Paragraf Deduktif dan Induktif
Jaket 2in1 berfungsi Sebagai Jaket sekaligus Jas hujan, Nyaman & tidak rembes. Menerima reseller & agen. Buruan...! temukan koleksimu disini
Kaos WWE Asli Authentic (USA) dan Homemade. Recommeded seller sejak 2013. Open Reseller n Dropshipper. BBM : 270C31DF | WAP : 081297139003
Jual jam tangan branded koleksi lengkap harga murah. Terima reseller dan bisa dropship. Pelayanan fast response. Yuk diklik dulu untuk lihat2 koleksinya.
Aneka produk Herbal,100 % berasal dari ekstraksi bahan-bahan alami. Berkhasiat ampuh untuk menyembuhkan segala macam jenis penyakit & tidak berbahaya bagi tubuh.

1. Paragraf Berpola Deduktif

    Paragraf adalah bagian dari telaah wacana dalam bahasa Indonesia. Penalaran dalam paragraf sebuah wacana dapat berpola deduktif dan induktif. Penalaran deduktif adalah proses penalaran yang bertolak dari peristiwa-peristiwa yang sifatnya umum menuju pernyataan khusus. Dengan kata lain paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada awal paragraf. Gagasan utama atau pokok persoalan dalam paragraf tersebut diletakkan pada kalimat pertama atau kalimat kedua. Selanjutnya, diikuti oleh kalimat pendukung terhadap gagasan utama tersebut.
    Dalam paragraf ini, ide-ide yang telah dirumuskan dalam kalimat diatur dengan ide yang bersifat umum dan diletakkan pada kalimat pertama atau kedua dan diikuti ide yang lebih khusus.
    Paragraf berpola deduktif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
    a.  letak kalimat utama di awal paragraf atau paragraf kedua
    b. diawali dengan pernyataan umum disusun dengan uraian atau penjelasan khusus
    c. diakhiri dengan penjelasan
    Contoh
    Frustrasi terjadi jika seseorang terhalang oleh suatu hal dalam mencapai tujuan, kebutuhan, keinginan, pengharapan, atau tindakan tertentu. Agresi merupakan salah satu cara berespons terhadap frustrasi. Remaja miskin yang nakal adalah akibat dari frustrasi yang berhubungan dengan banyaknya waktu menganggur, keuangan yang pas-pasan, dan adanya kebutuhan yang harus segera terpenuhi tetapi sulit sekali tercapai. Akibatnya, mereka menjadi mudah marah dan berperilaku agresif.
    Kalimat utama dalam kalimat ini terletak pada awal paragraf. Hal yang menjadi pikiran utama dalam paragraf tersebut adalah frustasi sebagai penyebab agresi. Kalimat-kalimat selanjutnya kemudian bertugas sebagai penjelas dengan mendukung kalimat pertama.

2. Paragraf  Berpola Induktif

    Paragraf adalah bagian dari telaah wacana dalam bahasa Indonesia. Penalaran dalam paragraf sebuah wacana dapat berpola deduktif dan induktif. Penalaran induktif adalah proses penalaran yang bertolak dari peristiwa-peristiwa yang sifatnya khusus menuju pernyataan umum. Dengan kata lain paragraf induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di bagian akhir. Penataan ini dengan cara menyusun ide-ide khusus dan diikuti dengan ide yang bersifat umum dan biasanya berupa kalimat simpulan beserta pernyataan pembenarannya.Biasanya, kalimat utama paragraf induktif menggunakan konjugasi penyimpul  antarkalimat, seperti jadi, maka, dengan demikian, akhirnya, oleh karena itu.
    Paragraf berpola induktif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
    a. letak kalimat utama di akhir paragraf
    b. diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum
    c. Paragraf induktif diakhiri dengan kesimpulan
    Contoh
    Faktor penyebab seperti yang dipaparkan, diharapkan dapat bermanfaat bagi para orangtua, pendidik, dan terutama para remaja sendiri dalam berperilaku dan mendidik generasi berikutnya agar lebih baik. Dengan demikian, aksi-aksi kekerasan baik dalam bentuk agresi verbal maupun agresi fisik dapat diminimalkan atau bahkan dihilangkan. Mungkin masih banyak faktor penyebab lainnya yang belum dibahas di sini. Akhirnya, kita setidaknya berharap bahwa faktor-faktor agresi patut diwaspadai.
    Paragraf tersebut adalah paragraf yang kalimat utamanya berada pada bagian akhir. Biasanya, kalimat utama pada paragraf induktif menggunakan konjungsi penyimpul antarkalimat, seperti jadi, maka, dengan demikian, akhirnya, atau oleh karena itu. Akan tetapi, hal ini bukan hal yang mutlak sebab ada juga kalimat utama dalam paragraph induktif yang tidak perlu didahului konjungsi.

3. Menarik Kesimpulan Isi Teks Berdasarkan Pola Generalisasi, Analogi, dan Sebab-Akibat

    a. Generalisasi
    Adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fakta atau gejala khusus yang diamati lalu ditarik kesimpulan umum tentang sebagian atau seluruh gejala yang diamati itu. Jadi, generalisasi merupakan pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati. Di dalam pengembangan karangan, generalisasi perlu ditunjang atau dibuktikan dengan faktafakta, contoh-contoh, data statistik, dan sebagainya yang merupakan spesifikasi atau ciri sebagai penjelasan lebih lanjut.
    Contoh:
    Pemerintah mendirikan sekolah sampai ke pelosok. Puskesmas didirikan di mana-mana. Lapangan kerja baru diciptakan. Pembangunan rumah ibadah diperbanyak atau dibantu pemerintah. Memang menjadi tugas pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
    b. Analogi
    Adalah proses penalaran yang berdasarkan pada pembagian dan terhadap sejumlah gejala khusus yang memiliki kesamaan, kemudian ditarik kesimpulan.
    Contoh:
    Secara tak sengaja Amara mengetahui bahwa pensil Steadler 4B menghasilkan gambar vinyet yang memuaskan hatinya. Pensil itu sangat lunak dan menghasilkan garis-garis hitam dan tebal. Oleh karena itu, selama bertahun-tahun ia selalu memakai pensil itu untuk membuat vinyet, tetapi ketika ia berlibur di rumah nenek di sebuah kota kecamatan ia kehabisan pensil. Ia mencari di toko-toko di kota itu tidak ada. Akhirnya, daripada tidak dapat mencoret-coret ia memilih merek lain yang sama lunaknya dengan Steadler 4B. “Ini tentu akan menghasilkan vinyet yang bagus juga,” putusnya.
    c. Sebab-Akibat
    Adalah proses penalaran yang dimulai dengan mengemukakan fakta yang berupa sebab dan sampai pada kesimpulan yang merupakan akibat.
    Contoh:
    Bangsa Jepang suka berkelompok. Kepentingan perorangan ada, tetapi kalau kepentingan bersama membutuhkan, maka kepentingan bersama didahulukan. Dengan demikian, antara kepentingan perorangan dan kepentingan berjalan serasi. Oleh karena itu, untuk melakukan sesuatu secara bersama dan secara terkoordinasi, bagi bangsa Jepang sudah berjalan dengan sendirinya.

4. Menyusun Kerangka Paragraf Deduktif dan Induktif

    Berdasarkan pengertian tentang kedua jenis paragraf di atas, dapat dibuat kerangkanya sebagai berikut.
    a. Kerangka Paragraf Deduktif
    1)  Gagasan utama: bidang pertanian merupakan bidang pembangunan yang tidak terkena dampak krisis ekonomi.
    2) Gagasan pendukung: sektor perkebunan meningkat 6,5 persen, sektor kehutanan meningkat 2,9 persen, sektor pertanian meningkat 6,6 persen.
    Contoh pengembangan kerangka paragraf deduktif
    “Satu-satunya bidang pembangunan yang tidak mengalamdampak adanya krisis ekonomi adalah pertanian. Hal ini dapat dilihat adanya pertumbuhan yang mengesankan di bidang perkebunan sebanyak 6,5 persen, di bidang kehutanan sebanyak 2,9 persen, dan di bidang perikanan sebanyak 6,6 persen. Kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik meningkat dari 18,1 persen menjadi 18,4 persen. Padahal, selama kurun waktu 30 tahun terakhir, pangsa pasar sektor pertanian merosot dari tahun ke tahun.”
    b. Kerangka Paragraf Induktif
    1) Ide khusus: Shinchan bukan model yang baik buat anak-anak, Protes bermunculan dalam kolom surat pembaca di berbagai surat kabar dan Kelakuan Shinchan sangat negatif.
    2) Ide umum: Shinchan merupakan setan kecil penebar virus.
    Contoh pengembangan kerangka paragraf induktif
    “Tokoh kartun Shinchan dianggap tidak dapat dijadikan model yang baik untuk anak-anak, baik itu di Indonesia maupun di negerinya sendiri. Banyaknya protes yang ditujukan kepadanya melalui surat pembaca di berbagai media cetak. Hal itu kebanyakan dilakukan oleh ibu-ibu. Mereka menyatakan bahwa Shinchan mempunyai kelakuan negatif yang ternyata banyak diikuti oleh anakanak. Tokoh Shinchan, di mata para ibu di Indonesia merupakan setan kecil penebar virus.”

Rohmadi, Muhammad. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 3 untuk SMA/MA Kelas XII Program Bahasa. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Adi Abdul Somad, dkk. 2007. Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia untuk Kelas XI SMA/MA program IPA dan IPS. Bandung : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Ingin Wajah anda bersih bebas jerawat,bekas jerawat,flek hitam dan memutihkan secara alami. Best Seller 100%. Menerima Seller, dropship & Agen. 08561161155
Rambut Anda rontok, beruban atau kebotakan? temukan solusinya hanya di Greend Angelica. Rambut kuat kini jadi milikmu (Lulus BPOM-RI)

Sampaikan kritik & saranmu di bawah ini:


Biografi Tokoh

Al Khwarizmi, Algoarismi, Al Gorism atau Al Goritma

Al Khwarizmi, Algoarismi, Al Gorism atau Al Goritma

Al Khwarizmi dikenal sebagai bapak matematika dengan nama lengkap Abu[...]

Ibnu Sina (Avicenna)

Ibnu Sina (Avicenna)

Ibnu Sina atau yang terkenal di Eropa sebagai Avicenna lahir[...]

Muhammad Ali (Cassius Marcellus Clay Jr)

Muhammad Ali (Cassius Marcellus Clay Jr)

Cassius Marcellus Clay Jr merupakan petinju legendaris dunia asal Amerika[...]

Bersponsor
Jual Jam Tangan Murah Online
www.inilahjamtangan.com adalah toko jam tangan online terpercaya. Kami menjual jam tangan dengan harga murah dan kualitas yang terjamin
MBC Clothing maker in Solo
Terima pembuatan : Order kaos Desain Pribadi- Kaos Polos- Kaos angkatan -Jersey Futsal- kemeja pdh- Partai Besar, menerima reseller, buktikan dan order barang kami !!
Kaos Bola Distro Artis Murah
Kaos Bola Artis Brand Distro Termurah se-Indonesia. Kualitas ekspor, Terpercaya 100% harga Mulai 40rb ( Grosir - Eceran ) Menerima Reseller / Dropship | 085251142235 | Pin:7CB9A02F Order Sekarang !