Angka penting (significant figures)

       

Angka penting (significant figures) adalah angka yang diperoleh dari hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti dan angka taksiran (perkiraan). Aturan angka penting ini dibuat karena manusia pada dasarnya memiliki kemampuan yang terbatas sehingga dipastikan akan mempengaruhi keakuratan hasil pengukuran.

Angka penting

Gambar. Angka penting memiliki kaidah-kaidah dalam penulisannya

Keterbatasan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor misalnya si pengukur memiliki mata minus (rabun), keakuratan alat pengukuran yang digunakan, tingkat ketelitian si pengukur, tingkat ketenangan dan situasi serta kondisi di lapangan. Nah, adanya hal-hal inilah kemudian dibuat semacam aturan angka penting (significant figures) yang terdiri dari angka pasti (angka yang benar-benar terlihat) dan angka taksiran yang berupa angka perkiraan (Baca Juga: Sistem Pengukuran Beserta Alat Ukur).

Lalu, apa sajakah aturan angka penting (significant figures) itu?

A. Aturan dalam menentukan angka penting yakni:

a). Angka nol yang terletak dibelakang koma adalah angka penting, contoh: 3,00 ada tiga angka penting.

b). Angka nol yang terletak diantara angka yang bukan nol adalah angka penting, contoh: 9,0005 ada lima angka penting.

c). Angka nol yang terletak disebelah kiri angka bukan nol adalah bukan angka penting, contoh:0,0000008 ada satu angka penting.

d). Angka nol disebelah kanan angka bukan nol adalah angka penting (kecuali bila ada penjelasan lain), contoh: 25.000 ada dua, tiga, empat atau lima angka penting. Hasil ini tergantung oleh si pengukur.

B. Aturan pembulatan angka penting yakni:

a). Kita harus sadari bahwa pembulatan angka dalam sains berbeda dengan matematika.

b). Jika >5 di bulatkan ke atas, contoh: pembulatan hingga 5 angka penting 35,2446 menjadi 35,245.

c). Jika <5 dibulatkan ke bawah, contoh: pembulatan hingga 5 angka penting 35,2444 menjadi 35,244.

d). Jika = 5 . Ada dua pilihan, yaitu: jika angka sebelumnya ganjil, maka dibulatkan keatas. Misal (dibulatkan menjadi 3 angka penting): 7,2351 akan berubah menjadi 7,24. Jika angka sebelumnya genap, maka dibulatkan kebawah. Misal (dibulatkan 3 angka penting): 7,2651 akan berubah menjadi 7,26.

Untuk kasus perkalian dan pembangian banyaknya angka penting dari hasil perkalian atau pembagian sama dengan jumlah angka penting yang paling sedikit yang dimiliki oleh bilangan yang dikalikan atau dibagi.

Contoh:

6,03 (3 angka penting) x 5,3(2 angka penting) = 31,959 (harus dibulatkan menjadi 2 angka penting). Maka menjadi 32.

Untuk kasus penjumlahan dan pengurangan banyaknya angka penting (significant figures) dari hasil penjumlahan dan pengurangan ditentukan dari banyaknya angka dibelakang koma yang paling sedikit ari bilangan yang dijumlahkan atau dikurangi.

Contoh:

2,12 (dua angka dibelakang koma) + 3,552 (tiga angka dibelakang koma) = 5,672 (harus dibulatkan hingga dua angka dibelakang koma). Maka menjadi 5,7

Pemahaman terkait aturan angka penting (significant figures) ini sangatlah penting terutama bila Anda ingin menjadi seorang ahli dibidang ilmu alam misalnya menjadi seorang fisikawan. Selain itu, ada juga hal yang perlu diperhatikan yaitu mengenai Pengukuran Tunggal dan Pengukuran Berulang.

Tim Siswapedia

Siswapedia.com merupakan situs yang dibuat untuk menyediakan informasi pendidikan dan pengetahuan umum berbahasa Indonesia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *