Disorganisasi keluarga . Siswapedia
Aneka produk Herbal,100 % berasal dari ekstraksi bahan-bahan alami. Berkhasiat ampuh untuk menyembuhkan segala macam jenis penyakit & tidak berbahaya bagi tubuh (Bersponsor)
Telah dibaca: 2216 Kali
Disorganisasi keluarga

Disorganisasi keluarga (Foto: ayankmira.blogspot.com)

Disorganisasi keluarga merupakan suatu bentuk ketidakharmonisan keluarga sebagai suatu unit masyarakat terkecil yang disebabkan oleh adanya kegagalan masing- masing anggota keluarga dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan status dan perannya masing-masing. Dalam hubungan ini, William J. Goode membedakan bentuk-bentuk disorganisasi keluarga menjadi 4 (empat) macam, yaitu:

1. Disorganisasi keluarga yang disebabkan oleh karena hubungan-hubungan yang dibangun tidak berdasarkan ikatan perkawinan yang sah.

2. Disorganisasi keluarga yang terjadi sebagai akibat dari putusnya hubungan perkawinan, yakni yang disebabkan oleh perceraian.

3. Disorganisasi keluarga yang disebabkan oleh adanya kematian dari kepala keluarga yang bersangkutan.

4. Disorganisasi keluarga yang disebabkan oleh faktor-faktor intern keluarga yang bersangkutan, seperti terdapat anggota keluarga yang sakit jiwa, berperilaku menyimpang, dan lain sebagainya.

Disorganisasi keluarga dapat terjadi pada setiap level keluarga. Tidak terkecuali masyarakat kelas bawah, masyarakat kelas menengah, dan masyarakat kelas atas, semuanya memiliki problemnya masing-masing yang setiap saat siap menjadi pemicu terjadinya disorganisasi keluarga. Banyak sekali kasus yang menjadi penyebab terjadinya disorganisasi keluarga, seperti: ketidakmampuan kepala keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup bagi seluruh anggota keluarga, perceraian, kematian orang tua, penyalahgunaan narkoba, perselingkuhan, dan lain sebagainya.

Seperti yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya, bahwa penyebab utama disorganisasi keluarga adalah ketidakharmonisan suasana keluarga. Keluarga yang tidak harmonis akan selalu mengalami kesulitan dalam melaksanakan proses pendidikan bagi anak-anak mereka. Akibatnya, anak-anak merasa kurang perhatian yang pada gilirannya akan mencari konpensasi dengan mencari kegiatan-kegiatan lain yang cenderung bersifat negatif.

Widianti, Wida.2009.Sosiologi 1 : untuk SMA dan MA Kelas X.Bandung:Habsa Jaya.

Baca Juga Yang Ini

Kami menunggu saran dan kritikmu disini:
Mau tau siapa mereka?
Al Khwarizmi, Algoarismi, Al Gorism atau Al Goritma
Al Khwarizmi, Algoarismi, Al Gorism atau Al Goritma
Al Khwarizmi dikenal sebagai bapak matematika deng[...]
Ibnu Sina (Avicenna)
Ibnu Sina (Avicenna)
Ibnu Sina atau yang terkenal di Eropa sebagai Avic[...]
Belum pernah ke tempat ini?
Puncak Becici Hutan Pinus Dlingo
Puncak Becici Hutan Pinus Dlingo
Puncak Becici Hutan Pinus Dlingo terletak di daera[...]
Kebun Teh Nglinggo
Kebun Teh Nglinggo
Kebun Teh Nglinggo merupakan perkebunan teh yang t[...]
Air Terjun Siluwok atau Curug Siluwok
Air Terjun Siluwok atau Curug Siluwok
Air Terjun Siluwok atau Curug Siluwok merupakan ob[...]
Profil usaha hari ini
Aneka model tas, dompet, sabuk dan aksessoris berbahan dasar kulit, Vinyl & fiber
Menyediakan berbagai macam desain kaos Clash Of Clans, Police Swat, Super Hero, Karikatur, sepak bola dll
Temukan kami di Facebook