Taman Lampion atau taman pelangi Yogyakarta

taman pelangi monjali baru

Taman lampion atau taman pelangi Yogyakarta letaknya masih di dalam area Monumen Jogja Kembali yaitu sebuah menumen bersejarah sebagai tanda menyerahnya penjajah Belanda saat terjadi perang kemerdekaan di Yogyakarta.  Secara administratif  terletak di jalan Ring Road Utara, Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta .

Taman Lampion atau taman pelangi Yogyakarta
Taman Lampion atau taman pelangi Yogyakarta

Taman lampion ini dahulunya belum ada alias masih berupa taman biasa yang menunjang tempat pariwisata bersejarah Monjali (Monumen Jogja Kembali). Kalaupun dilakukan aneka kegiatan atau even-even tertentu itupun hanya bersifat sementara.

Sebelumnya, area Monjali ini hanya dibuka pada siang hari saja namun setelah dibuatnya taman lampion atau taman pelangi ini kemudian dibuka untuk umum sampai malam hari. Peresmian pembuatan taman lampion ini telah dilakukan pada tanggal 17 Desember 2011.

Adapun jam buka taman pelangi jogja dapat dilihat pada keterangan berikut.

  • Hari senin-kamis buka pukul 17.00 wib sampai dengan pukul 22.00 wib dengan biaya masuk Rp 10.000/orang
  • Hari jum’at-minggu buka pukul 17.00 wib sampai dengan pukul 23.00 wib dengan biaya masuk Rp 15.000/orang

Taman pelangi Monjali ini mempunya sekitar 20 jenis permainan dan 25 stand yang menjual aneka jajanan dan minuman. Jenis permainan diantaranya balon air, perahu, bom bom car, rumah setan, kereta onthel, bianglala, becak mini, bugee jumping dsb. Adapun jenis makanan yang diperjualkan diantaranya pecel lele, mie, nasi goring dan aneka jajanan ringan. Oleh karena wisata ini merupakan wisata bertema lampion, maka keunggulan wisata ini yaitu menampilkan beraneka macam lampu lampion.

Lampu lampion dibentuk beraneka macam diantaranya menyerupai bunga, kehidupan bawah laut, ikan, beruang, dinosaurus, pohon, gapura dan sebagainya. Setiap sekitar enam bulan sekali di tempat ini juga diadakan acara live music.

Apa saja fasilitas umum di Taman Lampion atau taman pelangi Yogyakarta ?

Fasilitas lainnya seperti toilet dan parkir sudah tersedia. Tarif parkir dikenakan  Rp 2000/motor dan Rp 5000/mobil. Area parkir berada di sebelah barat Monumen dan buka dari pagi hingga malam hari. Oleh karena  letaknya di jalan ring road utara, maka akses jalan ini sangat bagus dan bisa dilalui dengan kendaraan roda dua ataupun roda empat. Untuk datang ke tempat ini sebaiknya dilakukan bukan pada musim hujan karena wisata ini berada di area terbuka (baca juga: hutan pinus mangunan).

Daftar Pustaka:
Informasi di tempat pariwisata taman lampion atau taman pelangi Yogyakarta
Situs www.wisatapedi.com diakses tanggal 13 Agustus 2017.

Hutan Pinus Mangunan

Pintu masuk hutan pinus mangunan

Hutan pinus mangunan secara administrasi terletak di desa sudimoro, kelurahan muntuk, kecamatan dlingo, kabupaten bantul, provinsi daerah istimewa Yogyakarta.

Dahulunya kawasan ini merupakan kawasan tanah kering dan berkapur yang tingkat kesuburannya rendah. Kemudian oleh pemerintah melalui Perhutani wilayah ini dijadikan sebagai Resort Pengelolaan Hutan (RPH) dengan program utamanya yaitu melakukan reboisasi.


Proses reboisasi dilakukan pada lahan seluas 500 hektar. Adapun tanaman yang ditanam ada berbagai macam jenis antara lain pinus, akasia, kayu putih, kemiri dan mahoni (baca juga: Puncak Becici ).

Secara umum hutan pinus tumbuh sebagai tanaman mayoritas di lahan ini dimana lokasinya secara administrasi terletak di beberapa desa. Namun pada artikel kali ini, kita hanya akan membahas hutan pinus mangunan atau hutan pinus imogiri (walaupun secara administrasi tidak termasuk di wilayah imogiri).


Program reboisasi ini bisa dikatakan telah berhasil. Tanah yang tadinya kering dan tandus menjadi lembab. Udara menjadi dingin dan sejuk. Hutan yang tadinya difungsikan sebagai kawasan hutan lindung berfungsi pula sebagai kawasan wisata alam dan budaya. Peresmiannya bahkan telah dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X pada tahun 2015.


Berdasarkan peraturan gubernur nomor 84 tahun 2016 tarif jasa layanan wisata di kawasan RPH Mangunan yaitu:

  1. Parkir kendaraan: Rp 2.000/motor, Rp 5.000/mobil dan Rp 20.000/bus.
  2. Bea masuk: kawasan hutan Rp 2.000/orang, panggung sekolah hutan Rp 2.500/orang, studio alam Rp 2.000/orang dan jelajah alam Rp 10.000/orang.
  3. Sewa panggung sekolah hutan: komersial Rp 3.000.000/kegiatan dan non komersial Rp 1.000.000/kegiatan.
  4. Sewa tempat Rp 200.000/kegiatan, hammock Rp 10.000/orang, aula Rp 250.000/4 jam dan Camping ground Rp 15.000/orang perhari.
  5. Dokumentasi: foto session/pra-wedding Rp 200.000/kegiatan, video klip Rp 250.000/kegiatan dan film komersial Rp 1.000.000/hari.
  6. Tarif jasa yang belum diatur akan dicantumkan kemudian. Hubungi pihak terkait.

Dengan semangat sapta pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan), kawasan hutan pinus mangunan terus berbenah. Untuk mendukung fungsi hutan sebagai tempat wisata alam dan budaya pembangunan fasilitas-fasilitas pun dilakukan diantaranya penyediaan tempat parkir, loket retribusi, toilet, musholla, rumah makan, gazebo, gardu pandang, tempat teater dan beberapa spot foto bertemakan hutan.


Kawasan hutan pinus buka setiap hari. Waktu terbaik untuk berkunjung yaitu pagi hari. Di pagi hari kawasan hutan pinus biasanya akan diselimuti kabut tipis dan udaranya sangat sejuk. Hingga saat ini, belum ada transportasi umum untuk mencapai wilayah ini. Bagi Anda yang ingin berkunjung paling mudah melewati terminal giwangan jalan terus ke selatan melalui jalan imogiri timur sampai melewati pasar imogiri dan pertigaan imogiri. Ikuti rambu petunjuk arah yang ada. Di sepanjang jalan terdapat rambu petunjuk arah yang cukup lengkap.

Daftar Pustaka:
Pusat informasi kawasan wisata hutan pinus mangunan.

Rumah Domes

IMG_20170704_154928_HDR

Sejarah Pembuatan Rumah Domes

Rumah Domes atau rumah iglo atau istilah yang dikenal oleh masyarakatnya yaitu rumah teletubis (karena bentuknya mirip rumah teletubis) dapat dibangun bukanlah tanpa peristiwa sejarah. Proses pembangunan ini bermula dari peristiwa gempa bumi besar yang mengguncang Yogyakarta.

Pada tanggal 27 Mei 2006, gempa bumi juga meluluh-lantahkan kampung Nglepen, Dusun Senggir, Kelurahan Sumberharjo, Kecamatan Prambanan. Kampung yang letaknya di lereng perbukitan ini bahkan tidak dapat digunakan sebagai pemukinan lagi. Tanah di perkampungan ini mengalami retakan, ambles (sedalam 3 meter, lebar 15 meter dan panjang 500 meter) dan longsor sehingga semua penduduknya harus mengunsi ke tempat yang aman (baca juga: hutan pinus mangunan).

Akibat gempa ini, masyarakat kampung Nglepen selain kehilangan rumah, mereka juga harus kehilangan tempat tinggal. Sekitar empat bulan lamanya mereka hidup di dalam tenda. Lebih tepatnya, di bulan September 2016, pemerintah Yogyakarta merelokasi semua warga ke tempat yang lebih aman. Tempat baru ini kemudian dinamakan the new nglepen.

Pada bulan yang sama, masyarakat kampung Nglepen mendapatkan bantuan dari lembaga masyarakat non pemerintah di Amerika Serikat berupa pembangunan rumah unik berbentuk kubah yaitu rumah domes yang mirip dengan rumah teletubis di area seluas 2.325 ha. Total pembangunan rumah domes yaitu 71 rumah hunian, 9 fasilitas umum meliputi 1 mushola, 1 rumah kesehatan, 1 aula dan 6 MCK.

Setiap rumah done terdiri dari 2 lantai yaitu lantai pertama berisi 1 ruang tamu, 1 dapur dan 2 tempat tidur sedangkan lantai dua berisi ruang serbaguna.

Proses pembuatan rumah domes
Proses pembangunan rumah domes terdiri dari beberapa tahap yang dimulai pada bulan September 2006 dan dipimpin oleh Rich Crandll.

  1. Meratakan tanah agar mudah dilakukan pembangunan.
  2. Membuat lantai rumah dalam beberapa tahap.
    •    Membuat lingkaran berdiameter 7 meter untuk rumah hunian dan MCK, 9 meter untuk musholla dan tempat kesehatan.
    •    Setelah itu barulah dianyami besi 12 mm secara keseluruhan dengan jarak 20 cm.
    •    Langkah selanjutnya pengecoran dengan bahan pasir dan semen (1:2). Campurang tidak menggunakan batu.
    •    Setelah kering dan keras barulah dibuat dinding rumah.
  3. Dalam membuat dinding rumah ada beberapa tahapan:
    •    Rumah domes dibangun dengan balon yang diisi dengan udara menggunakan kompresor. Balon tersebut berbentuk bulat dan terbuat dari karet yang sangat kuat. Satu cetakan balon bisa untuk mencetak 100 rumah.
    •    Untuk tulang bangunannya digunakanlah besi berukuran 10 mm yang dianyam dengan jarak 40 cm. Besi ini dianyam diatas cetakan yang sekaligus dipasang jendela dan pintu.
    •    Setelah itu dilakukan pengecoran dengan cara manual.
  4. Setelah dinding mongering barulah balon dikempeskan dan dikeluarkan melalui pintu.
  5. Pembuatan kamar lantai pertama disekat menggunakan batu bata yang diberi tulang besi. Sedangkan untuk lantai dua, dibuat meggunakan kayu.
    Pembuatan rumah dome menghabiskan dana $ 4.000. Pembuatannya membutuhkan waktu 3 minggu dengan menghabiskan 200 sak semen, pasir 4 truk dan 200 batang besi. Adapun tinggi rumah domes yaitu 4,6 meter dan tebal dinding 10 cm.


Paket wisata rumah domes
Ada beberapa paket wisata yang disediakan oleh rumah domes yaitu

  1. Paket home stay (penginapan) Rp 55.000/orang. Makan 3 kali, minum dan penginapan.
  2. Paket kegiatan (minimal 10 orang @ Rp 6.000/orang/kegiatan). Kegiatan yang akan dilakukan antara lain tracking, pemutaran video, permainan, tour de village, pemeliharaan hewan ternak secara tradisional dan pembuatan emping garut.
  3. Paket kesenian Rp 200.000/kesenian. Kesenian kas dome, randa tek-tek, orgen tunggal, jathilan dan karawitan.
  4. Paket umum Rp 1.500,-

Lukisan dinding di dome ekpresi
Lokasi wisata rumah domes
Untuk menuju tempat wisata rumah domes bisa ditempuh dari dua jalur.
Jalur selatan dimulai dari perempatan pasar piyungan bantul, ambil arah utara menuju candi boko sekitar 3 km. Lihat papan petunjuk arah bertulisan rumah dome ke arah timur. Ikut saja pentunjuk tersebut, kita akan dibawa melewati area perkampungan dan persawahan.

Jalur utara bisa dimulai dari candi prambanan menuju ke selatan arah candi boko. Letak rumah dome sekitar 4 km selatan candi boko. Nanti ikuti papan petunjuk arah yang ada di pinggir jalan (baca juga: taman pelangi atau taman lampion jogja ).

Daftar Pustaka
Pusat informasi rumah dome, diambil tanggal 10 Juli 2017.

Embung Banjaroya

IMG_20170630_165107_HDR (FILEminimizer)

Embung Banjaroya terletak di desa wisata Banjaroya atau dewa bara yaitu sebuah desa yang terletak di lereng bukit menoreh. Desa ini secara administrasi masuk ke dalam wilayah Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Nah, desa ini merupakan gabungan dari empat kelurahan yang wilayahnya saling berdekatan yaitu kelurahan Tonogoro, Beji, Tanjung dan Kalibawang. Peggabungan ini di lakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono.

Makna banjaroya memiliki dua makna yaitu 1) rumah berderet yang makmur dan 2) daerah independen yang makmur dengan kata lain daerah makmur yang memiliki otoritas sendiri. Dengan penyatuan dan pemberian nama baru ini diharapkan desa banjaroya bisa berkembang, ayem tentrem dan maju.

Embung banjaroya memiliki luas sekitar 4800 meterpersegi (kedalaman 4 meter) dengan kapasitas volume maksimal sebesar 90.000 meterkubik sebagai bentuk pembangunan proyek kebun monokultur durian menoreh. Embung ini berada di atas bukit dengan sumber airnya yaitu dari air hujan. Diharapkan dari air hujan yang tertampung ini dapat mengairi lahan seluas 20 hektare yang ditumbuhi sekitar 3000 pohon durian. Selain berfungsi untuk mengairi komoditas durian, embung banjaroya juga difungsikn sebagai tempat perikanan dan agrowisata. Beberapa tanaman yang ada di sekitar embung antara lain klengkeng intoh, srikaya, durian sitokong dan durian montong krem. Kesemuanya ini dikelola oleh kelompok tani Sidomaju.


Sumber dana pengembangan waduk mini atau embung banjaroya berasal dari dana APBD dan BUMN. Melalui dana APBD I Daerah Istimewa Yogyakarta telah dibangun talud, gazebo, musholla, kios buah, paving halaman, toilet umum, ligetning, jogging track, taman dan gedung pembibitan. Selain itu, pada tanggal 28 Februari 2014, Direktur Utama Pertamina –Karen Agustiawan- menyerahkan bantuan pengembangan kawasan agrowisata.


Waduk mini atau embung Banjaroya dibuka setiap pukul 7.00-18.00 WIB dengan biaya retribusi gratis. Pengunjung hanya dikenakan tarif jasa parker Rp 2000/motor dan Rp 5000/mobil. Dari lokasi embung, kita bisa melihat pegunungan menorah di sisi barat dan lembah hijau nan subur di sisi selatan, timur dan utara. Jika cuaca tidak berkabut, kita dapat melihat gunung merapi dan gunung merbabu. Untuk itu, kami sarankan berkunjunglah pada waktu pagi hari.

Jalan menuju lokasi embung dapat kita tempuh melalui perjalanan ke barat arah Godean sampai menyebrangi jembatan sungai progo lalu akan ketemu perempatan kenteng. Di perempatan kenteng ambil arah ke utara yaitu arah ke Magelang. Ikuti terus jalur menuju Magelang sampai bertemu pasar Bendo di sisi barat jalan. Di pasar bendo ada jalan tanjakan menuju kea rah barat, ikutilah jalan tersebut sampai ke lokasi embung. Jalan di lokasi ini masih sempit. Perhatikan gambar di bawah.


Jangan lupa kunjungi pula embung Kleco.

Waduk Mini Kleco

embung kleco sisi selatan

Waduk mini Kleco atau embung kleco terletak di Dusun Ngesong, daerah kelurahan Giripurwo, kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Waduk yang telah diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X pada tanggal 30 Desember 2014 ini, terletak di atas pegunungan dengan bentuk seperti huruf L sehingga terdapat tiga sisi yaitu sisi utara, selatan dan barat. Waduk ini dibangun menggunakan dana CSR dari pertamina sekitar Rp 1,3 miliar.

Embung kleco ini dapat menampung kapasitas air sekitar 8.500 meter kubik dengan luas keseluruhan bangunan sekitar 20 hektare. Sumber air dari embung ini berasal dari air hujan, dengan kata lain ketika musim hujan tiba, waduk/embung ini akan menampung air hujan lalu menyalurkan ke persawahan dan perkebunan sekitar pada musim kemarau. Masyarakat di sini banyak yang membuat perkebunan durian. Varietas yang ditanam kebanyakan adalah varietas menoreh kuning dan jambon yang merupakan salah satu varian durian ungul di Indonesia.

Pada perkembangannya, embung mini kleco ini oleh tiga dusun yaitu dusun penggung, banjaran dan ngesong dikelola sebagai tempat wisata alam. Bahkan saat ini telah dibangun gazebo, tempat duduk, toilet, warung makan, tempat parkir dan fasilitas permainan flying fox. Paling mudah untuk mencapai empat ini yaitu menggunakan sepeda motor. Mengapa? karena jika dilihat dari Polsek Girimulyo sampai menuju lokasi embung yang berjarak sekitar 4 kilometer kondisi jalan menyempit yaitu hanya sekitar 4 meter saja.

Sedangkan dari gapuro “selamat datang” embung menuju waduk mini kleco berjarak sekitar 2 kilometer dengan kondisi jalan sempit, berliku, terus menanjak dan belum beraspal. Kondisi jalan hanya dicor semen membentuk dua sisi ban mobil saja sehingga ketika berpapasan dengan mobil dari lawan arus akan menjadi repot.

Namun meskipun medannya sulit, kita akan diberikan pemandangan pegunungan yang indah, pedesaan yang alami, udara yang segar dan persawahan khas pegunungan yaitu dengan sistem berundak-undak.

Pemandangan sekitar waduk mini kleco

Pemandangan dari atas waduk kleco

Hingga tulisan ini ditulis, belum ada tiket masuk bila kita mengunjungi tempat ini. Hanya saja kita harus membayar jasa parkir sebesar Rp 2000,-/motor dan Rp 5000,-/mobil (Biaya parker bisa saja berubah sewaktu-waktu). Nah, jalan menuju embung ini bisa Anda lihat di peta berikut ini.

Waduk mini kleco juga berdekatan dengan curug kedung pedut.