Perbedaan Konsekuensi, Akibat, Efek, Konsefek

Perbedaan Konsekuensi, Akibat, Efek, Konsefek

Perbedaan Konsekuensi, Akibat, Efek, Konsefek – Dalam beberapa minggu yang lalu kita sudah belajar paragraf atau teks eksplanasi. Pada kesempatan kali ini kita akan belajar ilmu komunikasi di website Siswapedia.

Pada pertemuan kali ini kita akan belajar mengenai pengertian efek, konsekuensi, konsefek, dan akibat. Keempatnya mempunyai perbedaan, berikut beberapa pengertian efek, pengertian konsekuensi, pengertian konsefek, dan pengertian akibat.

Perbedaan Konsekuensi, Akibat, Efek, Konsefek

Pengertian Efek dan Perbedaanya dengan yang Lain

Pengertian efek komunikasi adalah suatu kejadian fakta yang ditimbulkan dari adanya akibat sebelumnya. Efek bisa disebut juga dengan hasil akhir, atau konklusi, atau suatu simpulan ilmiah.

Lalu apa bedanya dengan akibat? Jika akibat adalah suatu kejadian fakta yang berhubungan dengan fenomena alam, jika efek lebih mengarah kepada domian sosial.

Perbedaan Konsekuensi, Akibat, Efek, Konsefek
Tips dan trik cara memahami perbedaan konsekuensi, efek, akibat dan konsefek

Pada sebagian besar model efek, hasil utama sebuah simpulan ditentukan oleh sifat-sifat media. Penggunaan media dalam hal ini dianggap hanya sebagai faktor di antara keduanya.

Artikel lainnya: contoh pengumuman resmi

Dengan demikian proses penggunaan dan kepuasan bertindak sebagai perantara, memperkuat atau melemahkan efek konten dari fenomena sosial yang ada.

Pengertian Konsekuensi dan Ciri-Ciri Konsekuensi

Pengertian konsekuensi adalah suatu kesepakatan, seperangkat tanggung jawab, dan norma-norma yang dipatuhi agar terhindar dari kerugian negatif. Dalam ilmu komunikasi, konsekuensi bersifat candu. Konsekuensi bisa memberikan ketergantungan karena berupa kesepakatan-kesepakatan.

Lalu apa sih ciri-ciri konsekuensi itu? Apakah sebuah teks konsekuensi bisa diidentifikasi? Ya, kalian bisa mengidentifikasi teks-teks konsekuensi pada teks perjanjian kerja, pada teks surat investasi, dan teks-teks lainnya. Berikut ciri-cirinya.

-Ciri teks konsekuensi mengandung kesepakatan yang mengikat kedua belah pihak.

-Ciri teks konsekuensi mengandung tanggung jawab.

-Ciri teks konsekuensi mengandung kewajiban

-Ciri teks konsekuensi mengandung kesepakatan

Pengertian Dari Konsefek dan Contoh Konsefek

Berbeda dengan konsekuensi, konsefek yaitu alat yang digunakan untuk membuat konsekuensi. Atau kesepakatan-kesepakatan yang ada di konsekuensi disebut sebagai konsefek.

Artikel terkait: Jenis, fungsi dan ciri-ciri kalimat efektif

Karena konsfek berisi kesepakatan-kesepatan, maka konsefek menggunakan bahasa-bahasa yang mengikat. Berikut contoh dari konsefek yang bisa kalian simak. Contoh konsefek.

-Pihak donatur wajib melampirkan surat kuasa.

-Pihak panitia KPU harus netral dalam pilpres

-Seluruh siswa harus patuh terhadap peraturan sekolah

-Seluruh guru harus datang tepat waktu saat mulang ngajar

Pengertian Akibat dan Contoh – Contoh Akibat

Pengertian akibat adalah hasil yang ditimbulkan dari efek adanya fenomena alam. Akibat berhubungan dengan kausalitas. Ada akibat, pasti ada sebab yang melatar belakanginya. Ciri-ciri akibat berhubungan erat dengan hasil-hasil akhir yang terbagi menjadi domain positif dan domain negatif.

Suatu sebab bisa menjadi akibat bernilai negatif, suatu sebab juga bisa berubah menjadi hasil positif. Sebab akibat menjadi satu kesatuan, sehingga keduanya tidak bisa dipisahkan.

Baca juga: Cara menulis gelar yang benar

Lalu dimana teks akibat banyak kita jumpai? Teks akibat bisa kita jumpai pada koloom-kolom berita straight news, teks prosedur uci coba ilmiah, teks drama, dan tek-teks lain yang memaparkan aksi sebuah kerja. Agar kalian paham tentang teks akibat, berikut ini kami paparkan contoh akibat.

  • Akibatnya rumah tersebut hangus terbakar si jago merah karena kabel listrik berserakat.
  • Akibatnya perbukitan itu menjadi longsor karena hutan ditebangi
  • Akibatnya banjir menggenangi rumah karena sampah dan plastik disungai banyak yang berserakan
  • Akibatnya lapisan atmosfer bumi semakin menipis karena pencemaran udara.

Nah, itulah beberapa pembahasan pengertian dan perbedaan konsekuensi, akibat, efek, dan konsefek. Agar kalian bisa lebih paham mengenai materi konsekunsi, akibat, efek, dan konsefek silakan kalian banyakin latihan di rumah ya.

Cara Penulisan Gelar Yang Benar

Cara Penulisan Gelar yang Benar

Cara Penulisan Gelar yang Benar – Penulisan gelar merupakan suatu hal yang sangat penting, dengan adanya gelar, orang bisa mengetahui latar belakang orang lain meskipun orang tersebut tidak mengenalnya dan mengandung suatu informasi yang mungkin diperlukan oleh orang lain.

Meskipun terlihat seperti persoalan yang sangat sepele, namun masih banyak orang yang tidak memahami bagaimana cara penulisan gelar yang benar.

Berdasarkan aturan kebahasan dalam bahasa Indonesia, penulisan gelar termasuk dalam ranah pembahasan penulisan akronim atau singkatan. Singkatan merupakan sebuah atau sekumpulan huruf sebagai bentuk pendek dari sebuah atau beberapa kata.

Dalam penulisan singkatan, tidak boleh asal menulis, namun ada aturan dan cara tersendiri dalam penulisan gelar yang tentunya harus sesuai dengan EYD (ejaan yang telah disempurnakan).

Cara Penulisan Gelar yang Benar

Ketika kita salah dalam menuliskan gelar, maka itu juga akan disalah pahami oleh orang lain, terlebih lagi untuk orang yang baru dikenal. Padahal, hal itu sangat diperlukan khususnya untuk calon bos, partner bisnis, dan lain sebagainya.

Nah, mengetahui betapa pentingnya dalam penulisan gelar, mari kita belajar bagaimana cara penulisan gelar yang benar. Silahkan menyimak!

Cara Penulisan Gelar Yang Benar

a. Gelar ditulis sebelum atau sesudah nama penyandang gelar tersebut

b. Gelar ditulis dengan menggunakan tanda titik antara satu huruf dengan huruf yang lainnya pada singkatan dari gelar.

c. Antara nama orang dan gelar yang disandangnya, harus dipisah dengan tanda koma.

d. Jika gelar yang akan dicantumkan lebih dari satu, maka satu gelar dengan gelar lainnya harus dipisahan dengan menggunakan tanda koma. Misalnya: Arif Zaenudin, S.Ag,S.E.

Artikel lainnya: Contoh pengumuman resmi

Penulisan Gelar Diploma yang Benar

Diploma Satu (D1)
Ahli Pratama: A.P.
Contoh: Siti Zamiatun, AP.Par. : Ahli Pratama Pariwisata

Diploma Dua (D2)
Ahli Muda: A.Ma
Contoh: Aisyah Salsabila, A.Ma.Pd. : Ahli Muda Pendidikan

Diploma Tiga (D3)
Ahli Madya : A.Md
Contoh: Imroatus Sholihah, A.Md.Keb. : Ahli Madya Kebidanan

Artikel terkait: Jenis, fungsi dan ciri-ciri kalimat efektif

Penulisan Gelar Sarjana yang Benar

Berikut adalah penulisan gelar sarjana dalam negeri yang benar:

S.Pd.I. : Sarjana Pendidikan Islam
Contoh: Zaenal Arifin, S.Pd.I.

S.Kom. : Sarjana Komputer
Contoh: Nadia Kirana, S.Kom.

S.E. : Sarjana Ekonomi
Contoh: Amalia Nahda Fauzi, S.E.

S.Pd. : Sarjana Pendidikan
Contoh: Agilia Nur Muftiah, S.Pd.

Artikel lainnya: Cara menulis lamaran pekerjaan

Penulisan Gelar Magister yang Benar

M.Ag. : Magister Agama
Contoh: Agilia Nur Muftiah, M.Ag.

M.Psi. : Magister Psikologi
Contoh: Lutfi Aminuddin, M.Psi.

Penulisan Gelar Doktor yang Benar

Dalam penulisan gelar doktor, seringkali orang salah dalam menuliskannya. Sebagian orang masih sering keliru dengan penulisan untuk gelar dokter.

Penulisan gelar antara doktor dan dokter ini bisa keliru manakala orang menuliskannya tidak sesuai dengan kaidah penulisan yang benar.

Artikel lainnya: Cara menulis memo

Coba perhatikan kalimat berikut:

Kemarin Dr. Lutfi Aminuddin baru pulang dari Jepang, (2) dr. Umar Lubis dan keluarganya akan pindah ke Jakarta bulan depan.

Pada kalimat (1) gelar Dr. digunakan untuk gelar doktor, yaitu gelar akademik yang akan diperoleh seseorang setelah menyelesaikan pendidikan strata tiga (S3). Sedangkan dr. pada kalimat (2) digunakan untuk gelar dokter, yaitu gelar akademik yang akan diperoleh setelah seseorang menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) dalam bidang kesehatan.

Demikian uraian mengenai Cara Penulisan Gelar yang Benar semoga dapat bermanfaat untuk kalian agar bisa menuliskan gelar seseorang tanpa terjadi kesalahan.

Contoh Teks Editorial : Tujuan, Ciri, Kaidah, Sifat, Isi dan Strukturnya

Contoh Teks Editorial : Tujuan, Ciri, Kaidah, Sifat, Isi dan Strukturnya

Contoh Teks Editorial : Tujuan, Ciri, Kaidah, Sifat, Isi dan Strukturnya – Pernahkah kamu menemui sebuah teks yang berisi pendapat pribadi dari seseorang terhadap suatu masalah? Jika pernah, berarti kamu telah membaca teks editorial atau teks opini.

Teks editorial merupakan teks yang berisikan sebuah pendapat atau opini tentang suatu kejadian atau peristiwa yang sedang hangat dibicarakan atau masih memiliki persoalan-persoalan yang belum menemukan titik terang.

Teks editorial, biasanya muncul diberbagai surat kabar atau majalah yang menerima masukan-masukan dari orang-orang yang memiliki pendapat.

Artikel terkait: Contoh essay

Contoh Teks Editorial : Tujuan, Ciri, Kaidah, Sifat, Isi dan Strukturnya

Tujuan, Sifat isi teks editorial

Teks editorial bertujuan untuk mengajak para pembaca agar ikut memikirkan isu yang sedang hangat diperbincangkan di tengah masyarakat serta memberikan pandangan terhadap pembaca mengenai masalah yang sedang berkembang tersebut. Keberadaan teks editorial, mampu membentuk masyarakat yang kritis.

Contoh Teks Editorial : Tujuan, Ciri, Kaidah, Sifat, Isi dan Strukturnya

Teks editorial memiliki ciri-ciri dan struktur, kaidah kebahasaan teks editorial, yaitu sebagai berikut:

Ciri-ciri Teks Editorial

Adapun ciri-ciri dari teks editorial adalah sebagai berkut:

  1. Tema tulisannya selalu hangat (sedang berkembang, diperbincangkan secara luas oleh masyarakat), serta aktual dan faktual.
  2. Bersifat sistematis dan logis
  3. Tajuk rencana merupakan pendapat/opini yang bersifat argumentatif
  4. Menarik untuk dibaca, dengan penggunaan kalimat yang singkat, padat dan jelas.

Struktur Teks Editorial

Adapun struktur teks editorial terdapat 3 bagian, yaitu sebagai berikut:

1. Pernyataan pendapat (tesis)

Pada bagian tesis, berisi sudut pandang penulis terhadap permasalahan yang diangkat, yaitu berupa pernyataan atau teori yang akan diperkuat oleh argumen.

Artikel terkait: Contoh kumpulan puisi pendek

2. Argumentasi

Pada bagian argumentasi, berisi alasan atau bukti yang digunakan untuk memperkuat pernyataan tesis, bisa berupa pernyataan umum, data hasil penelitian, pernyataan para ahli atau fakta-fakta yang dapat dipercaya.

3. Penegasan ulang pendapat (Reiteration)

Pada bagian Reiteration, berisi penguatan/penegasan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi. Dengan adanya penegasan, para pembaca akan lebih yakin terhadap pandangan yang telah dikemukakan pada teks editorial tersebut.

Pada bagian ini, biasanya berisikan sebuah argumen yang disertai saran dari penulis.

Artikel lainnya: Cara membuat sinopsis lebih mudah

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Adapun kaidah kebahasaan pada teks editorial adalah sebagai berikut:

1. Adverbia

Ditujukkan agar pembaca meyakini teks yang dibahas, dengan menegaskan menggunakan kata keterangan, kata yang biasa digunakan yaitu: biasanya, selalu, sering. Kadang-kadang, sebagian besar waktu, jarang, dan lain sebagainya.

2. Konjungsi

Konjungsi adalah penghubung pada teks, contohnya: bahkan

3. Verba material

merupakan verba yang menunjukkan peristiwa atau perbuatan fisik.

4. Verba relasional

merupakan verba yang menunjukkan hubungan intensitas (pengertian A adalah B) dan milik (mengandung pengertian A mempunyai B).

5. Verba mental

Merupakan verba yang menerangkan persepsi, afeksi dan kognisi

Contoh Teks Editorial Tentang Kesehatan

Judul:

Pelayanan Rumah Sakit dan Mutu Kesehatan Harus ditingkatkan

Pada tahun lalu, terdapat sekitar 269 pengaduan tentang minimnya pelayanan kesehatan diberbagai rumah sakit di Indonesia, jumlah tersebut yang dilaporkan dan diterima Kemenkes.

Jumlah pengaduan minimnya pelayanan kesehatan yang belum dilaporkan tentunya lebih banyak lagi. salah satu hal yang menjadikan pelayanan dokter kurang memuaskan adalah penanganannya terhadap pasien. Dokter banyak yang belum bisa mengetahui penyakit sebenarnya yang sedang diderita pasien, sehingga terkadang obat yang diberikan tidak tepat.

Artikel terkait: Pengertian puisi, periodesasi puisi, jenis-jenis puisi dan tips membuat puisi

Seharusnya, pemerintah terutama bidang kesehatan selalu meningkatkan mutu para dokter di seluruh Indonesia secara berkala, agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Demikian pembahasan mengenai Contoh Teks Editorial : Tujuan, Ciri, Kaidah, Sifat, Isi dan Strukturnya semoga bermanfaat!