Mengukur Kedalaman Laut
Jumat, 15 Juni 2012
Untuk mengukur kedalaman laut digunakan alat-alat berikut ini.
a. Batu Duga
Biasanya digunakan oleh pelaut tradisional sebagai alat untuk mengetahui kedalaman laut demi keselamatan pelayaran. Kedalaman laut dapat diketahui megulur batu duga ini ke kedalaman laut sampai ke dasar laut dengan arah tegak lurus, sehingga kedalaman laut dapat diketahui dengan mengukur panjang tali yang terulur ke dalam air laut. Batu duga ini terbuat dari timah sehingga meskipun berukuran kecil tetapi berat. Bagian atas dari batu duga ini terdapat lubang pengait yang berfungsi mengaitkan batu duga dengan tali yang akan diulur.
Sebelum dimasukkan ke dalam laut, alat ini diikat dengan kawat. Batu duga ini diturunkan ke dasar laut. Sesampainya di dasar laut, batu duga ini lepas dan alat yang berbentuk tabung diangkat ke atas. Di dalam tabung tersebut terdapat data tentang air laut, organisme, tanah, dan lumpur laut. Berdasarkan pengalaman, waktu yang dibutuhkan untuk mengukur kawat sedalam 5.000 m adalah 60 menit.
b. Gema Duga
Penggunaan alat ini sudah dimulai sejak tahun 1920. Pengukuran kedalaman laut dengan alat ini menggunakan prinsip pemantulan bunyi. Akan tetapi, alat ini tidak dapat digunakan untuk menyelidiki sifat dan susunan air laut, organisme, dan lumpur laut. Cara menggunakan alat ini dengan memasukkannya ke dalam laut. Selanjutnya, alat akan memancarkan bunyi ultrasonik di dasar laut. Suara ini memantul kembali dan ditangkap hydrophone, yaitu alat untuk mendeteksi suara yang melewati air. Hydrophone ini akan mencatat lama waktu perjalanan getaran bunyi ultrasonik tersebut di dalam air. Contoh: alat gema duga mencatat selang waktu 5 detik mulai dari bunyi ultrasonik dikirim sampai diterima kembali. Apabila kecepatan suara di dalam air 1.500 m/detik, kedalaman laut tersebut adalah 1/2 × 5 × 1.500 = 3.750 meter.
(Geografi oleh Eni Anjayani)
a. Batu Duga
Biasanya digunakan oleh pelaut tradisional sebagai alat untuk mengetahui kedalaman laut demi keselamatan pelayaran. Kedalaman laut dapat diketahui megulur batu duga ini ke kedalaman laut sampai ke dasar laut dengan arah tegak lurus, sehingga kedalaman laut dapat diketahui dengan mengukur panjang tali yang terulur ke dalam air laut. Batu duga ini terbuat dari timah sehingga meskipun berukuran kecil tetapi berat. Bagian atas dari batu duga ini terdapat lubang pengait yang berfungsi mengaitkan batu duga dengan tali yang akan diulur.
Sebelum dimasukkan ke dalam laut, alat ini diikat dengan kawat. Batu duga ini diturunkan ke dasar laut. Sesampainya di dasar laut, batu duga ini lepas dan alat yang berbentuk tabung diangkat ke atas. Di dalam tabung tersebut terdapat data tentang air laut, organisme, tanah, dan lumpur laut. Berdasarkan pengalaman, waktu yang dibutuhkan untuk mengukur kawat sedalam 5.000 m adalah 60 menit.
b. Gema Duga
Penggunaan alat ini sudah dimulai sejak tahun 1920. Pengukuran kedalaman laut dengan alat ini menggunakan prinsip pemantulan bunyi. Akan tetapi, alat ini tidak dapat digunakan untuk menyelidiki sifat dan susunan air laut, organisme, dan lumpur laut. Cara menggunakan alat ini dengan memasukkannya ke dalam laut. Selanjutnya, alat akan memancarkan bunyi ultrasonik di dasar laut. Suara ini memantul kembali dan ditangkap hydrophone, yaitu alat untuk mendeteksi suara yang melewati air. Hydrophone ini akan mencatat lama waktu perjalanan getaran bunyi ultrasonik tersebut di dalam air. Contoh: alat gema duga mencatat selang waktu 5 detik mulai dari bunyi ultrasonik dikirim sampai diterima kembali. Apabila kecepatan suara di dalam air 1.500 m/detik, kedalaman laut tersebut adalah 1/2 × 5 × 1.500 = 3.750 meter.
(Geografi oleh Eni Anjayani)
Rekomendasi untuk Anda:Geografi
