan materi genetik yang terdapat dalam sitoplasma. DNA bakteri berupa benang sirkuler (melingkar) dimana berfungi
sebagai pengendali sintesis protein bakteri dan pembawa sifat.

4. Dinding sel

Dinding sel pada bakteri berfungsi untuk memberi bentuk sel, memberi kekuatan, melindungi sel dan menyelenggarakan pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya.

5. Flagel atau flagelium

Flagel merupakan alat gerak bagi bakteri yang berpangkal pada protoplas serta tersusun atas senyawa protein yang disebut flagelin. Bentuk flagela seperti rambut yang teramat tipis dan mencuat menembus dinding sel. Adapun panjangnya beberapa kali lebih panjang dari selnya namun diameternya jauh lebih kecil dari diameter selnya. Jumlah flagel tiap bakteri bisa berbeda-beda.

6. Pilus atau Pili (Fimbriae)

Pilus merupakan alat lekat sel bakteri dengan sel bakteri lain atau dengan bahan-bahan padat lain, misalnya: makanan
sel bakteri.

7. Kapsul

Kapsul merupakan lapisan lendir yang menyelubungi dinding sel bakteri. Nah, pada umumnya kapsul tersusun atas senyawa polisakarida, polipeptida atau protein-polisakarida (glikoprotein). Ukuran kapsul bisa berbeda dimana dipengaruhi oleh medium tempat tumbuhnya.

8. Endospora

Endospora pada bakteri berfungsi sebagai pelindung apabila keadaan lingkungan tidak menguntungkan, misalnya lingkungan tercemar dengan zat kimia tertentu atau sedang mengalami suhu ekstrem seperti dingin, panas atau tekanan tinggi.

Anshori, Mochammad dan Djoko Martono.2009.Biologi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA) Kelas X.Bandung:Penerbit Acarya Media Utama.
Kistinah, Indun dkk.2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X.Surakarta:CV. Putra Nugraha.
Sulistyorini, Ari.2009.Biologi 1 : Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X.Jakarta:PT. Balai Pustaka.

Tim Siswapedia

"Kami mendukung pendidikan gratis di Indonesia"

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *