Disorganisasi keluarga . Siswapedia
Bersponsor
Tersedia berbagai model Tas fashion, sport, Casual, Ransel, Selempang, Jinjing, Dompet, Accessories, Dll. Dengan produk Model kualitas

Bersponsor
Aneka produk Herbal,100 % berasal dari ekstraksi bahan-bahan alami. Berkhasiat ampuh untuk menyembuhkan segala macam jenis penyakit & tidak berbahaya bagi tubuh.
Disorganisasi keluarga

Disorganisasi keluarga (Foto: ayankmira.blogspot.com)

Disorganisasi keluarga merupakan suatu bentuk ketidakharmonisan keluarga sebagai suatu unit masyarakat terkecil yang disebabkan oleh adanya kegagalan masing- masing anggota keluarga dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai dengan status dan perannya masing-masing. Dalam hubungan ini, William J. Goode membedakan bentuk-bentuk disorganisasi keluarga menjadi 4 (empat) macam, yaitu:

1. Disorganisasi keluarga yang disebabkan oleh karena hubungan-hubungan yang dibangun tidak berdasarkan ikatan perkawinan yang sah.

2. Disorganisasi keluarga yang terjadi sebagai akibat dari putusnya hubungan perkawinan, yakni yang disebabkan oleh perceraian.

3. Disorganisasi keluarga yang disebabkan oleh adanya kematian dari kepala keluarga yang bersangkutan.

4. Disorganisasi keluarga yang disebabkan oleh faktor-faktor intern keluarga yang bersangkutan, seperti terdapat anggota keluarga yang sakit jiwa, berperilaku menyimpang, dan lain sebagainya.

Disorganisasi keluarga dapat terjadi pada setiap level keluarga. Tidak terkecuali masyarakat kelas bawah, masyarakat kelas menengah, dan masyarakat kelas atas, semuanya memiliki problemnya masing-masing yang setiap saat siap menjadi pemicu terjadinya disorganisasi keluarga. Banyak sekali kasus yang menjadi penyebab terjadinya disorganisasi keluarga, seperti: ketidakmampuan kepala keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup bagi seluruh anggota keluarga, perceraian, kematian orang tua, penyalahgunaan narkoba, perselingkuhan, dan lain sebagainya.

Seperti yang telah diuraikan pada bagian sebelumnya, bahwa penyebab utama disorganisasi keluarga adalah ketidakharmonisan suasana keluarga. Keluarga yang tidak harmonis akan selalu mengalami kesulitan dalam melaksanakan proses pendidikan bagi anak-anak mereka. Akibatnya, anak-anak merasa kurang perhatian yang pada gilirannya akan mencari konpensasi dengan mencari kegiatan-kegiatan lain yang cenderung bersifat negatif.

Widianti, Wida.2009.Sosiologi 1 : untuk SMA dan MA Kelas X.Bandung:Habsa Jaya.

Follow me

Siswa Team

Melalui siswapedia.com, kami ingin ikut serta dalam menyediakan informasi pendidikan dan pengetahuan umum gratis di Indonesia. Dukung kami agar kami mampu mewujudkan impian itu.
Follow me

Bersponsor
Lagi turun sebentar Rp99.000 jadi Rp80.000! Diskon Rp50.000! GRATIS Ongkir! Stock terbatas, siapa cepat dia dapat..~ ˆ⌣ˆ


Sampaikan pesanmu untuk Siswapedia yang lebih baik:


Al Khwarizmi, Algoarismi, Al Gorism atau Al Goritma

Al Khwarizmi, Algoarismi, Al Gorism atau Al Goritma

Al Khwarizmi dikenal sebagai bapak matematika dengan nama le[...]
Ibnu Sina (Avicenna)

Ibnu Sina (Avicenna)

Ibnu Sina atau yang terkenal di Eropa sebagai Avicenna lahir[...]
Destinasi Wisata Populer Minggu ini
Komplek Wisata Pantai Parangtritis

Komplek Wisata Pantai Parangtritis

Komplek wisata pantai Parangtritis meliputi pantai parangtritis, paralayang, pandai parangkusumo, gu[...]
Bersponsor
Smartphone Murah Hanya 1 Jutaan
Smartphone, Gadget, Tablet hanya 1 jutaan, Samsung, iPhone, Asus Zenfone dan Blackberry Garansi 2 Tahun. Welcome Reseller dan Dropshiper [082291219023/ pin:27eee3fc- Buruan order !
MBC Clothing maker in Solo
Terima pembuatan : Order kaos Desain Pribadi- Kaos Polos- Kaos angkatan -Jersey Futsal- kemeja pdh- Partai Besar, menerima reseller, buktikan dan order barang kami !!
Kaos Bola Distro Artis Murah
Kaos Bola Artis Brand Distro Termurah se-Indonesia. Kualitas ekspor, Terpercaya 100% harga Mulai 40rb ( Grosir - Eceran ) Menerima Reseller / Dropship | 085251142235 | Pin:7CB9A02F Order Sekarang !

© 2014 Siswapedia- Kritik & Saran Buat Iklan