Absorpsi Cahaya Oleh Materi Antar Bintang

       

Ruang antar bintang bukanlah ruang hampa melainkan terdapat banyak materi yang mampu mengabsorpsi energi sehingga dapat melemahkan cahaya bintang. Absorpsi cahaya oleh materi antar bintang ini dinamakan sebagai efek kemerahan atau reddening. Efeknya memang mampu membuat cahaya bintang menjadi kemerah-merahan atau lebih merah dari aslinya.

Celah gelap memanjang di daerah Cygnus dan Horsehead Nebulae (Kepala Kuda) di Orion adalah contoh nebula gelap, yang menghalangi datangnya berkas cahaya bintang ke arah pengamat.

Gambar. Horsehead Nebula (Sumber: APOD)

Akibat absorbsi yang disebabkan oleh materi antar bintang ini, maka perlu pengoreksian pada saat kita melakukan perhitungan magnitudo suatu bintang.

Apabila magnitudo yang sebenarnya adalah m dan magnitudo bintang yang teramati dari bumi adalah mλ. Maka besarnya serapan yang dilakukan oleh materi antar bintang sebesar:

mλ-m= 1,086τλ = Aλ

Besaran Aλ kita namakan sebagai besaran Absorbsi yang menyatakan kepada kita bahwa cahaya bintang akan mengalami pelemahan sebesar 1,086τλ.

Nah, akibat adanya penyerapan ini, maka skala Pogson menjadi:

mλ=Mλ-5+5log d + Aλ

Jika pengamatannya dilakukan dalam dua macam gelombang λ1 dan λ2. Besarnya absorbsinya adalah:

mλ1-m0λ1= Aλ1
mλ2-m0λ2= Aλ2

Jika Aλ1-Aλ2, maka

Aλ1-Aλ2=(mλ1-mλ2)- (mλ1-mλ2)0

mλ1-mλ2 kita namakan sebagai warna intrinsik.
Aλ1-Aλ2 dinamakan sebagai ekses warna (color exess) yang penulisannya disingkat Eλ12.
Rasio atau perbandingan absorbsi kita nyatakan sebagai:

Aλ1= R.Eλ12

Sebuah bintang normalnya memiliki nilai R = 3,2 sehingga bisa dinyatakan sebagai Aλ1= 3,2Eλ12. Semakin besar nilai R, maka absorbsinya semakin besar.

loading...

Tim Siswapedia

Siswapedia.com merupakan situs yang dibuat untuk menyediakan informasi pendidikan dan pengetahuan umum berbahasa Indonesia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *