Zooflagellata, Ciliata dan Sporozoa

macam-macam Ciliata

Pada halaman ini kita akan membahas tentang klasifikasi Protozoa berdasarkan alat geraknya (bagian kedua) dimana yang akan kita bahas meliputi Zooflagellata, Ciliata dan Sporozoa sedangkan untuk Rhizopoda dan Actinopoda sudah kita bahas disini.

C. Zooflagellata

Zooflagellata tergolong dalam Protista mirip hewan yakni salah satu jenis Protista yang memiliki bulu cambuk atau flagel. Bulu cambuk ini selain berfungsi sebagai alat gerak dapat juga berfungsi sebagai alat untuk menangkap mangsa. Makhluk hidup yang satu ini dapat hidup di air tawar, air asin atau tanah berair atau sebagai parasit di tubuh hewan atau tumbuhan.

Zooflagellata dinamakan juga sebagai zoomastigophora. Salah satu jenis Protozoa ini dapat berkembangbiak secara seksual maupun secara aseksual yakni melalui pembelahan biner. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

1. Hidup berkelompok,
2. Bersifat mikroskopis (tidak bisa dilihat dengan mata telanjang),
3. Sebagian Zooflagellata memiliki mitokondria,
4. Sebagian besar hidup sebagai parasit,
5. Dapat hidup di air tawar dan air asin,
6. Reproduksi aseksualnya dilakukan dengan cara pembelahan biner.

Contoh Zooflagellata antara lain:

1. Trypansoma gambiense yang dapat menyebabkan penyakit tidur,
2. Leishmania donovani yang dapat menyebabkan penyakit hitam atau kala azar,
3. Trichomonas vaginalis yang dapat menyebabkan penyakit keputihan pada vagina wanita.

D. Ciliata (Filum Ciliophora)

Mungkin dalam benak Anda bertanya-tanya, seperti apa sih Ciliata itu?. Nah, macam-macam Ciliata dapat kita lihat pada gambar di bawah ini.

macam-macam Ciliata
macam-macam Ciliata

Coba cermati gambar di atas, anggota Ciliata memiliki rambut getar yang dinamakan “silia”. Beberapa Ciliata memiliki rambut getar yang tumbuh di seluruh tubuh, tapi beberapa dari yang lainnya hanya memiliki rambut getar yang tumbuh di sebagian tubuh saja. Lalu apa fungsi dari rambut getar ini?.

Nah, rambut getar ini berfungsi sebagai alat gerak bagi Ciliata. Selain itu, rambut getar yang tumbuh di sekitar mulut Ciliata dapat juga digunakan untuk memutar air agar membentuk seperti pusaran yang kemudian mampu menyedot makanan menuju rongga mulut Ciliata.

Anggota Ciliata pada umumnya hidup bebas di tempat berair seperti sawah, sungai, rawa atau tanah yang becek namun adapula yang hidup sebagai parasit. Contoh anggota Ciliata yang hidup bebas antara lain Paramaecium caudatum, Didinium, Stentor dan Vorticella sedangkan yang hidup sebagai parasit contohnya Balantidium yang hidup pada usus besar ternak atau manusia.

Ciliata memiliki dua inti sel (nukleus) yakni makronukleus dan mikronukleus. Makronukleus berfungsi untuk mengatur metabolisme di dalam tubuh sedangkan mikronukleus berfungsi mengatur aktivitas reproduksi. Ciliata berkembang biak secara
aseksual dan seksual. Perkembangbiakan secara aseksual dilakukannya dengan pembelahan biner membujur sedangkan reproduksi seksualnya dilakukan dengan konjugasi.

E. Sporozoa

Sporozoa merupakan kelompok Protozoa yang tidak memiliki alat gerak sehingga untuk dapat bergerak mereka harus melenturkan tubuhnya di dalam medium tempat mereka hidup. Sporozoa hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia yakni dengan cara menyerap nutrisi inangnya. Contoh yang paling terkenal yakni Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria pada manusia.

Berbeda dengan anggota lainnya dalam kelompok Protozoa, Sporozoa memiliki ciri khas yakni membentuk spora pada salah satu tahapan siklus hidupnya. Tubuh Sporozoa berbentuk bulat atau oval dan mempunyai nukleus. Akan tetapi Sporozoa tidak memiliki vakuola kontraktil sehingga makanan akan diserap langsung dari hospesnya melalui permukaan tubuh. Demikian pula respirasi dan ekskresinya, semuanya dilakukan melalui permukaan tubuhnya.

Selain Plasmodium, contoh lainnya yaitu Babesia dan Theileria. Babesia bigemina menyebabkan penyakit demam Texas dan Theileria parva menyebabkan penyakit demam Pantai Timur (Afrika).

[color-box]Kistinah, Indun dkk.2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X.Surakarta:CV. Putra Nugraha.
Sulistyorini, Ari.2009.Biologi 1 : Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X.Jakarta:PT. Balai Pustaka.[/color-box]

Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya

Actinomma antarcticum, Actinomma aff. leptodermum dan Actinomma sp

Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya – Ini merupakan halaman lanjutan dari pembahasan sebelumnya yang berjudul Protista Mirip Hewan. Seperti yang telah diketahui bersama bahwa Protozoa jenisnya sangatlah banyak, ada lebih dari 65 ribuan jenis yang sudah diidentifikasi hingga saat ini. Untuk itu perlu di klasifikasikan atau digolongkan agar mudah dipelajari.

Protozoa merupakan makhluk hidup yang mirip dengan hewan, tapi susunan dalam tubuhnya masih sangat sederhana (tidak selengkap hewan) yang hanya terdiri dari inti dan protoplasma dimana keduanya ini memiliki bentuk yang labil atau berubah-ubah. Protoplasma berfungsi sebagai alat gerak, alat penangkap mangsa, alat perkembangbiakan serta sebagai alat pencernaan makanan (baca juga: ciri-ciri protista).

Nah, klasifikasi protozoa atau penggolongan protozoa dapat dilihat berdasarkan alat geraknya dimana akan menghasilkan lima kelompok yakni Rhizopoda (Berkaki Semu), Actinopoda (Bercambuk), Zooflagellata (bulu cambuk), Ciliata (Berambut Getar) dan Sporozoa (Penghasil Spora).

Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya

A. Rhizopoda (Filum Sarcodina)

Golongan Rhizopoda pergerakannya didukung oleh kaki semu (pseudopodia) yang merupakan perluasan dari protoplasma sehingga mampu bergerak dan menangkap mangsa. Nah, mangsa yang ditangkap ini kemudian akan dicerna di dalam vakuola. Anggota dari golongan Rhizopoda yang paling terkenal adalah amoeba. Selain itu adapula Foraminifera dan Arcella yang keduanya diselimuti oleh cangkang.

1. Amoeba (Ektoamoeba dan Entamoeba)

Amoeba dapat kita jumpai di sekitar kita, misalnya di tanah becek yang banyak mengandung unsur organik. Amoeba dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu Ektoamoeba (hidup di luar tubuh organisme lain) dan Entamoeba (hidup di dalam tubuh organisme lain sebagai parasit).

Ektoamoeba contohnya Amoeba proteus (hidup di tanah lembap/berair), Globigerina (hidup di air laut) dan Difflugia (hidup di air tawar). Yang termasuk Entamoeba misalnya Entamoeba gingivalis hidup di dalam mulut manusia yang dapat menyebabkan radang pada gusi. Selain itu ada juga Entamoeba coli dan Entamoeba histolytica yang hidup di dalam usus manusia.

Bentuk amoeba dapat berubah-ubah dan merupakan makhluk hidup bersel satu. Dalam tubuhnya dilindungi oleh membran sel serta membran plasma yang berfungsi untuk mengatur pertukaran zat, pengeluaran, pertukaran gas, alat gerak serta penangkap rangsang yang berasal dari luar tubuhnya.

Sel Amoeba terdiri dari sitoplasma luar (ektoplasma) dan sitoplasma dalam (endoplasma). Ektoplasma berbentuk seperti cairan kental, tipis dan jernis. Ektoplasma berbatasan dengan membran plasma. Sedangkan endoplasma akan terlihat lebih keruh karena di dalamnya terdapat organel sel seperti lisosom, vakuola dan inti sel (nukleus). Untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pada gambar di bawah ini.

Bagian tubuh amoeba
Bagian tubuh amoeba (Sumber: Advanced Biology, 2000)

Sumber makanan Amoeba berbeda-beda antara amoeba yang satu dengan yang lainnya, ada Amoeba yang sumber makanannya berasal dari bahan-bahan organik yang telah mati namun adapula Amoeba yang sumber makanannya berasal dari protista lainnya dan bakteri. Saat amoeba bergerak mendekati mangsanya, ia akan menggunakan pseudopodianya (kaki semunya) untuk mengepung mangsa kemudian menelannya lalu mencernanya di dalam vakuola. Perhatikanlah gambar di bawah ini.

Amoeba menangkap mangsa
Amoeba menangkap mangsa (Sumber: Biologi 1A, 2004)

Apabila makanan di lingkungan sekitar telah habis atau keadaan lingkungan sangat buruk bagi kehidupan Amoeba, maka Amoeba akan melakukan suatu pertahanan diri dengan membentuk kista. Pembentukan kista dimulai dimana Amoeba akan menggumpalkan dirinya seperti bola lalu membran plasmanya akan mengeras seperti cangkang. Jika keadaan lingkungan telah membaik atau ada makanan, maka kista akan pecah dan keluarlah amoeba (Baca juga: Protista mirip hewan).

Bagaimana cara reproduksi Amoeba?. Nah, dalam hal ini Amoeba akan melakukan proses pembelahan biner yang berlangsung selama 21 menit. Perhatikanlah gambar di bawah ini.

Amoeba membelah diri
Amoeba membelah diri (Sumber: Mikrobiologi UI, 1986)

2. Foraminifera dan Radiolaria

Anggota Rhizopoda lainnya yakni Foraminifera (sejenis plankton) dan Radiolaria yang memiliki cangkang keras serta mengandung silikon dan kalsium karbonat. Jika kedua makhluk ini mati kemudian menjadi fosil, bisa digunakan manusia untuk memprediksi umur lapisan bumi.

Anggota Foraminifera bergerak sangat lambat, hidup menempel di dasar laut dan juga memiliki cangkang yang berbahan silika dan zat kapur. Warna cangkang Foraminifera bewarna cerah dimana pada permukaannya terdapat lubang-lubang berukuran kecil. Oleh manusia, cangkang Foraminifera biasanya digunakan untuk memperkirakan usia lapisan tanah di dasar laut serta untuk menunjukan keberadaan sumber minyak.

Foraminifera dan Radiolaria
Foraminifera dan Radiolaria (Sumber: Dr. Giuseppe dari www.photomazza.com)

B. Actinopoda (Bercambuk)

Anggota Actinopoda memiliki bentuk tubuh seperti bola serta memiliki kaki semu yang lebih ramping dan menyebar yang dinamakan sebagai axopodia. Misalnya Heliozoa yang tidak bercangkang dan hidup di air tawar serta radiozoa yang memiliki cangkang dari bahan silika dan hidup di air asin. Pada umumnya, manusia memanfaatkan cangkang Actinopoda untuk membuat bahan pembentuk gelas, bahan peledak dan bahan penggosok.

Actinomma antarcticum, Actinomma aff. leptodermum dan Actinomma sp
1) Actinomma antarcticum, 2) Actinomma aff. leptodermum dan 3) Actinomma sp (Sumber: www.scielo.cl)

Untuk golongan Zooflagellata, Ciliata dan Sporozoa akan kita bahas di halaman Klasifikasi Protozoa Berdasarkan Alat Geraknya (Bagian kedua).

[color-box]Kistinah, Indun dkk.2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X.Surakarta:CV. Putra Nugraha.
Sulistyorini, Ari.2009.Biologi 1 : Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X.Jakarta:PT. Balai Pustaka.[/color-box]

Protista Mirip Hewan

Protista mirip hewan (Protozoa)

Yang termasuk Protista mirip hewan adalah golongan Protozoa. Protozoa merupakah makhluk hidup yang dapat hidup di air asing, air tawar, di dalam jasad yang telah mati ataupun di dalam tubuh makhluk yang masih hidup.

Apa ciri-ciri protozoa?, Nah, ciri-ciri protozoa dapat kita bedakan dalam dua macam yakni ciri-ciri secara morfologi dan fisiologi.

A. Ciri-Ciri Protozoa

a. Ciri morfologi Protozoa

Protozoa memiliki bentuk fisik yang sangat kecil dan sangat beragam. Ukurannya sekitar 100 sampai 300 mikron. Bentuknya ada yang panjang, lonjong, bulat, persegi empat dan ada pula yang memiliki berbagai bentuk morfologi. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Protista mirip hewan (Protozoa)
Protista mirip hewan (Protozoa). Sumber gambar: enfo.agt.bme.hu

Protozoa merupakan makhluk hidup bersel satu yang sudah memiliki membran inti (eukariota). Beberapa protozoa tidak memiliki alat gerak namun pada umumnya mereka telah memiliki alat gerak yang berupa kaki semu (pseudopodia), bulu cambuk (flagellum) dan bulu getar (cilia).

Pada keadaan tertentu, Protozoa dapat membentuk dirinya menjadi kista yang berguna untuk melindungi dirinya dari bahaya lingkungan sekitar, misalnya adanya kadar asam yang tinggi di dalam air, kekeringan atau kondisi dimana bahan makanan sangat minim.

b. Ciri fisiologi Protozoa

Protozoa dapat hidup dalam suhu lingkungan sekitar 36-40°C dengan kondisi lingkungan terbaik berkisar 16-25°C dan kondisi keasaman untuk bisa melakukan proses metabolisme yaitu sekitar pH 6-8.

Sebagian besar protozoa memiliki zat hijau daun (klorofil) sedangkan sebagian kecil lainnya tidak memilikinya. Untuk protozoa yang memiliki klorofil, mereka dapat mendapatkan makanan dari proses fotosintesis sedangkan untuk protozoa yang tidak memiliki klorofil, mereka mendapatkan makanannya melalui melalui membran sitoplasma. Ini seperti halnya yang terjadi pada pada bakteri (Baca juga: Bentuk, Ukuran dan Struktur Bakteri ).

Ada juga protozoa yang mendapatkan makanannya dengan cara memakannya mentah-mentah, misalnya memakan bakteri atau ganggang. Makanannya dimasukan ke dalam mulut kemudian dicerna di dalam vakuola oleh enzim-enzim hingga nutrisi dalam makanan tersebut dapat dicerna oleh protozoa. Sisa pencernaan ini sebagian akan dibuang saat vakuola membuka, tapi ada juga pembuangan yang dilakukan melalui anus.

Protozoa yang hidup sebagai parasit pada umumnya merugikan inangnya, akan tetapi ada pula yang menjalin hubungan simbiosis mutualisme (saling menguntungkan), misalnya protozoa di dalam perut rayap yang ikut membantu dalam mencerna kayu yang dimakan oleh rayap (Baca juga: Ciri-ciri Protista ).

B. Reproduksi Protozoa

Protozoa dapat berkembang biak dengan cara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual dilakukan melalui proses pembelahan biner. Sedangkan reproduksi seksual dilakukan dengan cara penyatuan sel generatif (sel gamet) atau dengan penyatuan inti sel vegetatif. Nah, proses reproduksi seksual dengan penyatuan inti vegetatif ini dinamakan sebagai konjugasi.

C. Penggolongan Protozoa

Berdasarkan alat geraknya, protozoa dapat digolongkan menjadi empat macam golongan yaitu:

  • Rhizopoda atau Sarcodina (Berkaki Semu), misalnya Amoeba proteus.
  • Kelompok Flagellata atau Mastigophora (Bercambuk), misalnya Trypanosoma gambiense.
  • Kelompok Ciliata (Berambut Getar), misalnya Paramaecium, Didinium, Stentor dan Vorticella.
  • Kelompok Sporozoa (Penghasil Spora), misalnya Plasmodium.

Nah, terkait pembahasan tentang macam-macam protozoa, lebih lanjut akan kita bahas pada artikel berjudul Klasifikasi Protozoa (Anda bisa melihatnya di Biologi Bab 05 Protista) karena di halaman ini kita hanya membahas protista mirip hewan atau protozoa secara umum saja.

Daftar Pustaka

Kistinah, Indun dkk.2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X.Surakarta:CV. Putra Nugraha.
Sumber gambar diambil dari situs www.sciencebooth.com diakses tanggal 7 Agustus 2015.
Sulistyorini, Ari.2009.Biologi 1 : Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X.Jakarta:PT. Balai Pustaka.

Protista Mirip Jamur

Protista mirip jamur

Protista mirip jamur ini memiliki struktur tubuh dan cara reproduksi yang sama dengan keluarga jamur. Bedanya gerakan pada fase aseksualnya lebih mirip amoeba ketimbang jamur pada umumnya sehingga tidak bisa dimasukan ke dalam Kingdom Fungi. Yang termasuk jenis protista jenis ini yaitu oomycota (jamur air) dan myxomycota (jamur lendir).

A. Filum Oomycota (Jamur Air)

Pada struktur molekulnya, jamur air ini lebih mirip dengan ganggang, tapi bedanya tidak memiliki klorofil. Jamur air dapat hidup di tempat-tempat yang lembab atau mengandung banyak air serta memiliki oospora sebagai penghasil spora dimana pada kondisi tertentu, spora ini akan berubah menjadi hifa baru.

Dalam bukunya halaman 98, Ari Sulistyorini menjelaskan adapun ciri-ciri jamur air adalah sebagai berikut.

1. Jamur air mempunyai banyak inti yang terdapat di dalam benang-benang hifa yang tidak bersekat.

2. Jamur air mempunyai dinding sel yang berupa selulosa.

3. Jamur air dapat berkembang biak secara aseksual dan seksual. Secara aseksual yakni dengan membentuk zoospora. Nah, zoospora ini dilengkapi dengan dua buah flagel yang berguna untuk berenang di air.

Sedangkan secara seksual yakni dengan membentuk gamet jantang dan betina yang bila terjadi pembuahan, maka akan menghasilkan zigot yang kemudian akan tumbuh menjadi oomycota yang memiliki dinding tebal. Oomycota memiliki oospora yang akan menjadi benang-benang baru atau hifa baru, begitu seterusnya.

Yang termasuk jamur air antara lain Pythium, Saphrolegnia dan Phytophthora. Jamur Phytophthora merupakan jamur karat putih yang dapat hidup secara saprofit atau parasit.

Adapun jamur Phytophthora yang hidup sebagai parasit antara lain P. nicotinae parasit pada tembakau, P. palmifera pada kelapa dan P. infestans pada kentang.

Saphrolegnia merupakan jamur yang hidup saprofit pada bangkai hewan yang mati di dalam air. Hal ini membuat air menjadi lebih bersih dari bangkai dan sampah-sampah (Baca juga: Ciri-ciri jamur).

B. Filum Myxomycota (Jamur Lendir)

Dinamakan sebagai jamur lendir karena bentuk tubuhnya seperti lendir atau plasmodium yaitu massa protoplasma tidak berdinding. Lendir ini memiliki warna dan ukuran yang sangat beragam serta bentuknya yang sangat mudah sekali berubah-ubah ketika merayap di atas medium yang ia tempati. Plasmodium dapat segera bergerak untuk menangkap makanan dengan sangat cepat seperti amoeba.

Apabila jamur ini berada dalam keadaan kekeringan atau kondisi tidak ada makanan, maka jamur ini akan diam tidak aktif lalu membentuk tangkai-tangkai untuk menghasilkan spora.

Pola perilaku ini mirip dengan jamur. Nah, spora tersebut bila telah matang akan pecah dan menyebar dengan bantuan angin. Bila jatuh di tempat yang cocok, maka spora ini akan berkecambah dan membentuk sel-sel tunggal yang memiliki flagela dan pseudopodia yang berfungsi sebagai alat gerak.

Adapun bahan makanan jamur ini sangat bervariasi tergantung tempat dimana ia tinggal. Jamur ini bisa memakan bakteri, bahan-bahan organik, daun atau kayu-kayu sisa dari tumbuhan yang telah mati. Dalam bukunya halaman 99, Ari Sulistyorini menjelaskan bahwa jamur jenis ini memiliki ciri antara lain.

1. Bersel satu atau bersel banyak.
2. Memiliki banyak inti sel.
3. Struktur vegetatifnya menyerupai amoeba, tapi cara berkembangbiakannya menyerupai fungi.
4. Jamur lendir dapat berkembang biak secara aseksual dan seksual.

Jamur lendir dapat dibagi menjadi dua jenis yakni:

a. Acrasiomycota (Jamur Lendir Bersekat) merupakan jamur lendir yang memiliki sekat sehingga kumpulan sel-selnya dapat dipisahkan. Misalnya Dictyostelium discoideum.

b. Myxomycota (Jamur Lendir Tidak Bersekat) merupakan jamur lendir yang tidak memiliki sekat sehingga kumpulan sel-selnya tidak dapat dipisahkan serta memiliki banyak inti sel. Misalnya: Physarum.

Agar lebih jelasnya tentang Protista mirip jamur bisa dilihat gambar di bawah ini.

Protista mirip jamur
Protista mirip jamur

Nah, untuk jamur lendir bersekat dan tidak bersekat akan kita bahas pada halaman tersendiri. Anda bisa cek di daftar isi Bab 5 Protista.

Daftar Pustaka:

Kistinah, Indun dkk.2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X.Surakarta:CV. Putra Nugraha.

Sumber gambar diambil dari situs www.sciencebooth.com diakses tanggal 7 Agustus 2015.

Sulistyorini, Ari.2009.Biologi 1 : Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X.Jakarta:PT. Balai Pustaka.

Ciri-Ciri Protista

Macam-Macam Protista

Sebelum membahas tentang ciri-ciri protista alangkah baiknya jika kita memahami terlebih dahulu -apa itu protista?- karena kami yakin bahwa diantara pengunjung siswapedia pasti ada yang belum paham tentang protista. Setuju?, oke kita akan membahasnya.

Cobalah amati aliran sungai atau danau yang jernih pasti warnanya agak kehijau-hijauan, iya kan?. Cobalah ambil setetes airnya lalu kamu teteskan pada kaca yang bersih dan lihatlah menggunakan mikroskop cahaya. Apa yang akan terlihat?, yah Anda akan melihat mikroorganisme yang sangat sederhana melayang-layang di dalam air. Ada yang bergerak lambat, sangat cepat bahkan ada yang diam saja. Bentuk mikroorganismenya pun bermacam-macam, ada yang persegi, bulat, lonjong dan sebagainya.

Macam-Macam Protista
Macam-Macam Protista

Nah, melihat organisme tersebut para ahli tumbuhan kemudian menggolongkannya sebagai tumbuhan karena setelah dipelajari makhluk hidup ini memiliki klorofil. Tapi menurut para ahli hewan justru menggolongkannya ke dalam salah satu jenis hewan karena makhluk hidup ini bisa bergerak bebas bahkan memiliki bintik mata. Loh, bagaimana ini, mana yang benar?.

Adanya perbedaan penggolongan ini kemudian para ahli sepakat untuk mengambil jalan tengah yaitu menggolongkan makhluk hidup tersebut ke dalam kingdom tersendiri yaitu Protista. Kata Protista diambil dari bahasa Yunani yaitu “Protos” yang berarti pertama dan “kritos” yang berarti menyusun. Jadi protista merupakan makhluk hidup yang bukan tumbuhan, bukan hewan dan bukan jamur. Protista diperkirakan telah ada sekitar 1 hingga 2 miliar tahun yang lalu.

Lalu, apa sajakah ciri-ciri Protista itu?

Ciri-ciri protista diantaranya:

  • Protista ada yang bersel satu (uniseluler), tapi ada juga yang bersel banyak (multiseluler).
  • Sel protista besifat eukariotik (sudah memiliki inti sel).
  • Protista bukan hewan, tumbuhan atau jamur, tapi hanya mirip saja atau menyerupai.
  • Pada umumnya protista bersifat aerobik dimana untuk proses respirasinya menggunakan mitokondria, tapi ada juga protista yang mampu memproduksi makanannya sendiri.
  • Protista yang mampu menghasilkan makanannya sendiri, maka makanannya dihasilkan dari proses fotosintesis sehingga menghasilkan nutrisi yang bersifat fototropik, heterotropik atau keduanya.
  • Protista memiliki flagela atau cilia.

Dimanakah tempat hidup protista?

Protista hidup di tempat-tempat yang basah atau lembab misalnya dasar air sungai, air laut, air danau, tanah bahkan ada yang hidup di dalam jaringan tubuh makhluk hidup yang lain. Protista dapat hidup sebagai saprofit, parasit atau bersimbiosis dengan makhluk lainnya.

Bagaimana cara protista berkembangbiak?

Protista dapat berkembangbiak melalui proses aseksual dan seksual. Pada proses aseksual, protista dapat membelah diri yaitu misalnya dengan pembelahan biner. Sedangkan pada cara seksual, maka akan ada penyatuan dua gamet.

Secara seksual, perkembangbiakan pada protista dapat dibedakan menjadi tiga macak yakni isogami, oogami dan anisogami.

  • Isogami merupakan penyatuan dua gamet yang dapat bergerak atau motil yang sama baik bentuk dan ukurannya.
  • Oogami merupakan penyatuan dua gamet yang tidak bergerak atau inmotil yang berbeda baik ukuran dan bentuknya.
  • Anisogami merupakan penyatuan dua gamet yang bergerak atau motil yang berbeda baik ukuran dan bentuknya.

Oleh karena banyak para ahli menemukan protista yang mirip tumbuhan, mirip hewan dan mirip jamur baik sifat maupun ciri-cirinya, maka kemudian dibagilah protista menjadi tiga golongan yaitu protista mirip tumbuhan, protista mirip hewan dan protista mirip jamur.

Nah, di halaman ini kita hanya akan membahas ciri-ciri protista saja sedangkan tiga golongan protista di atas akan kita bahas pada halaman selanjutnya. Anda bisa mengeceknya di daftar isi yaitu Bab 5 Protista (Baca juga: ciri-ciri jamur dan ciri-ciri animalia).

[color-box]Kistinah, Indun dkk.2009. Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X.Surakarta:CV. Putra Nugraha.
Sumber gambar diambil dari situs www.clickescolar.com.br diakses tanggal 7 Agustus 2015.
Sulistyorini, Ari.2009.Biologi 1 : Untuk Sekolah menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X.Jakarta:PT. Balai Pustaka.[/color-box]