Arsip Tag: Geografi menurut Immanuel Kant

Konsep Geografi Menurut Beberapa Ahli

Konsep Geografi Menurut Beberapa Ahli – Pada halaman sebelumnya kita telah membahas tentang sejarah geografi. Untuk itu (sebagai lanjutannya) di halaman ini kita akan membahas tentang konsep-konsep geografi yang diutarakan oleh para ahli sejak zaman Yunani kuno.

Seperti yang telah diutarakan di halaman sebelumnya bahwa konsep geografi itu sendiri sejatinya telah ada sejak zaman dahulu kala yaitu saat manusia dapat berinteraksi dengan alam sekitar. Namun perlu kita ketahui bahwa pada saat itu manusia diperkirakan belum mengenal pendokumentasian secara ilmiah dan baru di zaman Yunani kuno hal ini diperkenalkan sehingga sejarah geografi dapat kita ketahui dari tulisan-tulisan dokumentasi dari zaman Yunani kuno.

Bangsa Yunani kuno telah mengenal pendokumentasian terkait fakta-fakta yang berkaitan dengan objek studi geografi. Tercatat, geograf pertama dari bangsa ini yaitu Thales (640– 546 SM) yang melakukan penelitian dengan melakukan perjalanan di berbagai tempat di dunia. Kemudian disusul oleh Herodotus (485–425 SM) yang melakukan pendokumentasian keadaan geografi di wilayah timur tengah. Lalu disusul oleh Phytheas yang telah mampu mengukur jarak dari matahari ke bumi kemudian dilanjutkan lagi oleh ilmuwan lainnya yaitu Eratosthenes (276–194 SM) yang mampu menghitung keliling Bumi dengan hanya selisih 1% saja dari keliling bumi yang sebenarnya.

Perkembangan ilmu geografi terus mengalami peningkatan dengan cepat. Berikut adalah konsep geografi menurut beberapa ahli.

1. Bernard Varen atau Varenius (1622–1650)

Varenius merupakan seorang berkebangsaan Jerman yang lulus dari Ilmu Kedokteran Universitas Leiden, Belanda namun pada akhirnya ia juga menjadi seorang geograf. Ia mampu menulis buku yang menjadi buah pikirnya dalam ilmu geografi yaitu berjudul “Geographia Generalis”. Dalam bukunya ini, Varenius berpendapat bahwa geografi merupakan campuran ilmu matematika yang membahas tentang bagian-bagian bumi dan benda-benda langit dimana keilmuan geografi sendiri dibagi menjadi dua yakni geografi umum dan geografi khusus.

a. Geografi Umum akan membahas bagian bumi secara umum yang mencakup tiga bagian yaitu terestrial (pengetahuan tentang Bumi secara keseluruhan, bentuk dan ukurannya), astronomis (pengetahuan tentang hubungan Bumi dengan bintang) dan komparatif (pengetahuan lengkap mengenai Bumi serta letak dan tempat-tempat di permukaan Bumi).

b. Geografi Khusus akan membahas objek geografi dalam cakupan wilayah tertentu. Geografi khusus terbagi menjadi tiga bagian pokok yaitu atmosferis (khusus berbicara tentang iklim), litosferis (khusus berbicara tentang permukaan bumi) dan manusia (khusus membicarakan tentang keadaan manusia misalnya kependudukan, perniagaan, pemerintahan dsb).

2. Immanuel Kant (1724–1821)

Immanuel Kant dikenal sebagai seorang filsuf namun ia juga seorang geograf. Ia tertarik dengan geografi karena menganggap bahwa ilmu ini sangat dekat dengan ilmu filsafat. Dalam bukunya “Physische Geographie” ia mengutarakan pendapatnya tentang geografi. Menurutnya, geografi memiliki beberapa objek studi yaitu benda-benda dan gejala-gejala yang ada di permukaan bumi.

3. Alexander von Humboldt (1769–1859)

Alexander von Humboldt merupakan seorang ahli botani. Ia tertarik dengan geografi sejak melakukan penelitian terkait bebatuan, lebih khususnya tentang geografi fisik. Ia banyak menjelaskan tentang hubungan antara bumi dengan matahari, perilaku bumi di luar angkasa, tipe permukaan bumi, gejala iklim dan cuaca.

4. Karl Ritter (1779–1859)

Pandangan Karl Ritter terkait geografi hampir sama dengan Alexander von Humboldt. Ia berpendapat bahwa objek studi geografi meliputi semua fenomena yang (berkaitan dengan manusia) di permukaan bumi baik organik ataupun anorganik.

5. Friederich Ratzel (1844–1904)

Dalam bukunya yang berjudul “Politische Geographie”, Friederich Ratzel yang merupakan guru besar geografi di Leipzig berpendapat bahwa wilayah geografis merupakan sarana bagi organisme untuk berkembang. Konsep itu diberi nama Lebensraum. Selain itu ia juga berpendapat bahwa suatu negara memiliki kecenderungan untuk meluaskan Lebensraum-nya sesuai dengan kemampuan atau kekuatan yang ia miliki.

6. Elsworth Huntington (1876–1947)

Dalam bukunya “The Pulse of The Earth”, Elsworth Huntington berpendapat bahwa kelangsungan hidup dan peradaban manusia sangat dipengaruhi oleh iklim sehingga peran iklim sangat vital sebagai penentu kehidupan. Baginya, geografi merupakan ilmu yang membahas tentang fenomena yang terjadi di permukaan bumi (termasuk iklim) beserta penduduk yang menghuninya.

7. Paul Vidal de la Blache (1845–1918)

Vidal merupakan seorang geograf berkebangsaan Perancis. Ia berpendapat bahwa geografi memperajari proses produksi yang dilakukan oleh manusia terhadap kemungkinan-kemungkinan yang ditawarkan oleh alam. Vidal dikenal sebagai tokoh pencetus teori kemungkinan. Dari teorinya ini, ia berpendapat bahwa sejatinya alam memberikan sejumlah kemungkinan pilihan kepada manusia untuk dapat hidup dan berkembang.

8. Halford Mackinder (1861–1947)

Dalam makalahnya yang berjudul “The Scope and Methods of Geography”, Halford Mackinder yang merupakan seorang pengajar di Universitas Oxford berpendapat bahwa geografi mempelajari interaksi manusia di dalam masyarakat dengan lingkungannya yang berbeda sesuai dengan lokasinya.

9. Bintarto

Bintarto merupakan guru besar geografi di Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada berpendapat bahwa geografi merupakan ilmu yang membahas tentang sifat bumi, gejala alam dan penduduk serta unsur-unsur bumi.

10. Daldjoeni

Daldjoeni berpendapat bahwa konsep geografi meliputi tiga hal pokok yaitu spasial/ruang (tentang gejala baik yang alami atau tidak alami), ekologi (adaptasi manusia dengan lingkungannya) dan region/wilayah (wilayah sebagai tempat tinggal manusia berdasarkan kesatuan fisiografisnya).

Anjayani,Eni.2009.Geografi: Untuk Kelas X SMA/MA.Jakarta:PT. Cempaka Putih.
Hartono.2007. Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta. Bandung: CV. Citra Praya.
Utoyo, Bambang.2006.Geografi: Membuka Cakrawala Dunia untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Jakarta:PT. Pribumi Mekar.

Baca Juga Yang Ini