Media Transmisi Data
Jumat, 04 Mei 2012
Selain modem, kecepatan transmisi data dipengaruhi juga oleh media yang digunakan. Berikut akan diuraikan beberapa media transmisi data.
a. Media Kabel
Kabel yang digunakan untuk menghubungkan jaringan internet umumnya berupa kabel koaksial, twisted pair, dan fiber optic. Ketiga jenis kabel ini memiliki keunggulan dan kelemahan.
Kabel twisted pair tersedia dalam dua bentuk, yaitu berselubung (Shielded/STP) dan tidak berselubung (Unshielded/UTP). Kabel STP memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap interferensi gelombang dari luar. Transmisi data pada kabel jenis twisted pair mencapai hingga 100 Mbps. Konektor yang digunakan adalah konektor RJ-11 ataupun RJ-45. Keunggulan jenis kabel twisted pair adalah kemudahan pemeliharaan jaringan yang menggunakan kabel ini. Hal ini karena kerusakan pada satu titik tidak akan memengaruhi kinerja jaringan secara keseluruhan. Selain sebagai penghubung dalam jaringan komputer, kabel jenis ini juga digunakan sebagai kabel telepon.
Kabel koaksial umumnya digunakan sebagai kabel penghubung dari antena ke televisi. Kabel koaksial terbagi atas 4 bagian, berupa 2 bagian konduktor yang dipisahkan dengan selubung isolator, serta bagian pembungkus luar. Transmisi data melalui kabel koaksial dapat mencapai 10 Mbps.
Tipe kabel ketiga adalah kabel serat optik. Berbeda dengan kabel koaksial dan twisted pair yang menggunakan kawat tembaga, kabel serat optik menggunakan cahaya sebagai media transmisi data. Serat optik terbuat dari serat kaca yang sangat tipis. Kabel serat optik memiliki massa yang ringan hampir 1/8 kali massa kabel tembaga. Kecepatan transmisi data kabel ini dapat mencapai 1 GB (giga byte). Hal ini dimungkinkan mengingat cahaya yang dijadikan media transfer data.
b. Media Wireless
Terkadang penggunaan media kabel untuk membangun suatu jaringan di lokasi tertentu tidaklah ekonomis. Contohnya, jaringan antargedung dengan jarak yang jauh. Contoh lainnya adalah daerah pedalaman yang tidak memungkinkan digunakannya kabel. Sebagai alternatif dapat digunakan media tanpa kabel/wireless. Transmisi data tanpa kabel memanfaatkan gelombang radio. Teknologi wireless ini semakin berkembang beberapa tahun terakhir baik wilayah jangkauan ataupun kecepatan transmisi data.
Pengaplikasian teknologi wireless di Indonesia cukup pesat. Hal ini terlihat dari maraknya operator telepon selular yang menawarkan jasa akses internet. Di samping itu, maraknya bermunculan hotspot di kampus dan pusat perbelanjaan di kota-kota besar dapat dijadikan indikator berkembangnya teknologi wireless di Indonesia.
(Teknologi Informasi dan Komunikasi oleh Agung Novian)
a. Media Kabel
Kabel yang digunakan untuk menghubungkan jaringan internet umumnya berupa kabel koaksial, twisted pair, dan fiber optic. Ketiga jenis kabel ini memiliki keunggulan dan kelemahan.
Kabel twisted pair tersedia dalam dua bentuk, yaitu berselubung (Shielded/STP) dan tidak berselubung (Unshielded/UTP). Kabel STP memiliki perlindungan yang lebih baik terhadap interferensi gelombang dari luar. Transmisi data pada kabel jenis twisted pair mencapai hingga 100 Mbps. Konektor yang digunakan adalah konektor RJ-11 ataupun RJ-45. Keunggulan jenis kabel twisted pair adalah kemudahan pemeliharaan jaringan yang menggunakan kabel ini. Hal ini karena kerusakan pada satu titik tidak akan memengaruhi kinerja jaringan secara keseluruhan. Selain sebagai penghubung dalam jaringan komputer, kabel jenis ini juga digunakan sebagai kabel telepon.
Gambar. Kabel twisted pair (a) jenis UTP (b) jenis STP
Kabel koaksial umumnya digunakan sebagai kabel penghubung dari antena ke televisi. Kabel koaksial terbagi atas 4 bagian, berupa 2 bagian konduktor yang dipisahkan dengan selubung isolator, serta bagian pembungkus luar. Transmisi data melalui kabel koaksial dapat mencapai 10 Mbps.
Gambar. Kabel koaksial
Tipe kabel ketiga adalah kabel serat optik. Berbeda dengan kabel koaksial dan twisted pair yang menggunakan kawat tembaga, kabel serat optik menggunakan cahaya sebagai media transmisi data. Serat optik terbuat dari serat kaca yang sangat tipis. Kabel serat optik memiliki massa yang ringan hampir 1/8 kali massa kabel tembaga. Kecepatan transmisi data kabel ini dapat mencapai 1 GB (giga byte). Hal ini dimungkinkan mengingat cahaya yang dijadikan media transfer data.
Gambar. Penampang sebuah serat optik
b. Media Wireless
Terkadang penggunaan media kabel untuk membangun suatu jaringan di lokasi tertentu tidaklah ekonomis. Contohnya, jaringan antargedung dengan jarak yang jauh. Contoh lainnya adalah daerah pedalaman yang tidak memungkinkan digunakannya kabel. Sebagai alternatif dapat digunakan media tanpa kabel/wireless. Transmisi data tanpa kabel memanfaatkan gelombang radio. Teknologi wireless ini semakin berkembang beberapa tahun terakhir baik wilayah jangkauan ataupun kecepatan transmisi data.
Pengaplikasian teknologi wireless di Indonesia cukup pesat. Hal ini terlihat dari maraknya operator telepon selular yang menawarkan jasa akses internet. Di samping itu, maraknya bermunculan hotspot di kampus dan pusat perbelanjaan di kota-kota besar dapat dijadikan indikator berkembangnya teknologi wireless di Indonesia.
(Teknologi Informasi dan Komunikasi oleh Agung Novian)
Rekomendasi untuk Anda:Komputer
