Pantai Berlayar

Pantai Berlayar terletak di Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Pantai ini terletak di Teluk Bima sebelah timur yang merupakan pintu masuk bagi kapal-kapal dari Surabaya, Maluku dan Sulawesi yang ingin bersandar di Pelabuhan Bima. Jika kita berdiri lurus menghadap ke teluk, dari kejauhan kita akan melihat dataran tinggi Donggo.

Keindahan Pantai Berlayar Kolo
Keindahan Pantai Berlayar Kolo

Pantai Berlayar merupakan pantai yang memiliki keunikan. Selain ada areanya yang berupa pantai berpasir, pantai ini juga memiliki area yang terdapat banyak bebatuan kecil. Bebatuan ini berasal dari karang atau bebatuan besar yang mengalami pemecahan akibat bertabrakan dengan ombak sehingga ukurannya menjadi lebih kecil. Proses ini membutuhkan waktu yang lama.

Area pantai yang banyak terdapat bebatuan kecil
Area pantai yang banyak terdapat bebatuan kecil

Apabila kita berenang di pantainya, maka kita akan menemukan beberapa titik di pantai ini yang dasar lautnya terdapat banyak karang. Akan tetapi bila kita menjelajah beberapa titik lainnya, maka akan ditemukan sebagian dasar lautnya berupa pasir hitam yang lembut.

Pantai Berlayar Kolo ini memiliki panjang sekitar 1 km dengan lebar sekitar 15 meter dimana di sebelah utara dari pantai ini berbatasan langsung dengan jalan beraspal serta perbukitan tinggi yang ditumbuhi tanaman ladang milik penduduk setempat. Jika kita berkunjung pada musim penghujan, perbukitan di sebelah utara akan terlihat hijau khas perbukitan sabana yang kaya akan rumput. Namun bila kita berkunjung pada musim kemarau, warnanya akan coklat tua karena tanaman akan mengalami kekeringan atau layu.

Kondisi Pantai Berlayar relatif teduh karena banyak ditumbuhi pohon besar seperti pohon trembesi, pohon asem dan banyak rumput ilalang. Oleh karena terletak di pinggir jalan, maka lokasi ini akan terlihat bila Anda ingin pergi ke perkampungan Kolo atau ingin pergi ke Pantai So Ati atau Pantai Sanumbe yang lokasinya lebih jauh.

Pintu gerbang pantai yang di lihat dari perbukitan sebelah utara
Pintu gerbang pantai yang di lihat dari perbukitan sebelah utara

Untuk menuju Pantai Berlayar diperlukan waktu sekitar 25 menit dengan menempuh jarak sekitar 14 kilometer dari Kota Bima. Kita bisa menggunakan kendaraan pribadi baik roda empat maupun roda dua. Nah, di pantai ini terdapat banyak fasilitas diantaranya gubuk-gubuk yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk bersantai. Selain itu terdapat pula penyewaan toilet, ban untuk berenang serta aneka penjaja makanan ringan.

Pantai Berlayar lokasinya sangat dekat dengan Pantai Buntu yaitu sekitar 1 km ke arah utara. Setelah melewati tanjakan dengan tikungan tajam, kita akan langsung sampai ke lokasi pantai ini.

Pantai Sonumbe

Tebing yang menjulang tinggi di pinggir pantai

Pantai Sonumbe atau Pantai Sanumbe merupakan salah satu pantai yang termasuk dalam deretan kawasan pesisir pantai Kolo. Lokasinya berada di ujung teluk Bima, sekitar 2 km dari Pantai So Ati atau beralamat lengkapnya di Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Bila diukur dari Kota Bima, jaraknya sekitar 20 km ke arah utara.

Panorama di Pantai Sonumbe
Panorama di Pantai Sonumbe

Pantai Sonumbe masih sangat alami, tidak banyak pengunjung yang berkunjung ke tempat ini karena selain jaraknya yang sangat jauh, infrastruktur jalan untuk menuju tempat ini belum beraspal alias masih dalam keadaan jalanan tanah dan berbatu. Akan tetapi keindahan pantai yang satu ini tidak kalah dari pantai lainnya.

Pantai ini terkenal dengan spot keindahan alam bawah lautnya yang banyak ditumbuhi terumbu karang sebagai tempat hidup aneka jenis ikan hias. Ini terjadi karena bentuk pantai ini melengkung menghadap teluk Bima sehingga dengan kondisi ombak yang sangat kecil sangat membantu untuk pertumbuhan terumbu karang. Selain itu di pinggirnya terdapat pula tebing yang tingginya bisa mencapai lebih dari 60 meter dari permukaan laut.

Foto bawah laut di Pantai Sonumbe
Foto bawah laut di Pantai Sonumbe (Sumber: anugrah nurrahman di Jalan-Jalan Manja)

Pemandangan di daerah ini sangatlah indah. Jika kita melihat di sisi barat, maka akan terlihat dataran tinggi Donggo. Disebelah utara ke timur ada tebing yang sangat tinggi. Di sebelah selatan juga ada tebing yang tinggi dimana pada sisi pinggirnya ada sebuah jalan yang menghubungkan antara Pantai Sonumbe dengan Pantai So Ati dan perkampungan nelayan setempat.

Dataran tinggi Donggo dilihat dari Pantai Sonumbe
Dataran tinggi Donggo dilihat dari Pantai Sonumbe

Untuk mencapai pantai ini, kita bisa berjalan menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda empat. Pada musim kemarau kondisi jalan akan sangat berdebu sedangkan pada musim hujan kondisi jalan akan sangat licin. Hingga tulisan ini ditulis, pantai ini belum dikelola secara profesional sehingga belum ada tiket biaya masuk ataupun fasilitas umum lainnya. Durasi perjalanan bisa mencapai 30 menit (Baca juga: Sejarah Kesultanan Bima).

Tebing yang menjulang tinggi di pinggir pantai
Tebing yang menjulang tinggi di pinggir pantai

Oleh karena lokasi Pantai Sonumbe ini adalah yang paling ujung, jika kita pergi ke pantai ini, maka akan melewati sejumlah pantai lainnya seperti Pantai Buntu dan Pantai So Ati.

Pantai So Ati

Di sepanjang teluk Bima tepatnya di sisi sebelah timur ada rentetan pantai yang indah, salah satunya adalah pantai So Ati. Pantai So Ati ini berjarak sekitar 20 km ke arah utara dari kota Bima yaitu terletak di Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.

Pantai So Ati
Gambar. Pantai So Ati

Pantai So Ati memiliki ciri khas hampir mirip dengan Pantai Buntu yakni banyak ditumbuhi pohon kelapa dengan diselingi beberapa jenis pepohonan seperti pohon mangga dan asem. Bila pada musim hujan, di bawah pepohonan kelapa yang sangat rindang akan tumbuh rerumputan hijau yang bisa menambah keasrian pantai ini.

IMG_1818

Pantai ini sangat dekat dengan pemukiman penduduk yang mayoritas beragama Islam dengan mata pencaharian sebagian besarnya sebagai nelayan. Terkadang kita dapat melihat beberapa kapal kayu berukuran besar hingga kecil ada di pantai So Ati ini yang sedang bersandar saat siang hari.

Jalanan menuju Pantai ini 90% nya sudah beraspal dengan kondisi jalan yang sangat baik sehingga dapat ditempuh oleh kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat selama sekitar 20 menit. Hanya saja, kondisi jalan yang sangat berliku dan curam ini akan mampu menyulitkan bagi Anda yang tidak mahir dalam mengendarai kendaraan.

Pohon yang tumbuh di tepi Pantai So Ati
Pohon yang tumbuh di tepi Pantai So Ati

Hingga tulisan ini ditulis, belum ada tiket retribusi atau biaya parkir bagi para pengunjung. Belum ada pembentukan managemen pengelolaan tempat wisata disini sehingga masyarakat diperbolehkan berkunjung secara bebas. Terdapat beberapa fasilitas umum yang tersedia seperti musholla, bilik toilet dan beberapa penjaja makanan dan minumam ringan.

Apabila Anda ingin berkunjung di Pantai So Ati ini bawalah perbekalan yang cukup seperti tikar atau makanan serta minuman dari rumah.

Pantai Buntu Bima

Pantai Buntu Bima merupakan pantai yang berada di sebelah utara kota Bima yaitu sekitar 13 km. Pantai ini meliputi hamparan pasir putih yang landai dengan ditanami pepohonan kelapa dalam jumlah yang banyak sehingga udaranya menjadi sejuk meski di siang hari.

Pantai Buntu Bima
Pantai Buntu Bima

Pantai Buntu terletak di Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pantai ini berada di dekat ujung teluk bima yang merupakan pintu masuk bagi setiap kapal yang akan berlabuh di pelabuhan Bima. Kapal-kapal berukuran sedang hingga besar seperti kapal kontainer akan membawa barang-barang dari Jawa, Bali, Mataram dan Makassar (Baca juga: Kebun Buah Mangunan ).

Kapal berukuran besar dan kecil keluar masuk di teluk Bima
Kapal berukuran besar dan kecil keluar masuk di teluk Bima

Perjalanan untuk menuju Pantai Buntu memakan waktu sekitar 20 menit bila kita berjalan dari Kota Bima. Dari Kota Bima kita akan melewati Kampung Melayu yang merupakan kampung mayoritas masyarakat nelayan tradisional. Setelah dari Kampung Melayu, kita akan disuguhi kondisi jalan sudah beraspal halus dengan demografi menanjak, menurun serta berliku-liku khas lintasan pegunungan.

Dataran tinggi Donggo dilihat dari Pantai Buntu
Dataran tinggi Donggo dilihat dari Pantai Buntu

Di sepanjang perjalanan kita akan melewati PLTU Bima dan perkampungan nelayan Kolo beserta pelabuhan kecil yang digunakan oleh nelayan tradisional untuk mensandarkan kapal. Dari sini kita dapat melihat Pelabuhan Bima, Pulau Kambing serta dataran tinggi Donggo yang ada di seberang barat.

Di sisi timur jalan kita akan melihat pegunungan sabana yang ditumbuhi rerumputan hijau saat musim hujan dan bewarna cokelat saat musim kemarau. Sesekali area sabana ini ditumbuhi oleh tumbuhan besar seperti tumbuhan asem, beringin dsb. Di sisi timur jalan akan berbatasan langsung dengan laut yang merupakan Teluk Bima.

Panorama di sepanjang jalan
Panorama di sepanjang jalan

Fasilitas Pantai Buntu masih sangat sederhana dikelola oleh masyarakat sekitar bekerjasama dengan dinas pariwisata. Adapun fasilitas yang ada antara lain musholla, tempat parkir, gazebo, kamar mandi dan penjaja aneka makanan dan minuman ringan. Tidak ada tiket masuk untuk berkunjung ke tempat ini, hanya saja bagi para pengunjung dikenakan tarif parkir sebesar Rp 2000,-/motor dan Rp 5000,-/mobil.

Pantai Buntu memiliki gelombang yang sangat kecil sehingga aman bila digunakan untuk berenang namun dalam jarak sekitar 13 meter dari bibir pantai kondisi dasar lautnya yang tadinya agak datar akan langsung menjorok kedalam (seperti palung) sehingga bagi para pengunjung yang sedang berenang tetap dituntut untuk berhati-hati. Perhitungan sekitar 13 meter ini dihitung saat siang hingga sore hari dimana kondisi air laut sedang pasang. Namun bila sedang surut, maka jaraknya akan semakin kecil (Baca juga: Puncak Becici Hutan Pinus Dlingo ).

Peta Lokasi Pantai Buntu Bima

Peta lokasi Pantai Buntu Bima bisa kita lihat pada peta di bawah ini.