Transkrip wawancara Tempo dengan Tonny Apriliani
Rabu, 25 April 2012
Kami mendapat mandat dari 542 anggota PSSI, terdiri atas pengurus ditingkat provinsi. Kemudian klub-klub, mulai dari level tertinggi Liga Super Indonesia, Divisi Utama, Divisi II hingga Disivi III. Dan dari 542 itu sudah mengeluarkan mosi tidak percaya kepada PSSI dibawah pimpinan Djohar Arifin. Karena itu mereka membentuk Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia. Bentuknya bukan badan federasi, tapi badan ad hoc yang ditugaskan PSSI melaksanakan Kongres Luar Biasa.
Memang bisa membuat komite yang tidak disetujui PSSI?
Regulasinya adalah Statuta PSSI pasal 31 ayat 1. Disitu dijelaskan 2/3 anggota lebih dari anggota PSSI bisa mengajukan Kongres Luar Biasa kepada Komite Eksekutif.
Ya, tapi apa gunanya 2/3 anggota kalau semuanya adalah pengurus lama di masa Nurdin Halid
Saya cuma mengantarkan amanah dari anggota. Memangnya anggota ini milik pengurus lama?
Apa buktinya mereka anggota PSSI yang sah?
Ini seluruhnya ada dokumennya, dari anggota difoto sampai dokumen klub dan pengurus provinsi, surat keputusan kami lampirkan disana. Di koran daftarnya sudah keluar satu halaman, biar rakyat tahu yang abal-abal yang mana, yang asli yang mana. Banyak provinsi yang sah dibekukan oleh PSSI. Yang hadir di Palangkaraya bukan ketua dan pengurus yang asli, mereka hanya caretaker setelah pengurus lama dibekukan.
Bagaimana di AFC dan FIFA?
Kalau diuji di AFC dan FIFA nama kami sudah ada disana. Sewaktu Persipura menggugat hak bertandingnya di LCA, PSSI tidak ada yang mendampingi. Kami yang mengantar. Disana James Johnson (Head Member Associations & Internal Relation AFC) memberikan kartu anggota kepada saya. Kenapa di dunia diakui? sedangkan disini tidak diakui?
Apakah PSSI baru yang diketahui La Nyalla akan diakui FIFA dan AFC?
Karena itu mereka diminta melengkapi dokumen.
Kalau akhirnya FIFA hanya mengakui PSSI Djohar?
Itu hak FIFA, silahkan saja. FIFA berarti sudah merestui dan merekomendasikan federasi yang keliru. Tapi sudah jelas FIFA, tidak pernah meminta daftar pemain dari klub ISL. Maka kemudian pemain yang dipanggil untuk Timnas Indonesia dari LPI saja, itulah mengapa kita dibantai 10-0.
Kalau FIFA memihak PSSI Djohar, berarti PSSI Anda bubar dong?
Kami jalan terus, kami bentuk kompetisi sendiri, kami bentuk Tim nasional sendiri, Alfred Riedl yang menjadi pelatih kepala. Kita uji saja nanti versi sana atau sini yang lebih bagus.
Wah, apa bisa begitu? lalu legitimasinya dimana?
Peduli amat..!! Tidak ada masalah, yang penting sekarang sesuai dengan arahan AFC: "Lupakan Liga Champions Asia, You bereskan dulu kompetisi"
Kalau begitu, bagaimana mereka punya kesempatan bertanding di tingkat Internasional?
Tidak usah ikut jalur FIFA, masih banyak konfederasi yang lain seperti Asia Oceania.
Itukan masih dibawah FIFA juga?
Peduli amat, yang penting kami bisa memperlihatkan prestasi anak kami kepada khalayak dan memperlihatkan mana yang benar.
Kenapa KPSI menolak undangan PSSI untuk rekonsiliasi?
KPSI tidak pernah menolak. Ada mediasi di KONI dan sebagainya kami hadir. Mereka justru mengirimkan staf rendahan yang tidak mengerti dan tidak bisa mengambil keputusan.
Benarkah ada undangan untuk ikut Kongres di Palangkaraya?
Klub-klub diundang sebagai pengamat yang katanya nanti akan diajak rekonsiliasi. Rekonsiliasi kan bukan seperti itu. Rekonsiliasi itu kalau mau dilakukan tanggal 18 Desember saat kita diundang dihadapan para anggota. PSSI datang, pakai itu forum untuk rekonsiliasi. Kalau tidak cukup disitu, sebulan setelah itu. Pada 21 Januari kami kan mengadakan lagi pertemuan yang dihadiri 542 anggota PSSI.
Berapa biaya untuk menggelar Kongre kemarin?
Tidak sampai Rp 10 Miliar dari sumbangan dan support anggota.
Support dari Nirwan Bakrie juga?
Dana dukungan datang dari anggota, termasuk saya. Kalau ada support dari pihak lain tentunya tidak kami tolak.
Dari Nirwan?
Mungkin saja ngasih lewat liganya. Tapi tidak lewat saya, kami independen.
Yang jelas sekarang pertempuran antara Arifin Panigoro dan Nirwan Bakrie ya?
Boleh dibilang begitu, tapi yang namanya Nirwan dan Arifin harus bisa disatukan. Ini tugas kita, mereka ini orang gila bola.
Menurut Anda, siapakah yang bisa menegahi dua tokoh itu?
Dari dulu saya minta Dahlan Iskan.
Foto: Jurnaline
Rekomendasi untuk Anda:IPL
