Ciri-Ciri Ekosistem Darat

  • Whatsapp
Ciri-Ciri Ekosistem Darat

Ekosistem darat adalah ekosistem yang begitu dekat dengan manusia. Hal tersebut dikarenakan manusia merupakan jenis makhluk hidup yang hidup atau tinggal di darat.

Untuk itu penting bagi anda untuk mengetahui lebih lanjut akan ekosistem darat. Mulai dari ciri-ciri, komponen, bahkan pengertian dari ekosistem darat itu sendiri.

Ciri-Ciri Ekosistem Darat

Ciri-Ciri Ekosistem Darat

1. Ekosistem Darat Memiliki Lingkungan Fisik Yang Berupa Daratan

Untuk lingkungan fisik dari ekosistem darat memang terdapat pada wilayah daratan, akan tetapi tidak berarti bahwa tidak terdapat perairan. Karena, sekalipun di darat juga masih bisa ditemukan perairan, namun sorotan secara umum merupakan wilayah daratan, dan perairan hanya sebagai tambahan saja.

Baca juga: Tempat cadangan makanan pada daun, akar dan bunga

2. Memiliki Tipe Struktur Dengan Vegetasi Yang Dominan Pada Skala Yang Luas

Di dalam ekosistem darat, terdapat gambaran interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya secara umum. Sehingga dapat dikatakan ekosistem darat tidak hanya memiliki cakupan wilayah yang sempit. Akan tetapi memiliki wilayah yang begitu luas, untuk itu ekosistem darat tersebut juga dapat dikatakan sebagai bioma.

3. Jenis Tumbuhan Dan Hewan Beradaptasi Pada Lingkungan Wilayah Darat

Tumbuhan serta binatang atau flora serta fauna yang ada tentunya yang dapat beradaptasi dengan wilayah daratan, sebab daratan tersebut yang menjadi tempat dari flora dan fauna tersebut hidup. Untuk ekosistem daratan tersebut terdiri atas beberapa jenis, untuk setiap jenisnya memiliki karakteristik dan ciri-ciri sendiri.

Pengertian serta Komponen dari Ekosistem Darat

Ekosistem darat merupakan ekosistem hubungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya yang berada pada wilayah daratan. Ekosistem darat memiliki wilayah yang paling luas serta dikenal juga dengan bioma.

Untuk komponen dari ekosistem darat sejatinya dibagi menjadi dua yaitu komponen biotik dan komponen abiotik.

Komponen biotik merupakan komponen yang memiliki wujud seperti makhluk hidup yaitu manusia, binatang, tumbuhan, serta beberapa komponen organisme lainnya.

Sedangkan untuk komponen abiotik merupakan komponen yang tidak hidup atau yang disebut juga dengan benda mati. Meskipun tidak hidup, komponen abiotik tetap memengaruhi beberapa komponen lain yang ada dalam ekosistem tersebut. Untuk komponen ekosistem abiotik seperti suhu, air, cahaya matahari, batu, iklim, serta yang lainnya.

Jenis-Jenis Ekosistem Darat

1. Bioma Hutan Gugur

Bioma hutan gugur merupakan ekosistem darat berada pada derah dengan 4 musim yaitu musim panas, musim semi, musim, gugur, dan musim dingin.

2. Bioma Sabana

Merupakan ekosistem darat yang merupakan padang rumput serta terdapat beberapa pohon. Bioma sabana dapat dijumpai pada daerah dengan iklim tropis. Untuk bioma sabana dibagi menjadi dua jenis yaitu bioma sabana murni (yaitu terdiri atas satu jenis pohon) dan bioma sabana campuran (yang terdapat beberapa jenis pohon).

Selain tumbuhan juga terdapat sejumlah hewan yang menempati bioma ini seperti gajah, macan tutul, singa, rusa/kijang, zebra, kuda, serta beberapa jenis serangga termasuk rayap.

3. Bioma Tundra

Bioma tundra dapat dikatakan sebagai bioma yang sangat dingin. Bioma tundra juga dibagi menjadi dua jenis yaitu tundra arkitik serta tundra alpin.

4. Bioma Gurun

Bioma gurun merupakan padang yang mempunyai ukuran paling luas serta memiliki sifat yang tandus. Hal tersebut dikarena curah hujan yang sangat sedikit. Contoh gurun yang paling terkenal yaitu gurun sahara yang terdapat di Gobi Asia serta Afrika.

5. Bioma Taiga

Biomia taiga terdapat diantara daerah yang memiliki iklim tropis dengan daerah yang memiliki iklim kutub.

6. Hutan Hujan Tropis

Merupakan wilayah yang memiliki iklim tropis seperti daerah yang dilalui oleh garis khatulistiwa.

7. Padang Rumput

Padang rumput terdapat pada daerah yang memiliki iklim tropis hingga sedang. Beberapa negara yang memiliki banyak padang rumput yaitu daerah nusa tenggara.

Daftar Pustaka:

Campbell, Neil A. (2008). Biologi Edisi Kedelapan Jilid 3. Jakarta: Erlangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *