Cara Menanggulangi dan Mengatasi Pencemaran Lingkungan (Air, Udara, Tanah)

Cara Menanggulangi dan Mengatasi Pencemaran Lingkungan (Air, Udara, Tanah)

Untuk menanggulangi serta mengatasi berbagai macam pencemaran lingkungan sudah dilakukan, entah itu oleh masyarakat maupun oleh pemerintah.

Usaha-usaha tersebut dilakukan melalui penyuluhan serta penataan lingkungan. Akan tetapi tanpa adanya dukungan serta rasa peduli dari masyarakat terhadap lingkungan, usaha tersebut tidak akan berhasil.

Usaha Menanggulangi Pencemaran Lingkungan

1. Penanggulangan Pencemaran Udara

Dewasa ini musim hujan sudah tidak lagi dapat diprediksi. Hal tersebut menunjukkan kualitas lingkungan yang menurun. Yang mana peristiwa tersebut merupakan ciri-ciri pemanasan global yang merupakan akibat dari pencemaran udara.

Cara Menanggulangi dan Mengatasi Pencemaran Lingkungan (Air, Udara, Tanah)

Untuk mencegah terjadinya pencemaran udara, dapat dilakukan dengan meminimalkan serta memperlambat terjadinya pemanasan global yang dapat dilakukan dengan cara mengurangi pembangunan rumah kaca dan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dengan mengganti dengan bahan bakar alternatif.

Artikel terkai: Pengertian dan macam-macam contoh pencemaran lingkungan

Sedangkan untuk memperlambat terjadinya pemanasan global dapat dilakukan dengan cara: menghentikan penggunaan emisi CFC yang digunakan sebagai bahan dalam freezer ataupun lemari es dan juga dalam pendingin ruangan atau AC, penggunaan bahan bakar minyak secara efisien, penggunaan energi batubara dengan efisien.

Selanjutnya menggunakan filter pada asap pembuangan pabrik untuk menyaring karbon dioksida, peningkatan dalam pemanfaatan energi matahari, panas bumi, serta angin, penggunaan gas alam untuk bahan alternatif pengganti bahan bakar minyak serta batubara, dan mengurangi penebangan hutan serta mengadakan reboisasi.

2. Penanggulangan Pencemaran Air

a. Limbah rumah tangga dalam bentuk cair dialirkan ke dalam bak penampungan supaya tidak terjadi pencemaran pada sumber air dan juga untuk menghindari bau yang tidak sedap.

b. Sampah plastik, karet, serta kaleng dapat di daur ulang menjadi bahan yang lebih berguna.

c. Menghindari penggunaan pupuk secara berlebihan serta mencegah supaya tidak ikut larut ke danau ataupun sungai.

Artikel lainnya: Pengertian, komponen dan macam-macam masalah lingkungan hidup

d. Menggunakan metode pembasmian hama secara biologis dengan menghindari penggunaan pestisida, dan insektisida.

e. Pada setiap pabrik harus memiliki bak pembuangan dan penampungan limbah sebelum di buang ke sungai, limbah tersebut harus sudah diolah dengan cara biologis, kimia, ataupn fisika.

f. Sebisa mungkin mencegah terjadinya kebocoran pada tangki yang digunakan untuk menyimpan minyak, pipa-pipa pengeboran minyak ataupun kapal tanker.

3. Penanggulangan Pencemaran Tanah

Yang menyebabkan terjadinya pencemaran tanah adalah limbah padat, sampah, penggunaan pupuk secara berlebihan serta pembuangan zat pestisida yang juga berlebihan. Pada sampah limbah padat mengandung 70% bahan organik serta 30% bahan anorganik.

Artikel terkait: Macam-macam perlindungan alam

Apabila bahan organik semakin banyak, maka sampah tersebut semakin baik karena dapat di daur ulang dan dapat dengan mudah di degradasi sehingga dapat menyatu dengan tanah menjadi nutrisi untuk organisme lain.

Cara Atasi Pencemaran Lingkungan Secara Umum

1. Membuang Sampah pada Tempatnya

Pembuangan sampah ke selokan atau bahkan ke sungai dapat mengakibatkan aliran air terhambat, sehingga dapat menyebabkan penumpukan sampah dan kemudian membusuk. Selain menimbulkan bau tak sedap juga akan mengakibatkan banjir ketika musim hujan tiba.

2. Penanggulangan Limbah Industri

Sebelum dibuang, limbah-limbah industri yang mengandung bahan kimia harus diolah terlebih dahulu. sehingga racun dapat dihilangkan dan tentunya tidak mengganggu ekosistem.

3. Penghijauan serta Melakukan Penanaman Pohon

Dengan adanya jalur hijau dapat mengurangi kadar CO2 di udara karena tumbuhan dapat menyerap gas CO2 tersebut yang berasal dari asap kendaraan bermotor untuk melakukan fotosintesis. Sehingga tumbuhan hijau dapat mengurangi terjadinya pencemaran udara karena dapat melepaskan O2 ke atmosfer.

Baca juga: Upaya pelestarian lingkungan hidup

4. Menggunakan Pupuk serta Obat Pembasmi Hama dengan Sesuai

Penggunaan pupuk secara berlebih dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Selain itu juga dapat mengakibatkan punahnya organisme tertentu yang dibutuhkan.

Nah, bila ada pertanyaan terkait Cara Menanggulangi dan Mengatasi Pencemaran Lingkungan (Air, Udara, Tanah) di atas bisa ditulis di bawah ini.

Daftar Pustaka:

Pujianto, sri (2014). Menjelajah Dunia Biologi. Surakarta: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

No name. (2016). Cara Menanggulangi dan Mengatasi Pencemaran Lingkungan (Tanah, Air dan Udara). [Online]. Tersedia: www.berpendidikan.com [03 Juni 2019].

Pengertian dan Macam-Macam Contoh Pencemaran Lingkungan

bagan Pengertian dan Macam-Macam Contoh Pencemaran Lingkungan

Pengertian dan Macam-Macam Contoh Pencemaran Lingkungan – Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia pasti akan memanfaatkan sumber daya alam sekitar.

Namun pemanfaatan sumber daya alam yang dilakukan oleh manusia seringkali tidak memperhatikan keadaan lingkungan. Sehingga muncul berbagai macam kerusakan serta pencemaran lingkungan.

Apabila anda tinggal di sekitar kawasan industri, tentu anda akan melihat pabrik-pabrik mengeluarkan asap hitam yang mengandung racun. Sehingga lingkungan alam yang berada di sekitar kawasan tersebut tercemar. Berbagai macam pencemaran yang dihasilkan tidak hanya pencemaran udara saja, akan tetapi juga berupa pencemaran air dan tanah.

bagan Pengertian dan Macam-Macam Contoh Pencemaran Lingkungan

Pengertian Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan atau yang sering kali disebut polusi merupakan perubahan yang terjadi pada lingkungan yang terjadinya tidak dikehendaki sebab berpengaruh pada kegiatan, keselamatan, dan kesehatan makhluk hidup.

Perubahan yang terjadi tersebut diakibatkan oleh zat pencemar atau yang sering disebut dengan polutan. Zat yang dapat dikatakan sebagai polutan adalah apabila jumlah bahan atau zat tersebut lebih dari batas normalnya, berada pada waktu yang tidak tepat, serta pada tempat yang tidak semestinya. Sehingga keadaan ekosistem dalam lingkungan tersebut tidak lagi seimbang.

Artikel terkait: Upaya pelestarian lingkungan hidup

Padahal ekosistem yang seimbang dimiliki oleh lingkungan yang alami. Contohnya seperti, udara di desa jauh lebih segar karena masih banyak pepohonan yang tumbuh. Hal tersebut menunjukkan bahwa udara di desa belum tercemar. Tentu hal tersebut sangat berbeda dengan yang ada di kota, di mana selain penduduknya yang padat, udara yang terasa panas dan tidak nyaman menunjukkan udara telah tercemar

Macam-Macam Pencemaran Lingkungan Berdasarkan Jenis dan Contohnya nya

1. Pencemaran Udara

Biasanya pencemaran udara terjadi karena pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor serta gas buangan dari pabrik. Karbon monoksida (CO), klorofluorokarbon (CFC), senyawa nitrogen, belerang, serta partikel debu merupakan beberapa dari jenis polutan yang seringkali mencemari udara.

Contohnya seperti adanya hasil pembakaran yang tidak sempurna oleh mesin kendaraan yang menghasilkan gas CO (Karbon monoksida). Jika gas CO ini terhirup oleh manusia, maka gas tersebut akan ikut tersebar melalui darah, sehingga dapat mengganggu daya ikat darah terhadap oksigen. Akibatnya dapat menyebabkan gangguan saraf, pusing-pusing, bahkan dapat menyebabkan pingsan.

2. Pencemaran Air

Kerusakan air dari batas normal dapat dikatakan bahwa air tersebut telah tercemar. Air yang tercemar diakibatkan oleh adanya polutan serta racun yang masuk ke dalam air. Jenis dari polutan air ini dapat berupa limbah industri, minyak, bahkan limbah rumah tangga.

Limbah dari industri yang mengandung logam berat seperti timbal, kadmium, ataupun raksa akan ikut mengalir ke sungai. Apabila masuk ke dalam tubuh, maka logam tersebut berbahaya karena dapat menyebabkan penyakit kanker. Limbah rumah tangga seperti sampah serta detergen dapat membuat kandungan oksigen di dalam air menurun.

Artikel terkait: Pengertian, komponen, macam-macam dan masalah lingkungan hidup

Selain limbah industri dan limbah rumah tangga, ada juga limbah pertanian seperti insektisida (DDT), herbisida, serta pupuk berbahaya lainnya yang tentunya berbahaya bagi kesehatan manusia serta organisme lainnya. semua jenis limbah tersebut dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan dapat mengakibatkan kematian organisme air, khususnya ikan.

3. Pencemaran Tanah

Aktivitas manusia seperti membuang sampah tidak pada tempatnya merupakan salah satu penyumbang terjadinya pencemaran tanah. Selain itu, bocornya limbah cair dari rumah sakit maupun industri, tumpahan minyak, limbah, serta zat kimia lainnya juga penyebab terjadinya pencemaran tanah.

Artikel terkait: Hubungan masyarakat dengan lingkungan hidup

Tanah yang telah tercemar oleh polutan, maka polutan tersebut dapat mengendap ke dalam tanah sebagai zat yang beracun. Polutan berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi dua yaitu yang dapat diuraikan seperti kertas dan yang tidak dapat diuraikan seperti plastik.

Daftar Pustaka:

Campble. (Jilid 1 Edisi 8). Biologi. Jakarta: Erlangga.

No name. (2016). Pengertian dan Macam-Macam Jenis Contoh Pencemaran Lingkungan. [Online]. Tersedia: https://www.berpendidikan.com/2016/02/pengertian-dan-macam-macam-jenis-contoh-pencemaran-lingkungan.html [03 Juni 2019]

Pengertian, Komponen, Macam-Macam dan Masalah Lingkungan Hidup

Pengertian, Komponen, Macam-Macam dan Masalah Lingkungan Hidup

Pengertian, Komponen, Macam-Macam dan Masalah Lingkungan Hidup – Makhluk hidup termasuk manusia, hewan, tumbuhan, bakteri, bahkan mikroorganisme membutuhkan lingkungan untuk keberlangsungan hidupnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kehidupan dari setiap makhluk hidup sangat bergantung pada lingkungannya.

Baik secara langsung ataupun tidak langsung, makhluk hidup tidak akan dapat hidup tanpa adanya tumbuhan, hewan serta lingkungan yang tidak hidup seperti udara, air, serta tanah.

Pengertian, Komponen, Macam-Macam dan Masalah Lingkungan Hidup

Untuk lebih memahami pembahasan terkait pengertian, komponen, macam – macam serta masalah dalam lingkungan hidup, dapat anda simak penjelasan berikut:

Pengertian Lingkungan Hidup

Segala sesuatu yang terdapat pada sekitar makhluk hidup yang dapat memengaruhi kehidupan makhluk hidup sendiri tersebut adalah lingkungan hidup. Penggunaan kata “lingkungan” digunakan seringkali secara bergantian dengan kata “lingkungan hidup”. Pada umumnya kedua kata tersebut digunakan dengan pengertian yang sama.

Pengertian lingkungan dalam arti luas meliputi lingkungan kimia, fisik, ataupun biologi. Lingkungan hidup juga mempunyai arti yang berbeda dengan ekosistem, ekologi, dan daya dukung lingkungan.

Pengertian, Komponen, Macam-Macam dan Masalah Lingkungan Hidup
Gambar. Area persawahan sebagai lingkungan hidup yang bermanfaat untuk menyediakan bahan makanan manusia dan hewan. Baca juga: Manfaat lingkungan bagi kehidupan manusia (Foto: www.siswapedia.com)

Komponen Penting dalam Lingkungan Hidup

1. Lingkungan Hidup (Biotik)

Lingkungan hidup biotik terbentuk dari makhluk hidup yang memengaruhi suatu organisme. Faktor biotik tersebut seperti ikan karena ikan memakan ganggang dan juga katak karena katak merupakan salah satu faktor biotik (hidup) karena memakan serangga.

Artikel terkait: sejarah perlindungan dan pengawetan alam

Manusia dan juga makhluk hidup lainnya tidak dapat hidup sendiri, pada setiap habitat umumnya dihuni oleh lebih dari dua jenis makhluk hidup yang mana makhluk hidup tersebut saling berhubungan seperti tumbuhan memerlukan karbondioksida untuk melangsungkan proses fotosintesis. Dan sebaliknya, hewan membutuhkan oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk bernapas.

Hewan membutuhkan tumbuhan sebagai sumber energi yang dapat diperoleh dari makanan yang dihasilkan melalui fotosintesis. Beberapa hewan juga memanfaatkan tumbuhan untuk melindungi dirinya dari pemangsa dan sebagai tempat untuk berteduh.

Artikel terkait: Upaya pelestarian lingkungan hidup

2. Lingkungan Fisik (Abiotik)

Lingkungan fisik (abiotik) merupakan unsur komponen lingkungan yang tidak hidup seperti udara (oksigen), air, tanah, cahaya matahari, dan iklim tertentu yang dipengaruhi oleh kelembaban, susu, kecepatan angin, dan curah hujan untuk dapat bertahan hidup. Lingkungan fisik memengaruhi organisme yang hidup pada suatu habitat.

Macam-Macam Lingkungan Hidup

Berdasarkan macamnya dan berdasarkan ada tidaknya campur tangan manusia, lingkungan dibedakan menjadi dua macam yaitu lingkungan alam dan lingkungan buatan. Suatu lingkungan dapat dikatakan sebagai lingkungan alam apabila lingkungan tersebut belum terjamah oleh tangan manusia.

Sedangkan lingkungan buatan merupakan lingkungan yang dalam proses terbentuknya melibatkan campur tangan manusia atau sengaja dibuat oleh tangan manusia. Lingkungan buatan akan tumbuh semakin banyak karena secara ekonomis memiliki keuntungan secara langsung seperti sawah, bendungan, taman safari, perkebunan, kolam, tambak, dan perumahan.

Artikel terkait: macam-macam perlindungan alam

Supaya tidak berubah menjadi lingkungan alami, maka lingkungan buatan membutuhkan perawatan dan pemeliharaan. Contoh dari lingkungan alami sendiri seperti pulau yang tidak berpenghuni, hutan belantara, rawa, hutan, sungai, dan danau.

Masalah Lingkungan Hidup

Seiring dengan kebutuhan pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan, namun pengalaman menunjukkan bahwa pembangunan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif untuk lingkungan hidup. Terlebih lagi apabila konsep pembangunan tidak berwawasan lingkungan dapat memperparah masalah lingkungan hidup serta sosial.

Masalah lingkungan hidup yang kemungkinan besar akan muncul seperti kerusakan hutan dan lahan, kerusakan laut dan pesisir, pencemaran tanah, udara, dan air, permasalahan lingkungan perkotaan dan masyarakatnya.

Untuk itu pemerintah menerbitkan UU nomor 23 tahun 1997 yang telah disempurnakan dalam UU nomor 23 tahun 2009 tentang perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup untuk memperkuat aspek perencanaan serta penegakan hukum lingkungan hidup.

Daftar Pustaka:
Herlina, Nina (2015). Permasalahan Lingkungan Hidup dan Penegakan Hukum Lingkungan di Indonesia. [Online]. Tersedia: Jurnal Unversitas Galuh [05 April 2019].
Suharsono dan Popo Mustofa K. (2017). Biologi Umum. Tasikmalaya: LPPM Universitas Siliwangi.

Sejarah Perlindungan dan Pengawetan Alam

Komodo merupakal binatang reptil terbesar yang keberadaanya dilindungi

Komodo merupakal binatang reptil terbesar yang keberadaanya dilindungi
Gambar. Komodo merupakan binatang reptil terbesar yang keberadaanya dilindungi (Sumber: goseasia.about.com)

Sejarah Perlindungan dan Pengawetan Alam – Alam ini terdiri dari komponen-komponen yang saling bergantung sehingga membentuk suatu keseimbangan. Nah, keseimbangan inilah yang seharusnya kita jaga. Dengan cara apa? yaitu dengan cara melestarikan komponen-kompenen yang ada di alam agar tidak rusak atau punah.

Sejarah perlindungan dan pengawetan alam bermula dari pergerakan yang terjadi di negara Perancis pada tahun 1853. Gerakan ini dipelopori para seniman lukisan yang sangat peduli dengan keadaan alam. Mereka menyayangkan pengerusakan alam yang terjadi di wilayah Fontainebleau, Paris. Untuk itu mereka menuntut harus ada upaya pelestarian dan perlindungan lingkungan oleh pemerintah dan masyarakat.

Pada tahun 1769-1859, seorang ahli dari Jerman –FWH Alexander Von Humbolt– memberikan gagasan-gagasan terkait pentingnya menjaga dan melestarikan alam. Berkat gagasan yang ia kemukakan, dirinya kemudian dinobatkan sebagai bapak ekologi dunia. Selain itu, ada juga tokoh lain dibidang yang sama yakni Paul Sarazin dari negara Swiss. Pada saat itu, keadaan dunia sedang disibukan dengan peperangan yang berkepanjangan sehingga isu pelestarian alam baru dibuatkan dasar-dasar organisasi pada tahun 1946 di Basel dilanjutkan tahun 1947 di Brunnen.

Pada tahun 1972, fenomena rusaknya lingkungan hidup menjadi topik pembahasan yang serius oleh beberapa kepala negara dalam pertemuan di Stockholm, Swedia. Pembahasan ini menghasilkan keputusan dimana setiap negara diharuskan membuat lembaga pemerintah maupun non pemerintah untuk menjaga kelestarian alam. Dalam sejarahnya, kemudian topik pelestarian lingkungan hidup menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh setiap pemerintahan di dunia. Hingga akhirnya pada tahun 1987, komisi dunia yang menangani permasalahan lingkungan dan pembangunan telah mengenalkan sebuah istilah baru yakni pembangunan berkelanjutan atau sustainable development. Istilah ini memberikan sebuah pemahaman kepada setiap negara agar dalam melakukan pembangunan senantiasa mempertimbangkan segala aspek kebutuhan saat ini dan kebutuhan untuk generasi di masa depan. Dengan kata lain, pembangunan yang dilakukan untuk mencapai taraf hidup yang layak harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Pembangunan berkelanjutan mengisyaratkan generasi saat ini untuk tidak melakukan eksplorasi alam secara berlebihan sehingga generasi yang akan datang juga bisa ikut memanfaatkan sumber daya alam. Misalnya, melakukan standarisasi penangkapan ikan dari segi usia dimana ikan yang masih muda tidak boleh ditangkap. Cara lain yang bisa digunakan, misalnya teknis penangkapan ikan harus ramah lingkungan, tidak boleh menggunakan bom, racun atau setrum listrik. Nah, dengan demikian penangkapan ikan tidak boleh dilakukan sembarangan supaya sumber daya perikanan tidak cepat punah.

Konferensi Tingkat Tinggi Pembangunan Berkelanjutan atau World Summit on Sustainable Development yang diselenggarakan pada tahun 1992 di Rio de Janeiro, Brasil, membahas permasalahan lingkungan serta konsep pembangunan yang berkelanjutan. Hasil konferensi ini kemudian dijadikan dalam sebuah agenda yang dinamakan Agenda 21. Setelah itu konferensi juga dilaksanakan di Johannesburg, Afrika Selatan (South Africa) pada tanggal 26 Agustus hingga 4 September 2002.

Bagaimana Sejarah Perlindungan dan Pengawetan Alam di Indonesia?

Sejarah perlindungan dan pengawetan alam di Indonesia dimulai pada tahun 1912 di Bogor. Tokoh yang paling dikenal pada saat itu adalah Dr. SH. Kooders. Kemudian dalam perkembangannya, pemerintah Indonesia membuat beberapa aturan yang dituangkan dalam undang-undang tentang perlindungan Alam atau pencagaralaman. Menurut undang-undang, pencagaralaman di Indonesia dapat dibagi menjadi dua macam yaitu:

1. Cagar Alam atau Suaka Alam

Cagar alam merupakan wilayah yang digunakan sebagai tempat berlindungnya fauna sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan hidup. Adapun di Indonesia daerah yang dijadikan sebagai cagar alam antara lain Kep. Krakatau (Selat Sunda), Bukit Kelam Sintang (Kalbar), Pulau Kaget (Kalteng), Arjuno Lalijiwo (Jatim), Sukayuwana (Jabar), Lorentz (Papua) dan sebagainya.

2. Suaka Margasatwa

Suaka margasatwa merupakan wilayah yang digunakan untuk melindungi dan melestarikan satwa terutama satwa-satwa penting atau yang memiliki nilai khas agar tidak punah serta digunakan pula untuk keperluan ilmu pengetahuan. Di Indonesia daerah yang digunakan sebagai suaka margasatwa antara lain Pulau Komodo (NTT), Ujung Kulon (Jabar), Way Kambas (Bandar Lampug), Lore Lindu (Sulteng), Pulau Baun (Maluku) dll.

Nah, selain dari dua istilah di atas, ada pula istilah-istilah lainnya yang sering kita gunakan seperti Cagar Biosfer dan Cagar Budaya.

3. Cagar Biosfer

Cagar biosfer merupakan wilayah perlindungan yang telah dibudidayakan oleh manusia, misalnya: sawah, tambak, jalan raya, waduk, jembatan, pabrik dan sebagainya.

4. Cagar Budaya

Cagar budaya merupakan tempat perlindungan untuk melindungi hasil dari kebudayaan manusia, misalnya candi borobudur, masjid demak, candi prambanan, candi dieng, candi ijo, keraton yogyakarta, masjid besar Mataram Kotagede, ASI Mbojo Bima dan sebagainya.

Adapun pencagaralaman itu sendiri memiliki tiga manfaat penting yaitu memelihara proses ekologi yang esensial dan sistem pendukung kehidupan, mempertahankan keanekaragaman genetis dan menjamin pemanfaatan jenis dan ekosistem secara berkelanjutan. Nah, ketiga tujuan ini tidak untuk melarang pemanfaatan ekosistem melainkan untuk mengatur agar dalam upaya pemanfaatan lingkungan alam sekaligus juga dilakukan upaya-upaya pelestarian.

[color-box]Anjani, Eni dan Tri Haryanto. 2009. Geografi Untuk SMA dan MA kelas XI. Klaten: PT. Cempaka Putih.
Dewi, Nurmala.2009.Geografi 2 : untuk SMA dan MA Kelas XI. Bandung: CV. Epsilon Group.[/color-box]

Manfaat Lingkungan Bagi Kehidupan Manusia

Pembangunan proyek jalan tol sebagai upaya pemanfaaatan lingkungan sebagai media perhubungan

Pembangunan proyek jalan tol sebagai upaya pemanfaaatan lingkungan sebagai media perhubungan
Gambar. Pembangunan proyek jalan tol sebagai upaya pemanfaaatan lingkungan sebagai media perhubungan (Sumber: tender-indonesia.com )

Manfaat lingkungan bagi kehidupan manusia – Manusia hidup di bumi ini tidaklah sendiri melainkan hidup bersama-sama dengan komponen alam lainnya baik yang biotik (hewan, tumbuhan) maupun abiotik (batu, pasir). Disadari atau tidak, banyak sekali dari komponen-komponen alam tesebut yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Misalnya, untuk bernapas manusia menggunakan oksigen, minum menggunakan air dan sebagainya.

Pada dasarnya, manusia tidak bisa hidup tanpa tumbuhan, hewan, jasad renik atau komponen alam lainnya. Coba pikirkan, bisakah manusia bernafas tanpa adanya pohon yang menghasilkan oksigen? jika tidak ada tumbuhan dan hewan, darimana manusia bisa memperoleh bahan makanan? bila tidak ada air, darimana manusia bisa minum, mandi dan sebagainya?. Ini merupakan pemahaman yang harus mulai dibangun dan dipahami bersama sejak dini bahwa manfaat lingkungan bagi kehidupan manusia sangatlah banyak dan sangat penting. Oleh karena itu, upaya-upaya pemanfaatannya harus bersifat arif dan berkelanjutan.

Apasajakah manfaat lingkungan bagi kehidupan manusia?

Manfaat lingkungan bagi kehidupan manusia secara umum dapat dibagi menjadi beberapa macam yaitu:

1. Pemanfaatan Lingkungan bagi Kepentingan Pertanian

Lingkungan alam banyak menyediakan berbagai macam potensi biotik ataupun abiotik yang dapat kita gunakan dalam dunia pertanian. Misalnya air yang dapat digunakan untuk pengairan sawah, kesuburan tanah, suhu udara dan sebagainya. Nah, potensi ini harus dapat dimanfaatkan secara maksimal. Untuk itu perlu perencanaan dan pengelolaaan yang matang dalam setiap proyek pertanian yang akan dilakukan.

Dalam dunia pertanian agar suatu proyek pertanian dapat berjalan dengan optimal dan sesuai harapan, maka diperlukan sebuah tahapan evaluasi yang mempertimbangkan beberapa variabel seperti tingkat kesuburan tanah, curah hujan, suhu dan sebagainya. Ini merupakan usaha untuk mencocokan keadaan lahan dengan tanaman yang sesuai untuk ditanaman di lahan tesebut. Selain itu, kita juga harus melihat variabel-variabel lainnya seperti keadaan lingkungan sekitar -apakah rawan terjadi erosi, tanah longsor atau tidak?-. Bila hal ini telah dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah mengevaluasi masalah teknis dan cara perawatan tanaman, misalnya dosis penggunaan pupuk, memilih pupuk yang ramah lingkungan dsb. Nah, langkah evaluasi ini bukan hanya ditujukan supaya mendapatkan hasil pertanian yang optimal saja melainkan juga untuk meminimalisir kerusakan pada alam.

2. Pemanfaatan Lingkungan bagi Kepentingan Industri

Prof. Dr. Emil Salim dalam sebuah artikel Ekonomi Dalam Lingkungan menerangkan bahwa ekonomi dan lingkungan merupakan elemen yang saling komplementer (bersifat melengkapi) sehingga bila keduanya dipisahkan, maka bumi akan mengalami kerusakan. Ini merupakan sebuah dilema, ketika pemanfaatan ditujukan dalam skala industri (untuk keperluan ekonomi) pasti akan banyak menyedot potensi alam secara membabi-buta sehingga potensi kerusakan alam juga menjadi sangat besar.

Pada tahun 1972, permasalahan kerusakan lingkungan kemudian dibahas dalam konferensi PBB tentang lingkungan hidup di Stockholm. Sebuah wawasan baru dimunculkan yaitu upaya pembangunan ekonomi yang disertai dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan tidak akan mengurangi keuntungan secara ekonomi. Nah, konsep ini kemudian diikuti oleh semua negara dan menjadi pertimbangan dalam setiap pembangunan (Eni Anjayani,Hal.153).

Lalu, upaya apa agar pembangunan industri selalu selaras dengan pelestarian lingkungan?

Supardi (1994: 94) seperti yang dikutib oleh Nurmala Dewi(2009: 100) berpendapat bahwa agar pembangunan industri dapat selaras dengan lingkungan, maka perlu dilakukan hal-hal berikut.

a. Melakukan evaluasi terhadap pengaruh sosial, ekonomi dan ekologi secara umum maupun khusus,

b. Melakukan survei mengenai pengaruh-pengaruh yang mungkin akan timbul pada lingkungan,

c. Melakukan penelitian dan pengawasan lingkungan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Nah, dari sini akan didapatkan mengenai jenis perindustrian yang cocok serta menguntungkan,

d. Buatlah sebuah formulasi mengenai kriteria analisis biaya, rancangan bentuk proyek, keuntungan proyek dan pengolahan proyek,

e. Bila penduduk setempat terpaksa mendapat pengaruh negatif, maka buatlah pembangunan atau alternatif jalan untuk kompensasi kerugian sepenuhnya.

3. Pemanfaatan Lingkungan bagi Kepentingan Pariwisata

Sektor pariwisata dapat memberikan keuntungan secara ekonomi bagi penduduk lokal serta pemasukan bagi negara. Untuk itu, pemanfaatan disektor ini harus dilakukan secara serius oleh pihak-pihak terkait. Nah, agar pemanfaatannya tidak menjurus ke hal-hal yang merusak lingkungan, maka pengembangan sektor pariwisata diarahkan ke pelestarian lingkungan atau ekowisata. Dikutib dari Nurmala Dewi (2009:103), Low Choy Hebron (1996) menjelaskan bahwa ada lima faktor batasan yang mendasar dalam penentuan prinsip utama ekowisata, yakni:

a. Lingkungan ekowisata wajib bertumpu pada lingkungan alam dan budaya yang relatif belum tercemar atau terganggu,

b. Masyarakat ekowisata harus dapat memberikan manfaat secara ekologi, ekonomi dan sosial langsung kepada masyarakat lokal,

c. Ekowisata harus dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya lingkungan alam beserta budaya yang terkait dan juga harus mampu memberikan pengalaman yang mengesankan,

d. Ekowisata harus dapat memberikan sumbangan positif bagi berkelanjutan ekologi dan lingkungan kegiatan. Selain itu tidak boleh sampai merusak serta menurunkan mutu dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

e. Ekowisata harus dapat dikelola dengan cara yang dapat menjamin keberlangsungan hidup lingkungan alam serta budaya yang terkait di daerah tempat kegiatan ekowisata dilakukan. Selain itu juga harus menerapkan cara pengelolaan yang terbaik untuk menjamin keberlangsungan hidup ekonominya.

4. Pemanfaatan Lingkungan bagi Kepentingan Pertambangan

Pemanfaatan lingkungan untuk pertambangan sangat rawan merusak lingkungan. Kerusakan pada umumnya disebabkan karena adanya zat-zat kimia, faktor fisik dan faktor biologis. Oleh karenanya, dalam rangka mencegah terjadinya pencemaran yang akan berakibat buruk terhadap gangguan lingkungan, maka manusia perlu melakukan beberapa usaha antara lain:

a. Mencari cara pengelolaan tambang yang ramah lingkungan,

b. Menganalisis efek pertambangan terhadap lingkungan sekitar terutama pada kawasan berpenduduk,

c. Mengelola limbah sisa pertambangan secara ketat dan aman.

[color-box]Anjayani, Eni. 2009. Geografi Untuk Kelas XI SMA/MA. Klaten:PT. Cempaka Putih.
Dewi, Nurmala.2009.Geografi 2 : untuk SMA dan MA Kelas XI. Bandung: CV. Epsilon Group.
Utoyo, Bambang. 2009.Geografi: Membuka Cakrawala Dunia. Bandung: PT. Pribumi Mekar.[/color-box]