Macam-macam jenis awan
Minggu, 29 April 2012
Awan adalah kumpulan titik-titik air atau kristal es yang melayanglayang di atmosfer dan terjadinya karena kondensasi (proses perubahan dari uap air menjadi air) atau sublimasi.
Berdasarkan persetujuan internasional, awan diklasifikasikan menjadi empat golongan sebagai berikut.
1) Awan tinggi, ketinggiannya di atas 6.000 meter, meliputi sebagai berikut.
a) Cirrus (Ci), awan halus, struktur berserat seperti bulu burung dan pita yang melengkung.
b) Cirrocumulus (Cc), bentuknya seperti gerombolan domba, kadangkadang ada bayangan atau tidak ada bayangan.
c) Cirrostratus (Cs), seperti kelambu, putih, halus, menutup seluruh angkasa, bewarna pucat dan menimbulkan lingkaran pada tepi matahari atau tepi bulan.
2) Awan sedang, ketinggiannya antara 2.000 - 6.000 meter, meliputi sebagai berikut.
a) Altocumulus (Ac), seperti bola-bola tebal putih atau pucat, sebagian berwarna kelabu.
b) Altostratus (As), seperti selendang tebal, bagian yang menghadap matahari atau bulan tampak lebih terang.
3) Awan rendah, ketinggiannya antara 0 - 2.000 meter, meliputi sebagai berikut.
a) Stratocumulus (Sc), seperti gelombang, sering menutup angkasa, seperti gelombang lautan. Di antara awan ini langit tampak berwarna biru.
b) Stratus (St), awan melebar seperti kabut, tetapi tidak sampai ke permukaan tanah.
4) Awan dengan perkembangan vertikal, batas terendah 500 - 2.000 meter dan puncaknya sampai 10.000 meter, meliputi sebagai berikut.
a) Nimbostratus (Ns), awannya tebal, bentuknya tidak teratur, menimbulkan banyak hujan.
b) Cumulus (Cu), awannya tebal, dasar horizontal, puncak awan bermacam-macam. Terbentuk dari udara yang naik pada siang hari. Bagian yang berhadapan dengan matahari kelihatan terang.
c) Cumulonimbus (Cb), volume awan besar, berbentuk menara, gunung, dan puncaknya melebar. Dapat menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur.
Awan terbentuk karena temperatur udara yang mengandung uap air mengalami penurunan hingga mencapai titik kondensasi. Selanjutnya, temperatur menurun terus sampai di bawah kondensasi.
(Geografi oleh Liskandar)
Foto: enchantedlearning.com
Berdasarkan persetujuan internasional, awan diklasifikasikan menjadi empat golongan sebagai berikut.
1) Awan tinggi, ketinggiannya di atas 6.000 meter, meliputi sebagai berikut.
a) Cirrus (Ci), awan halus, struktur berserat seperti bulu burung dan pita yang melengkung.
b) Cirrocumulus (Cc), bentuknya seperti gerombolan domba, kadangkadang ada bayangan atau tidak ada bayangan.
c) Cirrostratus (Cs), seperti kelambu, putih, halus, menutup seluruh angkasa, bewarna pucat dan menimbulkan lingkaran pada tepi matahari atau tepi bulan.
2) Awan sedang, ketinggiannya antara 2.000 - 6.000 meter, meliputi sebagai berikut.
a) Altocumulus (Ac), seperti bola-bola tebal putih atau pucat, sebagian berwarna kelabu.
b) Altostratus (As), seperti selendang tebal, bagian yang menghadap matahari atau bulan tampak lebih terang.
3) Awan rendah, ketinggiannya antara 0 - 2.000 meter, meliputi sebagai berikut.
a) Stratocumulus (Sc), seperti gelombang, sering menutup angkasa, seperti gelombang lautan. Di antara awan ini langit tampak berwarna biru.
b) Stratus (St), awan melebar seperti kabut, tetapi tidak sampai ke permukaan tanah.
4) Awan dengan perkembangan vertikal, batas terendah 500 - 2.000 meter dan puncaknya sampai 10.000 meter, meliputi sebagai berikut.
a) Nimbostratus (Ns), awannya tebal, bentuknya tidak teratur, menimbulkan banyak hujan.
b) Cumulus (Cu), awannya tebal, dasar horizontal, puncak awan bermacam-macam. Terbentuk dari udara yang naik pada siang hari. Bagian yang berhadapan dengan matahari kelihatan terang.
c) Cumulonimbus (Cb), volume awan besar, berbentuk menara, gunung, dan puncaknya melebar. Dapat menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur.
Awan terbentuk karena temperatur udara yang mengandung uap air mengalami penurunan hingga mencapai titik kondensasi. Selanjutnya, temperatur menurun terus sampai di bawah kondensasi.
(Geografi oleh Liskandar)
Foto: enchantedlearning.com
Rekomendasi untuk Anda:Geografi
