Pengertian Komposisi Penduduk dan Macamnya
Bersponsor
Aneka produk Herbal,100 % berasal dari ekstraksi bahan-bahan alami. Berkhasiat ampuh untuk menyembuhkan segala macam jenis penyakit & tidak berbahaya bagi tubuh.

A. Pengertian komposisi penduduk

Komposisi penduduk adalah penyusunan atau pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertantu. Adapun kriteria yang digunakan antara lain kriteria usia dan jenis kelamin, angkatan kerja, dan rasio ketergantungan.

B. Macam – macam komposisi penduduk
a. Komposisi penduduk menurut usia & jenis kelamin

Usia dan jenis kelamin merupakan faktor penting dalam pengklasifikasian komposisi penduduk. Pada umumnya ada tiga bentuk susunan penduduk menurut usia, yaitu:

1) Piramida Penduduk Muda
Piramida ini terbentuk jika mayoritas penduduknya berusia muda yaitu dibawah 15 tahun. Hal ini dapat terjadi karena angka kelahiran lebih besar daripada angka kematian. Biasanya kejadian ini terjadi di negara berkembang.

2) Piramida Penduduk Stasioner
Piramida ini menandakan bahwa jumlah angka kelahiran sama dengan angka kematian. Pada umumnya terjadi di negara maju.

3) Piramida Penduduk Tua
Piramida ini memberi gambaran bahwa angka kelahiran lebih kecil daripada angka kematian. Jika hal ini terjadi terus menerus, maka suatu negara akan kekurangan penduduk.

Nah, untuk lebih jelasnya perhatikan contoh piramid penduduk jepang di bawah ini:

Gambar. Piramid populasi jepang. Dari kiri-kanan adalah piramida penduduk muda, stasioner dan penduduk tua (sumber: people.uncw.edu)

Gambar. Piramid populasi jepang. Dari kiri-kanan adalah piramida penduduk muda, stasioner dan penduduk tua (sumber: people.uncw.edu)

b. Komposisi penduduk menurut angkatan kerja

Yang dimaksud angkatan kerja yakni mereka yang pekerja, mereka yang tidak bekerja tetapi sudah siap untuk bekerja atau sedang mencari pekerjaan (menganggur).

c. Komposisi penduduk menurut rasio ketergantungan
Rasio ketergantungan merupakan perbandingan antara banyaknya penduduk yang tidak produktif (usia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun) dengan banyaknya penduduk usia produktif (15 – 64 tahun).

Rasio ketergantungan dapat diperoleh dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut:

persamaan rasio ketergantungan

Keterangan:
P (10-14) = Banyaknya penduduk yang tidak produktif di usia 10-14 tahun
P > 65     = Banyaknya penduduk yang tidak produktif di usia lebih dari 65 tahun
P (15-64) = Banyaknya penduduk yang produktif di usia 15-64 tahun

Dewi, Nurmala.2009.Geografi 2 : untuk SMA dan MA Kelas XI. Bandung: CV. Epsilon Grup.

Baca Juga Yang Ini

Apa yang ingin Anda sampaikan?

Bantu kami untuk menilai artikel di atas dengan cara menuliskan saran, kritik dan pendapatmu disini. Nama dan email wajib diisi (email Anda tidak akan kami publikasikan).

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Tahu 2 tokoh di bawah ini?
Al Khwarizmi, Algoarismi, Al Gorism atau Al Goritma
Al Khwarizmi, Algoarismi, Al Gorism atau Al Goritma
Al Khwarizmi dikenal sebagai bapak matematika deng[...]
Ibnu Sina (Avicenna)
Ibnu Sina (Avicenna)
Ibnu Sina atau yang terkenal di Eropa sebagai Avic[...]
Pernah ke tempat ini?
Pantai Kesirat
Pantai Kesirat
Pantai Kesirat merupakan pantai yang ter[...]
Pantai Timang Gunung Kidul
Pantai Timang Gunung Kidul
Pantai Timang merupakan pantai berkarang[...]
Pantai Jogan Gunung Kidul
Pantai Jogan Gunung Kidul
Pantai Jogan merupakan pantai yang terle[...]
Pantai Nglambor Gunung Kidul
Pantai Nglambor Gunung Kidul
Pantai Nglambor merupakan pantai yang te[...]
Profil Usaha
Kerajinan Kulit GM Collection
Aneka model tas, dompet, sabuk dan aksessoris berbahan dasar kulit dibuat disini
Siswa Fans di facebook