Macam-Macam Perlindungan Alam

Negara harus menjamin perlindungan suku bangsa yang terisolir, misalnya Suku Anak Dalam

Macam-macam perlindungan alam dapat kita bagi menjadi dua golongan yakni perlindungan umum dan perlindungan khusus.

Negara harus menjamin perlindungan suku bangsa yang terisolir, misalnya Suku Anak Dalam
Gambar. Negara harus menjamin perlindungan suku bangsa yang terisolir, misalnya Suku Anak Dalam (Sember: warsi.or.id )
1. Perlindungan umum

Perlindungan umum merupakan tempat perlindungan yang melindungi flora, fauna dan kondisi tanah. Perlindungan umum dapat kita bagi menjadi tiga macam yaitu:

a) Perlindungan alam ketat

Perlindungan alam ketat merupakan perlindungan alam yang dalam pengelolaannya tanpa campur tangan manusia atau ada campur tangan namun secukupnya saja. Hal ini bertujuan agar alam tersebut terlindungi secara alami. Pada umumnya perlindungan jenis ini digunakan untuk penelitian, misalnya daerah Ujung Kulon (Baca juga: Sejarah Perlindungan dan Pengawetan Alam ).

b) Perlindungan alam terbimbing

Perlindungan alam jenis ini akan dikelola oleh para ahli dibidangnya. Misalnya Kebun Raya Bogor.

c) Taman nasional

Taman nasional merupakan tempat perlindungan alam yang meliputi wilayah yang luas di suatu tempat. Di taman ini keadaan ekosistemnya dibiarkan alami meski tetap mengalami pengelolaan oleh manusia sehingga karakter maupun ciri-cirinya dibiarkan ada begitu saja (lestari). Tempat ini digunakan sebagai tempat pariwisata maupun rekreasi, misalnya Way Kambas di Propinsi Lampung dan Taman Safari di Cisarua Bogor.

Menurut Kongres Taman nasional sedunia yang diadakan di Bali (World National Park Conggres) pada tahun 1982, Indonesia memiliki 16 taman nasional antara lain.

1) TN. Kerinci Seblat (Sumbar, Jambi. Bengkulu) ± 1.485.000 Ha
2) TN. Gunung Leuser (Sumut, Aceh) ± 793.000 Ha
3) TN. Barisan Selatan (Lampung, Bengkulu) ± 365.000 Ha
4) TN. Tanjung Puting (Kalteng) ± 355.000 Ha
5) TN. Drumoga Bone (Sulut) ± 300.000 Ha
6) TN. Lore Lindu (Sulteng) t 231.000 Ha
7) TN. Kutai (Kaltim) ± 200.000 Ha
8) TN. Manusela Wainua (Maluku) ± 189.000 Ha
9) TN. Kepulauan Seribu (DKI) ± 108.000 Ha
10) TN. Ujung Kulon (Jabar) ± 79.000 Ha
11) TN. Besakih (Bali) ± 78.000 Ha
12) TN. Komodo (HTB) ± 75.000 Ha
13) TN. Bromo Tengger, Semeru (Jatim) ± 58.000 Ha
14) TN. Meru Betiri (Jatim) ± 50.000 Ha
15) TN. Baluran (Jatim) ± 25.000 Ha
16) TN. Gede Pangrango (Jabar) ± 15.000 Ha

2. Perlindungan khusus

Perlindungan alam khusus merupakan tempat perlindungan alam yang dibuat untuk melindungi alam dengan tujuan tertentu. Perlindungan khusus meliputi:

a) Perlindungan geologi yakni perlindungan alam yang bertujuan untuk melindungi formasi geologi tertentu, misalnya batuan tertentu.

b) Perlindungan alam botani yakni perlindungan alam yang bertujuan untuk melindungi jenis tumbuhan tertentu, misalnya Kebun Raya Bogor.

c) Perlindungan alam zoologi yakni perlindungan alam yang bertujuan untuk melindungi jenis hewan tertentu, misalnya Pulau Komodo.

d) Perlindungan alam antropologi yakni perlindungan alam yang bertujuan untuk melindungi suku bangsa yang terisolir, misalnya Suku Anak Dalam, Suku Asmat di Irian Jaya dan Suku Badui di Banten Selatan.

Setelah membahas tentang Macam-Macam Perlindungan Alam , maka di halaman selanjutnya kita akan membahas tentang Manfaat Lingkungan Bagi Kehidupan Manusia.

[color-box]Dewi, Nurmala.2009.Geografi 2 : untuk SMA dan MA Kelas XI. Bandung: CV. Epsilon Group.[/color-box]

Prinsip Utama Ekowisata Menurut Low Choy Hebron

Objek wisata pantai merupakan salah satu cara pemanfaatan alam
Objek wisata pantai merupakan salah satu cara pemanfaatan alam
Gambar. Objek wisata pantai merupakan salah satu cara pemanfaatan alam

Agar alam dapat dimanfaatkan secara ekonomi sekaligus dilestarikan atau dibudidayakan, maka dalam pengelolaannya dapat diarahkan menjadi ekowisata (ecotourism). Menurut Low Choy Hebron (1996), ada lima faktor yang menjadi prinsip utama ekowisata, yaitu antara lain:

1. Lingkungan

Ekowisata harus menggunakan atau memanfaatkan lingkungan yang relatif masih belum tercemar. Hal ini penting karena untuk menghindari pengunjung dari efek negatif yang disebabkan oleh lingkungan tersebut. Misalnya, tempat yang telah tercemar radiasi nuklir tidak cocok untuk digunakan sebagai tempat wisata.

2. Masyarakat

Ekowisata harus mampu memberi manfaat untuk masyarakat baik dari segi ekonomi, budaya, ekologi maupun sosial. Misalnya dibangunnya tempat berjualan untuk masyarakat, atau panggung atraksi kebudayaan yang bisa diselenggarakan pada waktu-waktu tertentu.

3. Pendidikan dan pengalaman

Ekowisata hendaknya dibangun secara berkonsep agar bisa memberikan kesan pembelajaran kepada pengunjung tentang alam dan budaya yang terkait dengan tempat tersebut. Misalnya, candi prambanan yang bisa menjadi objek wisata pendidikan untuk mengenal peradaban yang pernah ada di Indonesia.

4. Berkelanjutan

Ekowisata harus bisa memberi efek positif terhadap lingkungan yang digunakan agar bisa tetap digunakan secara turun-temurun. Efek tersebut bisa dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Misalnya dari sebagian keuntungan tiket masuk wisata sebagian bisa digunakan untuk membiayai pembangunan saluran air, penanaman pohon, pembuatan taman, pembuatan tempat sampah dll.

5. Manajemen

Ekowisata harus dikelola dengan baik, berkonsep, struktural agar mampu menjamin keberlangsungan ekowisata itu sendiri. Oleh karena itu perlulah pembentukan managemen yang baik sehingga dalam pengelolaan bisa lebih terkontrol dan terawasi. Misalnya dibuat berdivisi atau bagian-bagian dalam kepengurusan seperti bagian keamanan, kebersihan, tiket dll.

Lalu apa perbedaan antara ekowisata dengan wisata alam?

Wisata alam merupakan perjalanan untuk menikmati alam yang masih alami, disini Anda cuma menikmati alam saja tanpa ada tuntutan untuk ikut serta melestarikannya, misalnya petualangan, wisata rombongan dll. Sedangkan pada ekowisata, disini selain perjalanan untuk menikmati alam, Anda juga dituntut untuk ikut andil dalam melestarikan atau mengkonservasi alam baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung misalnya melestarikan spesies dan habitat yang ada sedangkan contoh secara tidak langsungnya, misalnya ikut memberikan pandangannya tentang alam sehingga masyarakat yang hidup di lokasi wisata mau melestarikan dan melindungi lokasi wisata tersebut.

Ekowisata tidak bisa dijauhkan dari upaya konservasi atau pelestarian alam. Lalu apa tujuan dari konservasi itu?. Nah, beberapa tujuan konservasi antara lain:

  • Untuk menjaga proses ekologis sehingga menjamin keberlangsungan kehidupan.
  • Untuk melindungi keaneragaman hayati yang ada.
  • Untuk melestarikan dan memanfaatkan spesies dan ekosistemnya.

[color-box]Dewi, Nurmala.2009.Geografi 2 : untuk SMA dan MA Kelas XI. Bandung: CV. Epsilon Group.[/color-box]

Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup

Pembuatan sengkedan (terasering) untuk lahan miring agar tidak terjadi erosi
Pembuatan sengkedan (terasering) untuk lahan miring agar tidak terjadi erosi
Gambar. Pembuatan sengkedan (terasering) untuk lahan miring agar tidak terjadi erosi

Kerusakan alam terjadi akibat ulah tangan-tangan manusia yang tidak bertanggungjawab dalam mengolah sumber daya alam. Jika dibiarkan terus berlanjut, maka kerusakan alam ini akan membuat kwalitas lingkungan hidup menurun sehingga dapat terjadi bencana alam dan persebaran penyakit. Untuk itu perlu adanya upaya pelestarian lingkungan hidup untuk meminimalisir dan mencegah serta mempertahankan kwalitas lingkungan hidup.

Di negara Indonesia, upaya pelestarian lingkungan hidup telah menjadi tanggung jawab antara pemerintah dan masyarakat. Selain itu, aturan tersebut juga telah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Undang-undang tersebut kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 mengenai Analisis Dampak Lingkungan, PP No. 19 Tahun 1999 mengenai Pengendalian Pencemaran Danau atau Perusakan Laut dan Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Contoh upaya pelestarian lingkungan hidup di wilayah daratan yang dapat kita lakukan demi menyelamatkan kelestarian lingkungan hidup antara lain:

  •  Reboisasi yakni penanaman kembali lahan yang telah gundul,
  •  Rehabilitasi lahan yakni upaya penyuburan kembali lahan yang tidak subur, kritis dan tidak prosuktif,
  • Aturan tata guna lahan yakni upaya pengaturan lahan disesuaikan dengan wilayah sekitar,
  • Membuat daerah resapan air yang berfungsi untuk mencegah banjir dan menyimpan air tanah dalam jumlah besar,
  • Pembuatan sengkedan (terasering) untuk lahan miring (tidak datar),
  •  Melakukan rotasi tanaman agar unsur hara dalam tanah tetap terjaga atau habis hanya untuk satu jenis tanaman,
  • Pembuatan taman kota berfungsi untuk membersihkan udara dalam kota sehingga membuat suasana nyaman dan asri,

Selain melestarikan lingungan hidup di wilayah daratan, kita juga harus melakukan pelestarian di wilayah perairan yang meliputi sungai, danau dan laut. Upaya yang bisa dilakukan antara lain,

  • Tidak membuang limbah industri atau rumahan ke dalam sungai,
  • Menyediakan tempat sampah di perahu, pinggir pantai atau tempat wisata air lainnya,
  • Pelestarian karang laut yang merupakan habitat ikan,
  • Tidak melakukan penangkapan hasil laut dengan cara yang salah misalnya pengeboman maupun penyetruman menggunakan listrik,
  •  Membuat tempat penangkaran, pembuahan biota laut agar tidak punah,
  • Menghindari kebocoran pada tangki minyak di laut.

Utoyo, Bambang.2009.Geografi 2 Membuka Cakrawala Dunia : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta: PT. Setia Purna Inves.

Pengertian dan Unsur-Unsur Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup
Lingkungan hidup
Gambar. Lingkungan hidup

Pengertian dan Unsur Lingkungan Hidup – Pada halaman ini kita akan mempelajari tentang pengertian lingkungan hidup dan unsur-unsur lingkungan hidup sebagai awalan pembahasan Bab Lingkungan Hidup.

A. Pengertian lingkungan hidup

1. Pengertian lingkungan hidup menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan UU Nomor 4 Tahun 1982 (UUPLH 1982) tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup

lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

2. Pengertian lingkungan hidup menurut S.J Mcnaughton dan Larry L. Wolf

S.J Mcnaughton dan Larry L. Wolf berpendapat bahwa lingkungan hidup merupakan semua faktor eksternal yang bersifat fisika atau biologis yang dapat langsung mempengaruhi kehidupan, perkembangan, pertumbuhan dan reproduksi organisme (S.J Mcnaughton dan Larry L. Wolf dalam General Ecology Second Edition, thn, 1973).

3. Pengertian lingkungan hidup menurut Prof DR. IR. Otto Soemarwoto

Seorang ahli ekologi, Otto Soemarwoto berpendapat bahwa lingkungan merupakan jumlah semua benda dan kondisi di dalam ruang yang kita tempati yang dapat mempengaruhi kehidupan kita (Otto Soemarwoto dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan,2001).

4. Pengertian lingkungan hidup menurut Prof DR. ST. Munadjat Danusaputro, SH

Sebagai seorang ahli hukum lingkungan sekaligus guru besar hukum lingkungan Universitas Padjadjaran, Prof. Munadjat berpendapat bahwa lingkungan hidup merupakan semua benda dan kondisi yang termasuk di dalamnya -manusia dan tingkah perbuatannya- yang terdapat pada ruang tempat dimana manusia berada dan mempengaruhi hidup serta kesejahteraan manusia dan jasad hidup lainnya (ST. Munadjat Danusaputro dalam Hukum Lingkungan, Buku I umum, 1980).

5. Pengertian lingkungan hidup menurut Jonny Purba

Lingkungan hidup merupakan wilayah atau tempat berlangsungnya bermacam-macam interaksi sosial antara berbagai macam kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai.

6. Pengertian lingkungan hidup menurut Sri hayati

Lingkungan hidup yakni kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan mahluk hidup yakni termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya.

7. Pengertian lingkungan hidup menurut Emil Salim

Lingkungan hidup dimaknai sebagai benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.

8. Pengertian lingkungan hidup menurut Soedjono

Lingkungan hidup merupakan lingkungan fisik atau jasmani yang terdapat di alam. Nah, pengertian ini menjelaskan kepada kita bahwa manusia, hewan serta tumbuh-tumbuhan yang dilihat dan dianggap sebagai perwujudan fisik jasmani.

9. Pengertian lingkungan hidup menurut Sambas Wirakusumah

Lingkungan hidup adalah semua aspek kondisi eksternal biologis dimana organisme hidup dan ilmu-ilmu lingkungan menjadi studi aspek lingkungan organisme itu sendiri.

10. Pengertian lingkungan hidup menurut Michael Allaby

Menurut Michael Allaby Lingkungan hidup merupakan the physical (fisik), chemical (kimiawi) and biotic condition surrounding (lingkungan biotik sekitar) and organism (organisme).

Banyak sekali para ahli maupun yang tertuang dalam undang-undang yang menjelaskan tentang pengertian lingkungan hidup. Nah, dari sini kita bisa merangkumnya bahwa lingkungan hidup merupakan wilayah di sekitar manusia dengan berbagai macam komponen yang terkandung di dalamnya, baik itu komponen hidup maupun komponen tidak hidup yang berpotensi dalam menopang kebutuhan manusia.

B. Unsur-unsur lingkungan hidup

Manusia akan memperoleh unsur-unsur lingkungan hidup yang diperlukan untuk menunjang kehidupan yang layak. Semakin tinggi budaya manusia, maka akan semakin tinggi dan beraneka ragam pula tingkat kebutuhannya. Hal disebabkan karena manusia merupakan komponen lingkungan alam yang memiliki daya nalar yang tinggi sehingga mampu mengubah ekosistem sesuai dengan yang dikehendaki.

Apa sajakah yang termasuk unsur-unsur lingkungan hidup?

Unsur-unsur lingkungan hidup meliputi beberapa aspek yakni aspek biologi, fisik, manusia dan sosial. Aspek biologi merupakan semua makhluk hidup yang ada di sekitar lingkungan hidup manusia, misalnya sapi, kambing, pohon kelapa dan sebagainya. Adapun aspek fisik merupakan lingkungan alam yang berada di sekitar manusia misalnya iklim, tanah, sumber energi, tambang, perairan dan sebagainya. Sedangkan aspek manusia dan sosial merupakan lingkungan manusia dalam sebuah masyarakat di sekitarnya, misalnya interaksi sosial dan sebagainya.

Pada umumnya, unsur lingkungan hidup dibedakan menjadi dua macam yaitu unsur biotik dan abiotik.

a. Lingkungan Biotik

Lingkungan biotik merupakan komponen makhluk hidup yang menghuni planet bumi ini, yakni terdiri dari mikroorganisme, seperti bakteri, virus, hewan, tumbuhan dan manusia. Nah, lingkungan ini selalu mengalami perubahan, baik secara tiba-tiba maupun perlahan-lahan. Adapun perubahan ini berhubungan erat dengan ekosistemnya yang mempunyai stabilitas tertentu.

Lingkungan biotik itu sendiri dapat kita golongkan menjadi tiga macam yaitu.

1) Produsen, yaitu makhluk hidup yang dapat atau bisa menghasilkan makanan untuk makhluk hidup lain. Misalnya ikan laut yang dapat digunakan sebagai bahan makanan bagi manusia.

2) Pengurai, yaitu makhluk hidup yang memilki peran untuk merombak atau mengurai zat-zat dari jasad makhluk hidup lain yang telah mati. Makhluk hidup jenis ini, misalnya bakteri, jamur, cacing dll.

3) Konsumen, yaitu makhluk hidup yang makanannya mengambil dari makhluk lain. Misalnya manusia yang mengambil daging sapi sebagai bahan makanan.

b. Lingkungan Abiotik/Nonbiotok (Fisik)

Lingkungan ini adalah segala benda mati dan keadaan fisik yang ada di sekitar kita, misalnya batu, air, cahaya matahari, udara dll. Antara unsur lingkungan abiotik kesemuanya akan saling mempengaruhi, misalnya jika udara banyak mengandung air, maka kelembapan meningkat atau jika suhu matahari meningkat, maka air laut akan mudah menguap. Contoh yang lainnya dapat Anda temukan gejalanya dengan mudah di sekitar lingkungan Anda.

Bedasarkan ilmu ekologi manusia, unsur lingkungan hidup dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu lingkungan alam (lingkungan fisik), sosial dan budaya.

a. Lingkungan hidup alami yaitu kondisi alamiah suatu wilayah atau dengan kata lain belum adanya campur tangan/modifikasi dari manusia. Pada kondisi ini, manusia dituntut untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan. Contoh lingkungan hidup alami misalnya angin, tanah, bebatuan dll.

b. Lingkungan Sosial yaitu sebuah kondisi lingkungan yang terkait dengan manusia termasuk sifat dan karakternya dalam berinteraksi sebagai makhluk sosial.

c. Lingkungan Budaya/Binaan yaitu lingkungan yang dikelola, dibuat, dibentu atau dimodifikasi manusia sebagai karya seni seperti candi, masjid kuno, patung, adat istiadat, tari dll.

[color-box]Dewi, Nurmala.2009.Geografi 2 : untuk SMA dan MA Kelas XI. Bandung: CV. Epsilon Group.
Utoyo, Bambang.2009.Geografi 2 Membuka Cakrawala Dunia : untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta: PT. Setia Purna Inves.[/color-box]