Pengertian Cerpen & Mengidentifikasi Cerpen
Jaket 2in1 berfungsi Sebagai Jaket sekaligus Jas hujan, Nyaman & tidak rembes. Menerima reseller & agen. Buruan...! temukan koleksimu disini
Kaos WWE Asli Authentic (USA) dan Homemade. Recommeded seller sejak 2013. Open Reseller n Dropshipper. BBM : 270C31DF | WAP : 081297139003
Melalui program Donasi Palestina ini, kami siap menyalurkan donasi Anda guna membantu saudara-saudara kita di Palestina & Syiria
Aneka produk Herbal,100 % berasal dari ekstraksi bahan-bahan alami. Berkhasiat ampuh untuk menyembuhkan segala macam jenis penyakit & tidak berbahaya bagi tubuh.

1. Pengertian Cerpen

Di Indonesia cerpen mulai ditulis sekitar 1930. Kumpulan cerpen pertama adalah Teman Duduk karya M. Kasim (1936). Cerpen kemudian dikembangkan oleh pengarang Pujangga Baru, seperti Armin Pane dan Hamka. Selanjutnya cerpen berkembang dengan pesat. Bahkan kini merupakan bentuk prosa yang dominan karena mudah disampaikan melalui surat kabar, majalah, dan radio. Suman H.S. dikenal sebagai “Bapak Cerpen dan Novelis Indonesia”. Novel pertamanya adalah Kasih Tak Terlerai (1929).

Cerpen menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah akronim dari cerita pendek, yaitu kisahan pendek (kurang dari 10.000 kata) yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi.

Cerpen merupakan fiktif naratif, dengan kata lain cerpen tersebut termasuk ragam cerita imajinatif.

Biasanya, cerpen itu jumlah halamannya berkisar 2-20 halaman yang memiliki beberapa kategori, di antaranya:

a. Kisahan memberi kesan tunggal dan dominan satu tokoh, latar dan situasi dramatik, bentuknya sangat sederhana. Semuanya bersifat

b. Mengungkapkan satu ide sentral dan tidak membias pada ide sampingan. Biasanya berisi hal-hal yang tidak rutin terjadi setiap hari, misalnya tentang suatu perkenalan, jatuh cinta, atau suatu hal yang sulit dilupakan;

c. Dimensi ruang waktu lebih sempit dibandingkan novel. Akan tetapi, walaupun singkat, cerpen selalu sampai dalam keadaan selesai;

d. Mengungkapkan suatu kejadian yang mampu menghadirkan impresi tunggal.

Seperti prosa, cerpen juga terdiri atas unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra. Unsur intrinsiknya meliputi: tema, plot/alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, pesan, dan gaya. Unsur ekstrinsik, misalnya: biografi pengarang, kondisi sosial, politik, agama, atau filsafat.

Ciri-ciri cerpen yang konvensional adalah sebagai berikut.
1. Memiliki tema, penokohan, seting, dan plot yang serba umum.
2. Ditulis secara singkat, padat, dan jelas.
3. Mengandung kesatuan cerita, independen, dan sudah tuntas dengan dirinya sendiri.

Ciri-ciri cerpen inkonvensional adalah tidak memiliki dasar cerita/tema yang jelas, namun menampilkan alur yang kronologis/urut waktu.

2. Identifikasi Cerpen

Mengidentifikasi cerpen dapat dilakukan berdasarkan dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsure ekstrinsik

a. Alur

Alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapantahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita. Berdasarkan susunan periode waktu, alur dapat dibedakan menjadi alur konvensional dan alur nonkonvensional. Suatu cerpen dikatakan memiliki alur konvensional jika waktu dalam cerita berurutan dari periode pertama sampai periode akhir. Sementara itu, cerita dikatakan memiliki alur nonkonvensional jika periode-periode dalam cerita tidak berurutan.

Berdasarkan hubungan tersebut, setiap cerita mempunyai pola alur sebagai berikut:
1) perkenalan keadaan;
2) pertikaian/konflik mulai terjadi;
3) konflik berkembang menjadi semakin rumit;
4) klimaks;
5) peleraian/solusi/penyelesaian.

Contoh dalam cerpen berjudul “Maling” menggunakan alur non konvensional. Dalam cerpen tersebut, terjadi kilas balik yang menampilkan gambaran masa lalu kehidupan keluarga Pak Cokro. Hal tersebut dapat dilihat dalam kutipan berikut.

Dulu, sebelum rumahnya direnovasi, Pak Cokro dan istrinya sangat ramah dan menjaga hubungan baik dengan para tetangganya, terlebih dengan keluarga Bu Marni yang rumahnya persis di depan rumah Pak Cokro. Begitu dekatnya hubungan bertetangga itu sehingga mereka sudah seperti saudara. Bila punya kelebihan makanan, Pak Cokro selalu menyuruh istrinya membaginya pada Bu Marni. “Kasihan. Bu Marni sudah janda, sedang empat anaknya masih kecil-kecil,” katanya.

Setelah bagian yang menunjukkan kehidupan masa lalu keluarga Pak Cokro tersebut, alur bergerak secara konvensional karena tidak ada lompatan waktu ke masa lalu lagi.

b. Penokohan

Dalam sebuah cerpen, tokoh dibedakan menjadi tokoh utama dan tokoh pendukung. Tokoh utama adalah peran inti yang paling penting dalam sebuah cerita. Adapun tokoh pendukung adalah tokoh yang melengkapi keberadaan tokoh utama. Meskipun tokoh pendukung sering dikatakan sebagai tokoh yang tidak penting, sebetulnya took pendukunglah yang menyokong keberadaan tokoh utama.

Untuk menentukan mana yang merupakan tokoh utama dan tokoh pendukung, dapat ditentukan dengan mengamati hal-hal berikut.

1) Melihat kuantitas kemunculan tokoh tersebut dalam cerpen.
2) Memerhatikan petunjuk yang diberikan oleh pengarang melalui komentar pengarang.

Contoh dalam cerpen “Maling”, tokoh utamanya adalah Pak Cokro dan Bu Marni. Kedua tokoh ini memegang peranan sentral. Pak Cokro digambarkan sebagai seorang OKB (orang kaya baru) yang angkuh dan sombong sejak menjadi kaya. Sementara Bu Marni digambarkan sebagai orang miskin yang berbesar hati, namun kesal juga melihat tingkah Pak Cokro, tetangganya. Kemunculan kedua tokoh tersebut memunculkan berbagai nilai kemanusiaan

Penokohan atau perwatakan adalah pelukisan tokoh cerita, baik keadaan lahir maupun batinnya termasuk keyakinannya, pandangan hidupnya, adat-istiadat, dan sebagainya. Oleh karena itu, penokohan merupakan unsur cerita yang sangat penting. Melalui penokohan, cerita menjadi lebih nyata dalam angan pembaca.

Ada tiga cara yang digunakan pengarang untuk melukiskan watak tokoh cerita, yaitu dengan cara langsung, tidak langsung, dan kontekstual. Pada pelukisan secara langsung, pengarang langsung melukiskan keadaan dan sifat si tokoh, misalnya cerewet, nakal, jelek, baik, atau berkulit hitam. Sebaliknya, pada pelukisan watak secara tidak langsung, pengarang secara tersamar memberitahukan keadaan tokoh cerita. Watak tokoh dapat disimpulkan dari pikiran, cakapan, dan tingkah laku tokoh, bahkan dari penampilannya. Watak tokoh juga dapat disimpulkan melalui tokoh lain yang menceritakan secara tidak langsung. Pada Pelukisan kontekstual, watak tokoh dapat disimpulkan dari bahasa yang digunakan pengarang untuk mengacu kepada tokoh.

c. Latar

Latar merupakan salah satu unsure pelengkap isi cerita. Latar atau setting mengacu pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan.

Latar dibedakan menjadi tiga, yaitu latar waktu, latar tempat, dan latar suasana. Latar waktu adalah bentukan waktu atau waktu (masa) tertentu ketika peristiwa dalam cerita itu terjadi. Latar tempat adalah lokasi atau bangunan fisik lain yang menjadi tempat terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cerita. Latar Suasana adalah salah satu unsur intrinsik yang berkaitan dengan keadaan psikologis yang timbul dengan sendirinya bersamaan dengan jalan cerita Suasana dalam cerita biasanya dibangun bersama pelukisan tokoh utama.

Contoh Dalam cerpen “Maling”, latar tempat yang digunakan adalah di sekitar tempat tinggal Pak Cokro dan Bu Marni. Hal ini dapat dilihat dalam kutipan berikut.

Tapi, sore itu kuping Bu Marni memanas. Motor bebek yang biasa dipakai Hendi, anak Pak Cokro yang kedua, hilang. Mengetahui hal itu, dengan membuka pintu pagar depan rumahnya lebar-lebar, Pak Cokro yang baru pulang kerja langsung berteriak-teriak.

Sementara itu, latar waktu yang digunakan adalah sore dan pagi hari. Hal tersebut dapat dilihat dalam kutipan berikut.

Maka ketika sore itu pintu pagar depan rumah Pak Cokro terbuka lebar dan tampak Pak Cokro tengah duduk melamun, Bu Marni langsung berkata dengan suara keras, menyambut Sekar, anaknya yang pertama yang baru pulang dari mengaji di rumah Ustadzah Yoyoh.

d. Nilai-nilai dalam Cerpen

Penulis menuangkan idenya berdasarkan sebuah nilai yang ingin disampaikan kepada pembacanya, misalnya nilai moral dan nilai keagamaan. Selain kedua nilai itu, masih banyak nilai lain di masyarakat. Nilai moral dan nilai keagamaan tampak kental pada karya-karya sastra Indonesia. Nilai moral dalam karya sastra biasanya mencerminkan pandangan hidup pengarang yang bersangkutan. Tentunya, pandangan pengarang itu diakui sebagai nilai-nilai kebenaran olehnya dan ingin disampaikan kepada pembaca melalui karya sastra.

Nilai moral dan nilai keagamaan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Pandangan hidup yang berhubungan dengan moral itu bersumber dari nilai keagamaan. Seseorang bisa dikatakan orang bermoral, karena orang itu beragama. Moral lebih dekat hubungannya antara manusia dengan manusia, sedangkan agama hubungannya antara manusia dengan Tuhan.

3. Membahas Unsur Pembentuk Cerpen Indonesia dan Terjemahan

Cerpen Indonesia adalah karya sastra yang ditulis oleh orang Indonesia dengan bahasa Indonesia, sedangkan cerpen terjemahan adalah karya sastra yang ditulis oleh orang asing yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Unsur-unsur pembentuk cerpen, baik cerpen Indonesia maupun terjemahan, adalah unsur yang terdapat di dalam cerpen tersebut, yang meliputi tema, tokoh, penokohan, dan alur.

4. Membandingkan Nilai-nilai Moral dalam Cerpen Indonesia dan Terjemahan

Nilai-nilai moral adalah nilai-nilai yang mengacu pada soal baik-buruk, saleh-jahat, setia khianat, dan semacamnya, dalam arti mempertentangkan keduanya seraya mensugesti/menyarankan secara tersirat untuk berpihak pada yang baik, saleh, setia, dan benar.

Euis Sulastri, dkk. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 2untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Rohmadi Muhammad dan Kusumawati Yuli. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 3 untuk SMA/MA Kelas XII Program Bahasa. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Sri Utami, dkk. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 1 untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Ingin Wajah anda bersih bebas jerawat,bekas jerawat,flek hitam dan memutihkan secara alami. Best Seller 100%. Menerima Seller, dropship & Agen. 08561161155
Buat iklan menarik dengan berbagai kemudahan agar orang tahu produk Anda dan mengunjungi situs web Anda.

Sampaikan kritik & saranmu di bawah ini:


Al Khwarizmi, Algoarismi, Al Gorism atau Al Goritma

Al Khwarizmi, Algoarismi, Al Gorism atau Al Goritma

Al Khwarizmi dikenal sebagai bapak matematika dengan nama lengkap Abu Ja'far Muhammad bin Musa[...]
Tahukah Anda?
  • Siapkanlah mental Anda untuk melihat ini, seperti inilah posisi bumi di alam semesta
  • Tanpa matahari, bumi akan mengalami penurunan suhu
  • Ilmuwan memperkirakan bahwa 50% oksigen di bumi dihasilkan oleh bakteri yang hidup di laut
Artikel Terbaru
Bersponsor
Jual Jam Tangan Murah Online
www.inilahjamtangan.com adalah toko jam tangan online terpercaya. Kami menjual jam tangan dengan harga murah dan kualitas yang terjamin
MBC Clothing maker in Solo
Terima pembuatan : Order kaos Desain Pribadi- Kaos Polos- Kaos angkatan -Jersey Futsal- kemeja pdh- Partai Besar, menerima reseller, buktikan dan order barang kami !!
Kaos Bola Distro Artis Murah
Kaos Bola Artis Brand Distro Termurah se-Indonesia. Kualitas ekspor, Terpercaya 100% harga Mulai 40rb ( Grosir - Eceran ) Menerima Reseller / Dropship | 085251142235 | Pin:7CB9A02F Order Sekarang !

Kritik dan Saran | Buat Iklan

Siswapedia © 2014.