Anggapan tentang Jagat Raya dan Alam Semesta
Aneka produk Herbal,100 % berasal dari ekstraksi bahan-bahan alami. Berkhasiat ampuh untuk menyembuhkan segala macam jenis penyakit & tidak berbahaya bagi tubuh (Bersponsor)
Telah dibaca: 425 Kali

Sejak zaman dahulu manusia telah dibuat takjub dengan berbagai fenomena yang ada di alam semesta. Berbagai fenomena alam tersebut menyebabkan timbulnya keingintahuan untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak manusia. Mengapa bintang hanya terlihat pada malam hari dan matahari bersinar pada siang hari? Mengapa matahari terbit di timur dan bukan di barat? Apakah Bumi dikelilingi matahari? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain yang timbul.

Berikut ini adalah anggapan-anggapan manusia tentang jagat raya dan alam semesta sejak dahulu hingga sekarang.

a. Anggapan Antroposentris atau Egosentris

Anggapan ini dimulai pada tingkat awal manusia atau pada masa manusia primitif yang menganggap bahwa manusia sebagai pusat alam semesta. Pada waktu menyadari ada Bumi dan langit, manusia menganggap matahari, bulan, bintang, dan Bumi serupa dengan hewan, tumbuhan, dan dengan dirinya sendiri.

b. Anggapan Geosentris

Anggapan ini menempatkan Bumi sebagai pusat dari alam semesta. Geosentris (geo = Bumi; centrum = titik pusat). Anggapan ini dimulai sekitar abad VI Sebelum Masehi (SM), saat pandangan egosentris mulai ditinggalkan. Salah seorang yang mengemukakan anggapan geosentris adalah Claudius Ptolomeus. Ia melakukan observasi di Alexandria, kota pusat budaya Mesir pada masa lalu. Ia menganggap bahwa pusat jagat raya adalah Bumi, sehingga Bumi ini dikelilingi oleh matahari dan bintang-bintang.

c. Anggapan Heliosentris

Semakin majunya alat penelitian dan sifat ilmuwan yang semakin kritis, menyebabkan bergesernya anggapan geosentris. Pandangan heliosentris (helios = matahari) dianggap sebagai pandangan yang revolusioner yang menempatkan matahari sebagai pusat alam semesta. Seorang mahasiswa kedokteran, ilmu pasti dan Astronomi, Nicholas Copernicus (1473–1543) pada tahun 1507 menulis buku ”De Revolutionibus Orbium Caelestium” (tentang revolusi peredaran benda-benda langit). Ia mengemukakan bahwa matahari merupakan pusat jagat raya yang dikelilingi planet-planet, bahwa bulan mengelilingi Bumi dan bersama-sama mengitari matahari, dan bahwa Bumi berputar ke timur yang menyebabkan siang dan malam.

d. Anggapan Galaktosentris

Galaktosentris (Galaxy = kumpulan jutaan bintang) merupakan anggapan yang menempatkan galaksi sebagai pusat Tata Surya. Galaktosentris dimulai tahun 1920 yang ditandai dengan pembangunan teleskop raksasa di Amerika Serikat, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih banyak mengenai galaksi.

Anjayani,Eni.2009.Geografi: Untuk Kelas X SMA/MA.Jakarta:PT. Cempaka Putih.

Baca Juga Yang Ini

Mau tau siapa mereka?
Al Khwarizmi, Algoarismi, Al Gorism atau Al Goritma
Al Khwarizmi, Algoarismi, Al Gorism atau Al Goritma
Al Khwarizmi dikenal sebagai bapak matematika deng[...]
Ibnu Sina (Avicenna)
Ibnu Sina (Avicenna)
Ibnu Sina atau yang terkenal di Eropa sebagai Avic[...]
Belum pernah ke tempat ini?
Puncak Becici Hutan Pinus Dlingo
Puncak Becici Hutan Pinus Dlingo
Puncak Becici Hutan Pinus Dlingo terletak di daera[...]
Kebun Teh Nglinggo
Kebun Teh Nglinggo
Kebun Teh Nglinggo merupakan perkebunan teh yang t[...]
Air Terjun Siluwok atau Curug Siluwok
Air Terjun Siluwok atau Curug Siluwok
Air Terjun Siluwok atau Curug Siluwok merupakan ob[...]
Profil usaha hari ini
Menyediakan berbagai macam desain kaos Clash Of Clans, Police Swat, Super Hero, Karikatur, sepak bola dll
Aneka model tas, dompet, sabuk dan aksessoris berbahan dasar kulit, Vinyl & fiber
Temukan kami di Facebook